<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306</id><updated>2012-02-16T18:23:07.219-08:00</updated><title type='text'>lulabi penghitam langit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>104</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2232354526598213354</id><published>2012-02-03T10:39:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T10:39:15.433-08:00</updated><title type='text'>ode untuk pendekar dandelion</title><content type='html'>&lt;i&gt;No one laughs at God in a hospital&lt;br /&gt;No one laughs at God in a war&lt;br /&gt;No one’s laughing at God&lt;br /&gt;When they’re starving or freezing or so very poor&lt;br /&gt;No one’s laughing at God&lt;br /&gt;When they’ve lost all they’ve got&lt;br /&gt;And they don’t know what for &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Regina Spektor-Laughing With)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tahu apa hal yang paling absurd sekaligus paling sederhana di dunia? Kematian. Ada banyak sekali misteri di dunia ini yang sanggup membuat manusia tak berhenti berpikir selama berjuta kala sampai membuat mereka botak, namun hanya kematianlah yang paling membingungkan di antara semuanya. Tidak pernah ada yang tahu apa yang terjadi ketika kita mati, bahkan meskipun telah berulang kali dijelaskan dalam buku-buku berbagai bahasa yang diyakini merupakan Sang Pencipta Masa. Tetap saja tidak pernah ada yang kembali dari kematian untuk menceritakan kepada kita ada apa sebenarnya di balik sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba pikir lagi, kematian sebenarnya sangat sederhana. Jaraknya dengan kita lebih tipis dari sehelai tisu yang digunakan oleh ibu dan kakakmu tempo hari untuk mengelap mata mereka yang basah. Tampaknya setelah berjuta tahun berlalu setelah kerusuhan di kahyangan itu, Barata Kala masih belum puas untuk melahap jiwa-jiwa manusia. Dan tampaknya dia memang didisain untuk tidak pernah puas, karena dunia tanpa kematian tampaknya bisa lebih mengerikan dari kematian itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dik, kematian ternyata tidak lucu. Berbeda dengan kematian-kematian dalam kartun atau dalam lelucon-lelucon 9GAG yang selalu bisa kutertawakan, pesan singkat yang masuk ke ponselku tempo hari sanggup membuatku duduk mematung selama beberapa saat. Aku tidak tahu apa namanya perasaan yang tiba-tiba menyergapku kemarin, yang jelas bukan perasaan geli karena lucu. Sungguh, itu sama sekali tidak lucu. Sekali lagi, kematian ternyata tidak lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat mendengar banyak sekali cerita tentangmu ketika kita masih berada dalam satu rombongan kehidupan di sebuah planet bernama Bumi. Katanya kamu ibarat dandelion, yang selalu bisa menghibur orang-orang sekitarmu serupa dandelion yang beterbangan dengan indahnya ketika tertiup angin, atau ketika ditiup secara manual oleh anak-anak kecil yang bermain tanpa peduli panas. Mungkin dandelion tidak cukup untuk menggambarkanmu, maafkan aku jika begitu, hanya saja aku belum bisa menemukan kata yang cocok saat ini untuk memanggilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jarang mendoakan orang yang pergi, tapi kali ini kudoakan semoga kamu selamat dalam perjalananmu menembus langit. Semoga di sana benar-benar indah, seperti yang sering digambarkan padamu menjelang tidur. Bukan sekedar tempat kosong yang membosankan, tapi jika pun iya, kamu punya kekuatan untuk terbang berhamburan sekali lagi seperti dandelion dan menyulap tempat itu menjadi ladang bunga. Dan jika ternyata di sana ternyata adalah penampungan jiwa-jiwa yang telah mangkat yang keadaannya tidak lebih baik dari kamp pengungsian, kamu bisa menghibur mereka dengan tarianmu. Atau apalah, yang jelas kamu bisa melakukan banyak hal baik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini terurai aksara demi aksara --entah bagaimana caranya-- sehingga sampai ke padamu.&lt;br /&gt;Untukmu, seseorang yang belum sempat kukenal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2232354526598213354?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2232354526598213354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/02/ode-untuk-pendekar-dandelion.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2232354526598213354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2232354526598213354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/02/ode-untuk-pendekar-dandelion.html' title='ode untuk pendekar dandelion'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3548307116954487393</id><published>2012-01-21T00:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-21T00:54:29.064-08:00</updated><title type='text'>nice day for a sulk</title><content type='html'>Jika kita perhatikan, sebenarnya segala yang terjadi pada hidup kita adalah pengulangan, semuanya merupakan repetisi dari apa yang pernah kita alami sebelumnya. Sebutlah sebuah kejadian, entah yang bermakna positif mau pun negatif, jika kita mau jujur, kejadian semacam itu pernah kita alami sebelumnya, hanya saja dengan kemasan yang berbeda. Itulah sebabnya kita tidak pernah merasa asing dengan emosi yang muncul setiap kali tubuh merespon kejadian yang terjadi pada kita. Semua perasaan senang, sedih, marah, kecewa, takjub, dan jenis-jenis perasaan lain yang telah maupun belum diberi nama oleh manusia itu pernah kita rasakan sebelumnya, dan praktis akan terus kita rasakan sampai tubuh kita tak mampu lagi merespon sebuah stimulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian para motivator di tivi yang selalu mengatakan bahwa "hidup selalu baru setiap harinya" tidak sepenuhnya benar dengan apa yang dikatakannya. Sebenarnya hidup tidak berubah, tetapi kitalah yang lupa. Ya benar, lupa. Salah satu anugerah terbesar yang dimiliki manusia adalah lupa. Dengan melupakan, kita bisa berulangkali melakukan sesuatu yang telah jelas akan berujung pada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita. Sebaliknya, dengan lupa kita juga akan selalu bisa merasakan perasaan positif tanpa bosan meskipun berulangkali telah kita rasakan sebelumnya. Dengan lupa, hidup terlihat baru di mata kita setiap kali kita membukanya di pagi hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3548307116954487393?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3548307116954487393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/nice-day-for-sulk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3548307116954487393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3548307116954487393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/nice-day-for-sulk.html' title='nice day for a sulk'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-8371414114711507167</id><published>2012-01-14T09:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T07:12:11.092-08:00</updated><title type='text'>superbia</title><content type='html'>&lt;i&gt;"It’s  just murder, man. All of God's creatures do it, some form or another. I  mean, you look in the forest, you got species killing other species. &lt;b&gt; &lt;/b&gt;Our species is killing all the species including the forest, and we just  call it 'industry', not murder."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-Mickey Knox, Natural Born Killers&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vcOK1_pTP-0/TxGznCRZbsI/AAAAAAAAATE/wuFWDOwGD4c/s1600/Mickey_Knox.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://3.bp.blogspot.com/-vcOK1_pTP-0/TxGznCRZbsI/AAAAAAAAATE/wuFWDOwGD4c/s400/Mickey_Knox.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-8371414114711507167?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/8371414114711507167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/superbia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8371414114711507167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8371414114711507167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/superbia.html' title='superbia'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vcOK1_pTP-0/TxGznCRZbsI/AAAAAAAAATE/wuFWDOwGD4c/s72-c/Mickey_Knox.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4010521161824614340</id><published>2012-01-11T08:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T08:44:45.541-08:00</updated><title type='text'>oxymoron</title><content type='html'>&lt;i&gt;you do it to yourself, you do&lt;br /&gt;and that's what really hurts&lt;br /&gt;is that you do it to yourself&lt;br /&gt;just you, you and no one else&lt;br /&gt;you do it to yourself&lt;br /&gt;you do it to yourself&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Radiohead-Just) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi saya semalam --dini hari lebih tepatnya-- sangat aneh. Setingnya adalah kamar saya yang benar-benar detil dan mirip dengan yang asli. Ceritanya saya terbangun karena mendengar suara benda terjatuh, dan ternyata suara itu berasal dari salah satu rak buku saya dimana terdapat Al-Qur'an dan Bibel dalam satu deret. Kedua buku itu terjatuh dengan sendirinya dan membuat buku-buku di sekitarnya ikut berhamburan ke lantai. Saya tidak berani bergerak dan membuka mata sebelum akhirnya saya benar-benar terbangun di dunia nyata dan melihat buku-buku dalam rak tersebut masih berada rapi pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat yakin peristiwa barusan benar-benar terjadi sebelum saya sadar bahwa di rak tersebut tidak ada Al-Qur'an, tetapi buku &lt;i&gt;"Kisah Para Nabi dalam Al-Qur'an"&lt;/i&gt; yang bersebelahan dengan Bibel berukuran mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"South Park"&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;"Family Guy"&lt;/i&gt;, dua kartun favorit saya, seperti tipikal produk Amerika populer lainnya, sangat senang menjadikan agama dan Tuhan (maupun tuhan) sebagai bahan lelucon. Masing-masing pernah membuat episode tentang gambaran masa depan dimana manusia hidup tanpa agama. Keduanya menggambarkan keadaan yang sama: masa depan yang indah, damai, dan semua orang bahagia karena tidak mengenal agama. Tentu saja, seperti lelucon-lelucon mereka yang lain, dan juga seperti lelucon-lelucon dalam hidup yang seringkali mewujud tidak dalam bentuk lelucon, pasti ada yang bisa ditertawakan di balik sarkasme yang hanya bisa terasa lucu jika kita telah siap untuk menertawakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling lucu dari episode-episode tersebut adalah kenyataan bahwa manusia akan tetap berperang dengan atau pun tanpa agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tadi siang saya membaca berita yang sangat aneh. Sekitar dua ribu penduduk di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat diberitakan belum memeluk agama "resmi" yang ada di Indonesia. Hal tersebut membuat heboh para pejabat di sana. Kepala Kementerian Agama menghimbau agar mereka memeluk salah satu dari enam agama yang telah disediakan di Indonesia. Salah satu anggota DPR mengatakan bahwa polisi dan bupati harus turun tangan dalam masalah ini karena jika ada warga yang belum menganut agama "resmi", maka mereka &lt;i&gt;tidak layak&lt;/i&gt; menjadi warga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat dengan anekdot tentang jari dan bulan. Tuhan digambarkan sebagai bulan, sedangkan agama adalah jari yang menunjuk ke arah bulan. Keindahan sebenarnya adalah bulan itu, tetapi kebanyakan orang justru lebih tertarik dengan jari yang menunjuk tersebut dengan cara memakaikan perhiasan kepadanya, menyucikannya, bahkan mungkin menyembahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih lebih tertarik melihat bulan, jari adalah penunjuk arah. Jika suatu ketika saya lupa di mana letak bulan, saya tinggal melihat ke mana arah jari menunjuk, dan tidak melulu pada satu jari saja, karena semua jari menunjuk ke arah yang sama. Tetapi bukan berarti jari cuma berfungsi sebagai penunjuk arah. Kadang ketika langit mendung dan bulan tidak terlihat, saya merasa aman dengan melihat jari yang terus menunjuk, karena itu menunjukkan bahwa bulan selalu berada di sana, bahkan dalam keadaan langit tergelap sekali pun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4010521161824614340?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4010521161824614340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/oxymoron.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4010521161824614340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4010521161824614340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2012/01/oxymoron.html' title='oxymoron'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3968056184822090272</id><published>2011-12-31T08:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T08:42:41.324-08:00</updated><title type='text'>epilog tahun kelinci</title><content type='html'>&lt;i&gt;Jogja, 17 Desember 2011, 22.00&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada di balkon lantai tiga sebuah kamar hotel di daerah padat wisatawan Malioboro. Hujan masih belum juga reda, tetapi riuh turis serta tukang becak yang menawarkan jasanya juga tak reda. Hasrat untuk berlibur dari rutinitas harian para turis dan kebutuhan akan beberapa rupiah dari para tukang becak yang siap mengantar mereka kemana saja sepertinya merupakan perpaduan yang lebih kuat dari keinginan untuk menghangatkan diri di dalam bangunan. Seperti yang saya lakukan saat ini, walau pun sebenarnya tidak begitu hangat juga, dengan berbatang-batang rokok menthol yang saya sesap dan segelas teh panas sisa siang tadi yang tentu saja tidak lagi panas, tapi tetap lebih nyaman dibanding berada di bawah sana, setidaknya menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggi semacam ini selalu menghantarkan sensasi yang komplikatif untuk saya. Menyenangkan karena bisa melihat banyak hal dan bisa mendengar banyak suara dari bawah, membuat saya seperti pengamat yang bisa memperhatikan semua hal tapi tidak bisa dilihat oleh siapa pun. Di sisi lain menimbulkan perasaan hampa yang sesak, seolah seluruh dunia sedang berpesta di bawah sana dan kamu tidak diundang. Meski pun ini malam dan juga hujan, langit terlihat cukup terang. Cahaya buatan yang terpancar dari pemukiman padat penduduk di seberang sana cukup menjadi polusi cahaya yang ampuh untuk menyamarkan warna asli malam. Langit di selatan tampak lebih terang lagi. Sekaten di alun-alun adalah penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja kembali dari perjalanan menembus hujan deras mengelilingi Jogja bersama keluarga saya. Ada dua hal menarik yang saya lihat dari balik kaca mobil yang berembun dalam perjalanan tadi. Pertama adalah seorang perempuan yang duduk di kursi roda, sedang berusaha menyeberang jalan dibantu oleh seorang lelaki, entah saudaranya, adiknya, suaminya, atau mungkin orang yang kebetulan lewat. Perempuan itu memakai ponco, sementara si lelaki basah oleh hujan karena tidak memakai apa pun untuk melindungi tubuhnya selain pakaiannya. Si lelaki tampak kesulitan dan ragu-ragu ketika mendorong kursi si perempuan karena mungkin hujan yang deras membuatnya kesulitan melihat. Maka sementara keluarga saya sedang menertawakan dua orang perempuan yang asyik berfoto di area KM 0 padahal hujan sedang deras-derasnya, mata saya tidak bisa lepas dari lelaki dan perempuan berponco di kursi roda itu di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika berhenti di lampu merah lain, saya melihat seorang kakek tua yang berjalan sangat tertatih, sangat pelan menyibak tirai lebat bernama hujan. Dia membawa tongkat yang berbunyi "cring, cring" setiap kali dia menghentakkannya ke tanah. Kakek itu buta. Berjalan sendirian di pinggir jalan yang padat kendaraan (dia bahkan tidak berjalan di atas trotoar), tanpa ada satu pun orang yang peduli padanya. Hanya sebentar saya memperhatikannya karena lampu kembali hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pun otak saya merekam dua kejadian tersebut dengan durasi yang tidak lama, namun keduanya terus berputar di kepala saya malam ini, seperti sebuah film pendek yang diputar di program multimedia yang alih-alih memiliki tombol &lt;i&gt;"stop"&lt;/i&gt;, dia memiliki tombol &lt;i&gt;"repeat"&lt;/i&gt; yang telah diklik oleh seseorang, atau sesuatu. Sialnya meski pun adegan itu terus berputar dan mengganggu ketenangan saya, saya tahu tidak ada sesuatu pun yang bisa saya perbuat tentangnya. Saya semakin terganggu karena rasa kasihan biasanya hanya akan berujung pada kebencian dan kemarahan jika saya tidak melakukan apa pun untuk menawarnya. Hal inilah yang seringkali membuat saya memutuskan untuk mengabaikan hal-hal yang terjadi di sekitar saya yang tidak memiliki hubungan secara langsung dengan saya. Inilah yang membuat saya sering terkesan apatis terhadap orang lain padahal saya sendiri juga akan tersiksa jika memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita merasa lebih baik saat membicarakan ketidakberuntungan orang lain bersama teman-teman kita. Seolah dengan membicarakan dengan penuh empati tentang kemiskinan atau kelaparan atau pembunuhan atau apa pun itu di belahan bumi mana pun akan membuat hidup mereka semua menjadi lebih baik, sementara kita membicarakannya di hidup kita masing-masing yang nyaman. Kadang kita juga merasa lebih baik saat kita mendoakan mereka. Ketika Merapi meletus tahun kemarin, saya paling benci dengan slogan &lt;i&gt;"pray for Indonesia" &lt;/i&gt;yang diobral di berbagai media. Saya percaya Tuhan dan saya percaya dengan kekuatan doa, tapi ada kalanya ketika manusia membutuhkan sesuatu yang nyata, bukan &lt;i&gt;sekedar&lt;/i&gt; doa. Ada kalanya ketika ungkapan "dua tangan yang bekerja lebih baik daripada seribu tangan yang berdoa" betul-betul bermakna harfiah. Maka saya tidak melakukan apa pun malam ini, tidak membicarakannya dengan siapa pun, tidak juga memanjatkan doa.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bandung, 31 Desember 2011, 23.45&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu benci dengan tahun baru, terutama suara petasan atau kembang api atau apalah itu yang bikin sakit telinga. Setelah gagal untuk tidur padahal saya sudah berusaha membenamkan diri di bawah bantal dan meminum sebutir CTM agar lelap, dan karena untuk melanjutkan membaca &lt;i&gt;"The Pilgrimage" &lt;/i&gt;yang tak kunjung saya khatamkan padahal telah sebulan sejak seorang teman meminjamkannya pada saya itu tidak mungkin di tengah gempuran ledakan seperti ini, maka saya memutuskan untuk menyelesaikan tulisan yang sebelumnya hanya tersimpan di &lt;i&gt;draft&lt;/i&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah memutuskan, malam ini saya akan sedikit berdamai dengan perayaan tahun baru dengan menganggap kebisingan demi kebisingan dari terompet dan kembang api itu adalah hadiah untuk orang-orang yang selama ini terlalu takut untuk saya pikirkan dan terlalu malu untuk saya doakan. Hal-hal yang saya benci tersebut juga sebenarnya merupakan kemewahan yang tidak sederhana untuk mereka. Maka saya akan menurunkan ego saya dan menikmati langit yang kembali tersamarkan warna aslinya oleh semburat warna-warni sepersekian detik. Mungkin sehabis ini saya juga akan berdoa. Semoga selamat alam semesta beserta isinya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3968056184822090272?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3968056184822090272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/epilog-tahun-kelinci.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3968056184822090272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3968056184822090272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/epilog-tahun-kelinci.html' title='epilog tahun kelinci'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5507431376879700947</id><published>2011-12-26T20:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T08:53:47.582-08:00</updated><title type='text'>discombobulate</title><content type='html'>Ceritanya dulu ketika saya SD, uang lebaran saya masih tersisa cukup banyak. Saat itu Tamiya sudah tidak begitu keren lagi, maka daripada saya bingung akan menggunakannya untuk apa, saya ikut kakak saya ke Palasari (semacam pasar buku di Bandung), niat saya adalah membeli buku, buku apa saja. Di sana saya melihat sebuah buku yang sebenarnya sudah tidak asing lagi, buku tentang detektif yang sering diceritakan dalam komik Conan, Sherlock Holmes. Kemudian saya menukar seluruh sisa uang lebaran saya dengan buku itu. Judulnya &lt;i&gt;"Kumpulan Kasus Sherlock Holmes"&lt;/i&gt;. Buku pertama yang saya beli dengan uang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, seluruh judul dari karangan Sir Arthur Conan Doyle itu telah saya miliki. Novel yang sebenarnya tidak cocok dibaca oleh seorang anak SD, dan sebetulnya ceritanya baru saya pahami ketika kuliah saya membaca ulang buku-buku tersebut. Tapi tetap saja, kekaguman terhadap sosok Holmes itu telah mengendap di alam bawah sadar saya. Ketika saya SMP, ketika sedang booming-boomingnya &lt;i&gt;Counter Strike, &lt;/i&gt;saya selalu memakai nickname "Holmes" ketika bermain, dan teman-teman saya selalu keliru dengan menganggap saya menyukai Katie Holmes. Bahkan Sherlock Holmes sebenarnya adalah salah satu alasan saya kuliah di psikologi. Ketika saya bercita-cita menjadi detektif, dan menyadari tidak ada fakultas di Indonesia yang mengajari orang menjadi detektif, maka saya berganti cita-cita, profesi yang sedikit mirip: psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, ketika dua tahun yang lalu saya mendengar Sherlock Holmes akan dibuat film dan disutradarai oleh Guy Ritchie, saya langsung &lt;i&gt;over-excited &lt;/i&gt;karena saya juga pecinta semua film Guy Ritchie (kecuali &lt;i&gt;"Swept Away"&lt;/i&gt;). Meski pun sebenarnya agak mengecewakan karena hampir tidak ada karakter dalam film tersebut yang beraksen Inggris, tapi Sherlock Holmes versi Guy Ritchie benar-benar menghibur dan memuaskan saya dengan mengkonversi karakter asli Holmes dalam novel yang serius, dingin, sarkas, dan sedikit humoris menjadi Holmes yang cerdas tapi amat sangat konyol. Sangat Guy Ritchie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tahun ini Guy Ritchie membuat sekuelnya, &lt;i&gt;"A Game of Shadows". &lt;/i&gt;Setelah berbulan-bulan menunggu, kemarin akhirnya saya berhasil nonton film itu setelah siangnya berdiri dalam antrian penonton yang panjangnya melebihi antrian pembeli tiket di stasiun Lempuyangan setelah PT KAI menerapkan peraturan tidak boleh ada penumpang berdiri di kereta ekonomi. Guy Ritchie terlihat lebih banyak bereksperimen dalam sekuel ini, dari mulai efek sampai pergerakan kamera yang kesemuanya sangat kental dengan ciri khas Guy Ritchie. Sayangnya Guy Ritchie sempat agak terlalu menikmati eksperimennya sehingga sedikit kebablasan dalam beberapa hal yang membuat kenikmatan menonton menjadi sedikit berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal musik, saya sangat menyayangkan mengapa Hans Zimmer selaku &lt;i&gt;composer&lt;/i&gt; dalam dua film Sherlock Holmes tersebut terkesan sangat tidak kreatif dengan menggunakan kembali hampir semua &lt;i&gt;score&lt;/i&gt; dalam film pertama di film kedua ini. Pemeran Prof. Moriarty juga tidak begitu memikat saya, gestur, ekspresi, serta cara berbicaranya terkesan seperti penjahat pada umumnya. Saya berpikir betapa film ini akan sangat sempurna jika yang memerankan Moriarty adalah Anthony Hopkins. Tapi secara keseluruhan, &lt;i&gt;"A Game of Shadows" &lt;/i&gt;terasa lebih menyenangkan dan mengenyangkan untuk saya dibanding yang pertama. Ini terasa lebih..&lt;i&gt;epic&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meskipun saya menyukai kedua film tersebut, sejujurnya saya lebih menyukai Guy Ritchie ketika dia menyutradari &lt;i&gt;"Lock, Stock"&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;"Revolver"&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;"Snatch"&lt;/i&gt;, karena dalam film-film tersebut Guy Ritchie bisa menjadi lebih &lt;i&gt;jujur&lt;/i&gt;. Dalam seri Sherlock Holmes, Guy Ritchie terlihat menjadi sangat Hollywood dan mengikuti pasar. Satu hal yang sangat saya benci dalam film action adalah karakter utamanya selalu menjadi &lt;i&gt;menangan. &lt;/i&gt;Contoh dalam &lt;i&gt;"A Game of Shadows" &lt;/i&gt;adalah ketika Holmes, Watson, dan teman-teman gipsinya berlarian di hutan karena dikejar oleh serdadu Jerman. Peluru-peluru yang ditembakkan oleh para serdadu itu tidak ada yang mengenai &lt;i&gt;karakter-karakter penting&lt;/i&gt; dalam cerita, tetapi ketika salah satu jagoan menembak ke belakang, tembakannya selalu tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam inilah yang dilakukan juga oleh Christopher Nolan dalam &lt;i&gt;"Inception", &lt;/i&gt;meski pun film itu menurut saya amat bagus, saya lebih menyukai Nolan ketika dia membuat &lt;i&gt;"Following"&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;"Memento"&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;"Insomnia". &lt;/i&gt;Nolan terasa lebih &lt;i&gt;jujur &lt;/i&gt;dan terasa lebih &lt;i&gt;Nolan&lt;/i&gt; ketika membuat film-film tersebut dan ketika membuat &lt;i&gt;"Inception"&lt;/i&gt;, mau tidak mau ada hal-hal yang mesti dia tinggalkan demi memenuhi selera pasar dan kebutuhan industri. Hmm tiba-tiba saya malah jadi kepikiran, bagaimana jika Guy Ritchie dan Nolan suatu hari memutuskan untuk bertukar posisi, Guy Ritchie melanjutkan seri Batman, dan Nolan melanjutkan seri Sherlock Holmes. Saya pasti akan orgasme, pasti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5507431376879700947?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5507431376879700947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/discombobulate.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5507431376879700947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5507431376879700947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/discombobulate.html' title='discombobulate'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3743444195228033577</id><published>2011-12-21T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T20:16:59.731-08:00</updated><title type='text'>touché!</title><content type='html'>&lt;i&gt;"where do you want to go, my heart?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"anywhere, anywhere, out of this world."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span class="ssAdsydtd01"&gt;Charles Baudelaire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SMA, saya punya teman yang pemikirannya 'berbeda' dari siapa pun yang berada dalam radius lingkungan sekolah saya. Mungkin dia semacam Syekh Siti Jenar atau Gus Dur yang pemikirannya lebih maju dari zamannya sehingga seringkali lingkungan sosial tidak memahaminya untuk kemudian menjadi antipati terhadapnya. Saya dan beberapa teman yang memang semenjak awal selalu menganggap sekolah kami sangatlah menyebalkan dilihat dari segi mana pun, kemudian menjadi berteman akrab dengannya. Kami membicarakan segala hal yang sepertinya tidak akan dipahami oleh semua orang, tentang riuhnya politik, tentang zine-zine tua yang isinya selalu relevan untuk dibaca kapan pun, tentang band-band &lt;i&gt;underground&lt;/i&gt; yang liriknya kacangan tapi jujur, tentang buku seorang pemuja setan, tentang alkohol, tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pernah suatu hari sekolah kami mengadakan pensi, satu-satunya pensi yang pernah dibuat oleh SMA selama saya sekolah. Setelah bosan mendengar band-band yang begitu saja, saya dan teman saya itu memutuskan untuk menarik diri dari kerumunan dan duduk di satu pojokan yang sepi dari siapa pun. Kami ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya dia mengatakan hal yang menarik:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;"Kamu pernah ngerasain kesepian gak, Bi?"&lt;br /&gt;"Pernah lah.."&lt;br /&gt;"Kesepian yang bener-bener sepi?"&lt;br /&gt;"Maksudnya gimana?"&lt;br /&gt;"Jadi gini, kamu tahu kan kalo alam semesta tu luas, luas banget, ga ada ujungnya malah. Nah kita manusia tu cuman titik keciiiil banget dari sesuatu yang luas banget ini. Bahkan planet yang kita tinggalin tu aja gak ada artinya dibandingin alam semesta. Jadi kalo Bumi kiamat pun sebenernya gak ada pengaruhnya buat alam semesta itu sendiri, kalo ada ya kecil aja. Nah apalagi kita manusia, kalo kita mati tu sama sekali gak ada pengaruhnya buat semua ini. Tiap aku mikir betapa kecilnya manusia tu aku selalu ngerasa kosong, sepi. Itu &lt;i&gt;kesepian makro &lt;/i&gt;namanya, Bi.."&lt;/blockquote&gt;Kesepian makro, hal yang mungkin sangat familiar dan sering saya alami tetapi saya tidak tahu istilahnya. Bertahun-tahun saya akrab dengan istilah itu, dan perlahan menanamkannya ke dalam otak saya sebagai hal yang seharusnya, bahwa kita memang tidak penting, bahwa manusia memang tidak berarti apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beberapa waktu yang lalu ketika saya kembali merasakan perasaan seperti itu lagi, saya mengirim SMS kepada teman saya itu yang sesungguhnya telah lama sekali kami tidak bertemu dan berkomunikasi. Pesan singkat "kesepian makro." yang kemudian dibalas:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;i&gt;"no one will ever mean anything significant, so fuck being something for the big concept. i am being something by my own standard."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Tidak saya balas. Saya cuma tersenyum. Betapa Forrest Gump lagi-lagi benar, dunia adalah sekotak coklat berbagai rasa, kita akan tahu rasanya hanya jika kita mau memakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3743444195228033577?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3743444195228033577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/touche.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3743444195228033577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3743444195228033577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/touche.html' title='touché!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6789135555151974118</id><published>2011-12-13T08:53:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T08:48:29.964-08:00</updated><title type='text'>silence is the hardest thing for us to unveil</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PpRzoxP0fxk/TwCOLV2LUeI/AAAAAAAAAS0/6Lhd6OA1ZVM/s1600/IMG_0140bw.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-PpRzoxP0fxk/TwCOLV2LUeI/AAAAAAAAAS0/6Lhd6OA1ZVM/s320/IMG_0140bw.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;code style="font-family: inherit;"&gt;If the sunset is high above &lt;br /&gt;calling us to catch the light up &lt;br /&gt;the heat of our heart, warms like the weather &lt;br /&gt;so we keep walking hand in hand &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;grass in front of us &lt;br /&gt;won’t barry the road we passed like before &lt;br /&gt;wind blowin’ softly &lt;br /&gt;caressing our empty heart &lt;br /&gt;so we’ll never be lonely anymore &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;code style="font-family: inherit;"&gt;a word can hold the secret of the universe &lt;br /&gt;and silence is the hardest thing for us to unveil&amp;nbsp;&lt;/code&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;(Pure Saturday-Spoken)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6789135555151974118?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6789135555151974118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/silence-is-hardest-thing-for-us-to.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6789135555151974118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6789135555151974118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/silence-is-hardest-thing-for-us-to.html' title='silence is the hardest thing for us to unveil'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PpRzoxP0fxk/TwCOLV2LUeI/AAAAAAAAAS0/6Lhd6OA1ZVM/s72-c/IMG_0140bw.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7063857895382737438</id><published>2011-12-12T09:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T19:00:43.909-08:00</updated><title type='text'>bacalah kudai!</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;i&gt;"perpustakaan adalah rumah sakit bagi pikiran."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;Anonim&lt;/blockquote&gt;Pesimis. Itulah yang sempat dirasakan oleh saya dan teman-teman KKN ketika awal Agustus kemarin akan membuat taman bacaan di salah satu desa di Pagaralam. Tanggapan warga dan pemuda di sana yang cukup dingin ditambah kesadaran membaca warga yang sangat rendah adalah penyebabnya. Program pembuatan taman bacaan (atau saya lebih suka menyebutnya "perpustakaan" walau pun teman saya menolaknya karena menurutnya ini terlalu kecil untuk disebut perpustakaan, padahal menurut saya perpustakaan itu tidak ada hubungannya dengan ukuran) tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari di Jogja. Kami telah mengumpulkan sumbangan buku dari berbagai sumber yang bisa kami mintai, dari mulai sesama mahasiswa sampai perpustakaan kota. Kemudian terkumpullah sekitar 500 eksemplar buku dari berbagai spesies dan nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami harus menyortir lagi buku-buku mana saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam perpustakaan tersebut kelak. Setelah itu ada klasifikasi. Kami belajar menggunakan klasifikasi Dewey yang lucunya baru saja saya baca tentang itu di &lt;i&gt;"Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken"&lt;/i&gt;-nya Jostein Gaarder beberapa waktu sebelumnya. Yang cukup sulit adalah menentukan tempat dimana perpustakaan ini akan berada. Ada warga yang menawarkan tanah kosong di samping rumahnya untuk digunakan, tetapi kami tidak memiliki uang untuk membangun bangunan baru. Ada tawaran untuk menggunakan halaman belakang masjid, tetapi jika hujan akan kebasahan. Akhirnya ada warga yang menawarkan kolong rumahnya sebagai tempat berlabuh buku-buku tersebut (warga Pagaralam tinggal di rumah panggung, jadi kolong rumahnya biasa digunakan untuk gudang atau kandang anjing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembersihan total bekas gudang tersebut kami lakukan selama berhari-hari, dari mulai memindahkan barang-barang yang debunya banyak minta ampun, menambal lubang di sana-sini, mengecat ulang, sampai menggambari tembok dengan tokoh &lt;i&gt;"Shaun The Sheep"&lt;/i&gt; yang setelah jadi malah mirip monster laba-laba. Segera setelah peresmian perpustakaan yang kami beri nama Bacalah Kudai (artinya adalah "bacalah dulu" dalam bahasa Besemah) tersebut dilakukan, berhamburanlah para manusia dari mulai anak-anak sampai orangtuanya untuk mengambil buku, buku apa saja. Segala keraguan kami terhapuslah sudah, warga jadi senang membaca. Sungguh pemandangan yang indah, melihat para warga memegang buku sambil duduk bersandar di dinding bergambar monster laba-laba dan pelangi yang tidak simetris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga KKN selesai pun, ternyata Bacalah Kudai tetap berjalan dengan diurus oleh pemuda karang taruna. Bahkan tempo hari kami dikabari oleh ketua RW bahwa di sana para warga sedang bergotong royong membangun TK di sekitar perpustakaan, semua berawal dari kegiatan di perpustakaan yang semakin beragam dan progresif. Maka saya tetapkan membuat perpustakaan di desa sebagai salah satu hal terkeren yang pernah saya lakukan. Dan karena ini menyenangkan, saya harus melakukannya lagi kapan-kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--jDIFxynXWA/TuYtH_VRSPI/AAAAAAAAASA/srnjTqfzK-s/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/--jDIFxynXWA/TuYtH_VRSPI/AAAAAAAAASA/srnjTqfzK-s/s320/1.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TpIZOTUWjMk/TuY2EI7mcqI/AAAAAAAAASg/ouOSjSEEIX4/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://1.bp.blogspot.com/-TpIZOTUWjMk/TuY2EI7mcqI/AAAAAAAAASg/ouOSjSEEIX4/s320/4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-g1O1uQRIm4w/TuYz5XxhQUI/AAAAAAAAASQ/uiHuaQKWBo0/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://4.bp.blogspot.com/-g1O1uQRIm4w/TuYz5XxhQUI/AAAAAAAAASQ/uiHuaQKWBo0/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9TJ8-P28gd0/TuY1T5tD3xI/AAAAAAAAASY/IaUkdXlH1Vo/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-9TJ8-P28gd0/TuY1T5tD3xI/AAAAAAAAASY/IaUkdXlH1Vo/s320/2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7063857895382737438?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7063857895382737438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/bacalah-kudai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7063857895382737438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7063857895382737438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/bacalah-kudai.html' title='bacalah kudai!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--jDIFxynXWA/TuYtH_VRSPI/AAAAAAAAASA/srnjTqfzK-s/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7299618853880310837</id><published>2011-12-07T08:23:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T08:23:28.127-08:00</updated><title type='text'>away we go: lagi-lagi tentang perjalanan, dan lagi-lagi tentang pulang</title><content type='html'>Saya adalah seorang pemuja film, segala jenis film, dari barat sampai timur, dari utara sampai selatan. Jika diibaratkan makanan, buku adalah makanan penuh gizi yang harus dikunyah pelan-pelan, diresapi, dihayati, ditelan sedikit-sedikit dengan penuh hati-hati, dan setelahnya harus ditunggu agar gizi-gizi yang terkandung di dalamnya terserap sempurna ke dalam otak kita; sementara film adalah makanan yang mengandung nilai gizi yang sama tetapi dapat dikonsumsi secara cepat dengan sekali telan, mungkin semacam beragam jenis buah, sayur, daging, serta karbohidrat yang dicampur menjadi satu, dijus, kemudian dapat dihabiskan dalam beberapa detik, dan setelahnya otak kita sama-sama mendapat asupan gizi yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sayangnya tidak semua film yang saya tonton memiliki rasa yang pas untuk "lidah" saya. Film terakhir yang saya tonton yang menurut saya bagus adalah &lt;i&gt;Pintu Terlarang&lt;/i&gt;-nya Joko Anwar, dan itu sudah hampir dua bulan yang lalu. Maka sebelum saya berubah menjadi &lt;i&gt;retarded &lt;/i&gt;karena setiap hari dibombardir oleh episode demi episode &lt;i&gt;South Park&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Family Guy&lt;/i&gt; yang memaksa untuk menanggalkan segala bentuk penggunaan intelegensi serta rasionalitas untuk bisa menikmatinya, saya memutuskan untuk pergi ke Moviebox dan mengajak *ehm apa itu istilahnya? "pacar"? yah itulah* dan memilih salah satu judul film secara acak untuk ditonton saat itu juga, dan terpilihlah &lt;i&gt;Away We Go&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disutradari oleh Sam Mendes, orang yang membuat &lt;i&gt;Road to Perdition&lt;/i&gt; (film yang cukup berpengaruh untuk saya beberapa tahun yang lalu), &lt;i&gt;Away We Go&lt;/i&gt; memiliki plot yang sederhana dan kompleks di saat yang sama. Sepasang kekasih bernama Burt dan Verona yang sedang hamil tua (kekasih, bukan suami-istri, karena Verona tidak pernah memahami mengapa orang harus menikah) melakukan perjalanan keliling Amerika untuk bersenang-senang setelah orang tua Burt yang selama ini tinggal di dekat mereka pindah ke Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, mereka bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang kelak akan mengubah hidup mereka. Memang tipikal film perjalanan, dimana si tokoh akan belajar dari perjalanannya untuk kemudian menemukan bahwa harta karun terbesar mereka selama ini sebenarnya terletak tak jauh dari mereka. Tapi Sam Mendes berhasil dalam mengemas aspek-aspek romantis, cerdas, lucu, menghibur, serta melegakan secara utuh ke dalam sebuah film Amerika yang menurut saya sama sekali tidak terasa Holywood, malah mirip film-film Eropa. Yang jelas &lt;i&gt;Away We Go &lt;/i&gt;mutlak memberikan saya kepuasaan menonton dan otomatis masuk ke dalam daftar film bergizi yang saya konsumsi tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ecx.images-amazon.com/images/I/512P4qeH6gL._SX500_.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/512P4qeH6gL._SX500_.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;Berhubung saya tidak terlalu suka mereview sesuatu apalagi film, karena review itu seringnya malah menjadi racun yang membuat kepuasan menonton menjadi berkurang karena pikiran kita telah dipenuhi oleh ekspektasi-ekspektasi yang berasal dari pikiran orang lain, maka tulisan ini saya akhiri di sini saja. Ini memang bukan film serius, tapi juga bukan film kacangan. Agak tidak direkomendasikan untuk ditonton sendirian, dan sangat direkomendasikan untuk ditonton berdua bersama *ehm apa itu tadi istilahnya? "pasangan"? yah apalah itu* yang sama-sama tidak percaya dengan konsep pernikahan. Selamat menonton, selamat berjalan, selamat pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7299618853880310837?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7299618853880310837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/away-we-go-lagi-lagi-tentang-perjalanan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7299618853880310837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7299618853880310837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/12/away-we-go-lagi-lagi-tentang-perjalanan.html' title='away we go: lagi-lagi tentang perjalanan, dan lagi-lagi tentang pulang'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5816303654104299710</id><published>2011-11-22T19:09:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T22:16:51.995-08:00</updated><title type='text'>que ironía</title><content type='html'>Serupa air terjun yang tak pernah henti menerjunkan pesan kepada tanah melalui partikel-partikel bening yang sesungguhnya adalah bagian dari dirinya, aku akhirnya sampai di titik ini. Titik di mana aku akhirnya harus terjun kembali untuk menyampaikan pesan darimu yang tanpa sadar sebenarnya ditujukan untuk dirimu sendiri, juga untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menutup kelima indraku dan bersikeras mengatakan pada diriku sendiri bahwa semua ini tidak pernah terjadi sebelumnya, bahwa pesan-pesan tersebut ditujukan hanya untukmu, dan aku tidak memiliki peran apa-apa di dalamnya kecuali hanya sebagai media pengantar, atau pemantul, seperti cermin, yang kacanya penuh dengan kata-kata yang tertulis terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku membiarkan diriku membeku di udara, membiarkan semuanya mengalir, membiarkan semuanya terjun bebas, membiarkan semuanya berubah kecuali diriku. Tanpa menyadari bahwa sebenarnya aku pun akan berubah dengan atau tanpa kehadiran dirimu, karena pada akhirnya sang kala akan mampu mengikis karang yang terbuat dari kumpulan apologi yang kubuat, sekeras apa pun itu. Maaf, jika suatu hari aku harus berjalan tanpamu, tanpa siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cRIL7cvzJzs/Tsxir0NDzYI/AAAAAAAAAR4/FFWnSfIQTOQ/s1600/Roll1_B002824-R1-07-23bw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://1.bp.blogspot.com/-cRIL7cvzJzs/Tsxir0NDzYI/AAAAAAAAAR4/FFWnSfIQTOQ/s400/Roll1_B002824-R1-07-23bw.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="st"&gt;"&lt;i&gt;if irony were made of strawberries, we'&lt;/i&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;i&gt;d all  be drinking a lot of smoothies right now&lt;/i&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5816303654104299710?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5816303654104299710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/que-ironia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5816303654104299710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5816303654104299710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/que-ironia.html' title='que ironía'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cRIL7cvzJzs/Tsxir0NDzYI/AAAAAAAAAR4/FFWnSfIQTOQ/s72-c/Roll1_B002824-R1-07-23bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4482987200833782243</id><published>2011-11-14T09:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T18:26:04.997-08:00</updated><title type='text'>footlose and fancy free</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0in;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: black; color: #cccccc; font-family: inherit;"&gt;Dalam &lt;i&gt;"Into The Wild"&lt;/i&gt;, Alexander Superstramp&amp;nbsp;alias&amp;nbsp;Christopher McCandless bilang bahwa kebahagiaan itu tidak datang dari hubungan antar manusia, makanya dia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan mapannya, meninggalkan keluarga dan semua uangnya untuk kemudian pergi sendirian ke utara, ke Alaska. Untuk apa? Untuk menemukan dirinya, untuk menemukan kebahagiaan di tengah kesendiriannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: black; color: #cccccc; font-family: inherit;"&gt;Sepertinya ide untuk menarik diri dari pola hidup yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, mengendap dalam bawah sadar, untuk kemudian diyakini sebagai&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;sesuatu yang seharusnya&lt;/i&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pernah muncul dalam benak siapa pun. Begitu pula saya. Sehabis menonton film tersebut beberapa tahun yang lalu, saya selalu terobsesi untuk melakukan perjalanan sendirian, ke tempat yang jauh, yang benar-benar di luar jangkauan rasa aman dan nyaman saya. Tetapi berbagai kesibukan saat itu tidak pernah mengizinkan saya untuk melakukannya, sehingga obsesi itu akhirnya takluk juga oleh kenyataan bahwa segala sesuatu --bahkan yang terliar sekalipun-- itu menunggu saat yang tepat untuk terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: black; color: #cccccc; font-family: inherit;"&gt;Saat ini ketika saya telah memiliki banyak waktu untuk melakukan lebih banyak hal yang dulu tidak bisa saya lakukan, seperti melakukan perjalanan sendirian, saya malah tidak melakukannya. Karena ketika hidupmu tidak lagi menawarkan tantangan, ketika tidak ada lagi beban-beban yang membuatmu sulit untuk sekedar menghela nafas, akan sulit untuk menemukan alasan yang tepat untuk dirimu sendiri kenapa kamu beranjak dari itu semua. Justru saya malah merindukan itu semua, saat-saat dimana sulit bernafas karena pekerjaan yang sepertinya tidak pernah habis justru menjadi momen yang paling melegakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: black; color: #cccccc; font-family: inherit;"&gt;Apakah hubungan antar manusia benar-benar tidak menawarkan kebahagiaan yang dapat direguk di dalamnya? Saya tidak tahu. Yang jelas memang kadang relasi dengan orang lain akan membuat gesekan-gesekan dalam pikiran yang membuat kita tidak nyaman. Karena bukankah ketika berhubungan dengan orang lain sebenarnya tanpa sadar kita telah sepakat untuk berbagi dunia dengannya? Kemudian ketika suatu hari terjadi sesuatu dalam hubungan itu yang bertabrakan dengan konsepsi-konsepsi kita tentang hidup, tentang dunia personal yang kita masing-masing miliki, itu akan menimbulkan friksi dalam hati kita? Lalu apakah sebaiknya setiap orang hidup dalam dunianya sendiri dan berkubang dalam kepercayaan-kepercayaan serta egonya masing-masing sehingga dunia personalnya yang ideal tidak perlu terkontaminasi oleh masalah-masalah yang datang dari galaksi kehidupan orang lain? Entahlah, yang jelas ada konsekuensi untuk setiap hal yang terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cccccc; font-family: inherit;"&gt;Tapi saya tidak suka ending dari film itu (yang sebenarnya adalah ending dari kehidupan nyata seseorang). Ketika akhirnya sebelum mati McCandless bilang bahwa kebahagiaan itu hanya ada jika dibagi, bahwa manusia itu tidak akan bahagia ketika tidak ada orang lain di sekelilingnya. Bukan ide tentang kebahagiaan itu yang mengganggu, tetapi bahwa dia mengatakan hal yang sama sekali kontradiktif dengan kepercayaannya selama ini ketika dia tengah menghabiskan masa-masa terakhir hidupnya di tempat yang sangat dia impikan dan membutuhkan perjuangan yang keras untuk bisa sampai di sana adalah kenyataan yang benar-benar menyebalkan untuk dilihat. Semacam seseorang yang berhasil menjual gelang &lt;i&gt;Power Balance&lt;/i&gt; kepada orang banyak untuk kemudian berkata bahwa sebenarnya gelang-gelang itu tidak memiliki efek apa pun. Yah begitulah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4482987200833782243?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4482987200833782243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/footlose-and-fancy-free.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4482987200833782243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4482987200833782243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/footlose-and-fancy-free.html' title='footlose and fancy free'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4084040429859871781</id><published>2011-11-11T06:56:00.000-08:00</published><updated>2011-11-11T18:51:59.614-08:00</updated><title type='text'>ambrosia</title><content type='html'>Halo. Saya bikin buku loh. Niat awalnya bikin karena mau diikutin lomba, tapi berhubung ga menang, akhirnya saya perbanyak sendiri. Judulnya Ambrosia, isinya biasa aja sih, cuma kumpulan cerita-cerita fiksi sama puisi atau apa pun deh itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengennya sih saya bagi-bagiin gratis, tapi berhubung saya buat makan aja masih nunggu kiriman (yang sering telat), jadi kalo mau gantiin ongkos cetak aja 30 ribu. Iya emang mahal, kalo saya sih daripada beli buku dari penulis yang namanya aja saya ga pernah denger, mending ke Togamas dan beli buku harga segitu yang kualitasnya jauh lebih menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo tetep pengen mah ya udah mau gimana lagi, hubungin aja saya di lulabimenujumati@yahoo.co.uk atau 08562554565. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-O-o6LRFFUMM/Tr03bjlbRiI/AAAAAAAAARw/9H475js7CM0/s1600/DSC_6471abw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-O-o6LRFFUMM/Tr03bjlbRiI/AAAAAAAAARw/9H475js7CM0/s400/DSC_6471abw.jpg" width="291" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4084040429859871781?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4084040429859871781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/ambrosia.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4084040429859871781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4084040429859871781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/ambrosia.html' title='ambrosia'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-O-o6LRFFUMM/Tr03bjlbRiI/AAAAAAAAARw/9H475js7CM0/s72-c/DSC_6471abw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2858170224844159410</id><published>2011-11-08T19:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T19:01:45.017-08:00</updated><title type='text'>is it wicked not to care?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oLcs_fRPQj4/TrnpkWWJmLI/AAAAAAAAARo/MBXzVREiS4Y/s1600/000052bc.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-oLcs_fRPQj4/TrnpkWWJmLI/AAAAAAAAARo/MBXzVREiS4Y/s400/000052bc.jpg" width="276" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"God help the girl, she needs all the help she can get."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2858170224844159410?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2858170224844159410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/is-it-wicked-not-to-care.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2858170224844159410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2858170224844159410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/11/is-it-wicked-not-to-care.html' title='is it wicked not to care?'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-oLcs_fRPQj4/TrnpkWWJmLI/AAAAAAAAARo/MBXzVREiS4Y/s72-c/000052bc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3540577261904927169</id><published>2011-10-25T10:17:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:18:39.626-07:00</updated><title type='text'>nasionalisme komodo</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;i&gt;"Dukung Pulau Komodo menjadi keajaiban dunia dengan cara mengetik komodo dan kirim ke 9818"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Semenjak kalimat itu bertebaran di berbagai media, bukannya ikutan mengirim SMS, justru saya merasa aneh. Aneh karena kenapa juga keajaiban dunia harus ditentukan lewat polling SMS, dan makin aneh karena banyak orang yang merasa perlu untuk mendukung upaya absurd tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke saya akui, saya bukan seorang nasionalis. Saya tidak pernah menonton Timnas Indonesia bertanding walau pun berulang kali diajak teman. Selain tidak suka sepak bola, saya juga selalu geli sendiri dengan "nasionalisme dadakan" dalam acara semacam itu. Saya tidak pernah mencintai negara ini seperti orang lain di negeri mencintainya. Bukan, bukan karena pemerintah di sini (katanya) korup, bukan karena rakyat di sini (katanya) pemalas dan plagiat. Atau bukan berarti saya tidak menghargai jasa para pahlawan yang (katanya) berdarah-darah memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Saya hanya tidak pernah setuju dengan konsep bernama "negara", di mana sebuah wilayah bisa dikuasai dan didominasi oleh manusia. Sebuah konsep di mana manusia-manusia di dalamnya sibuk berkompetisi dengan penduduk negara lain bahkan untuk sebuah hal paling aneh sekalipun. Sebuah konsep di mana manusia di dalamnya bersusah payah membuktikan untuk membuktikan pada diri mereka sendiri bahwa mereka lebih baik dalam segala bidang dari manusia-manusia dari teritori lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti saya membenci Indonesia beserta segala isinya. Saya selalu ingin pergi ke Belitung, saya selalu ingin melihat Anak Krakatau dari dekat, saya ingin ke Aceh dan menikmati kopi kala pagi di sana, saya selalu merasakan kesenangan setiap kali membaca cerita wayang, saya selalu ingin bertemu dengan Suku Dayak dan Baduy Dalam di daerah asli mereka, saya selalu merasa Bali adalah tempat terdamai di Bumi, dan Raja Ampat adalah surga yang harus saya datangi suatu hari. Maka ketika saya mendambakan dan menyukai hal-hal tersebut, bukan berarti saya mencintai Indonesia, kebetulan saja hal-hal tersebut terdapat dalam wilayah yang dilabeli "Indonesia". Sama jika saya berkata selalu ingin mengunjungi Eropa, bukan berarti saya lebih menyukai Eropa dibanding Indonesia. Tapi kebetulan saja "Eropa" terletak di Eropa. Aneh? Tidak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula menurut saya hari ini nasionalisme adalah barang mewah, barang eksklusif. Banyak orang dengan kreatifnya mendandani nasionalisme agar terlihat menarik, tapi justru hal-hal tersebut membuatnya menjadi lucu. Satu contoh, penulisan Indonesia yang sering ditulis dengan "indONEsia" dengan atau buku yang ditulis oleh seorang presenter TV yang diberi judul "Nasional Is Me". Bukankah lucu, jika untuk menunjukkan kecintaan dan loyalitas untuk sebuah negara saja harus menggunakan bahasa dari negara lain? Maksud saya, apa bahasa Indonesia begitu memalukannya untuk digunakan? Apa mereka lupa ada sesuatu bernama "sumpah pemuda"? Pengaruh globalisasi? Mengimbangi progesivitas zaman? Blah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke cukup, balik lagi ke komodo. Saya tidak tahu bagaimana ceritanya sampai untuk menentukan tujuh keajaiban dunia yang baru mereka harus memutuskannya lewat polling SMS. Tetapi sekali lagi, kenapa juga keajaiban dunia harus ditentukan lewat SMS? Keajaiban tetap akan menjadi keajaiban dengan atau tanpa persetujuan dari orang banyak. Saya sempat kaget setelah mengetahui ternyata Borobudur tidak pernah masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia, padahal selama belasan tahun saya dicekoki oleh informasi bahwa Borobudur adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Lalu saya sadar, dengan atau tanpa masuk daftar keajaiban dunia versi manapun, saya tetap menganggap Borobudur adalah keajaiban, dan saya tetap menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tadi siang saya lihat di berita, Pulau Komodo terancam kalah dari bursa keajaiban karena mendapat saingan dari Malaysia, yaitu kadal air raksasa yang konon mirip biawak. Baik komodo atau pun kadal air raksasa yang akhirnya menang, menurut saya kemenangan bukan milik mereka, tapi milik manusia yang mendapat keuntungan darinya. Kata pemerintah jika Pulau Komodo menjadi keajaiban baru, pendapatan warga NTT akan meningkat seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. Lalu bagaimana nasib para komodo itu? Bukan kah mereka menjadi ajaib karena merupakan hewan yang berhasil bertahan hidup dari dinamika alam selama jutaan tahun? Jika Pulau Komodo kelak menjadi semakin populer, bukan kah akan semakin banyak manusia yang datang ke sana? Dan bukankah itu malah akan membuat para komodo itu menjadi terbiasa dengan manusia, kemudian menjadi jinak dan lama-lama kehilangan naluri "komodo"-nya? Lalu apa ajaibnya hal semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komodo yang malang, bertahan hidup jutaan tahun hanya untuk menjadi tontonan makhluk baru bernama manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3540577261904927169?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3540577261904927169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/nasionalisme-komodo.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3540577261904927169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3540577261904927169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/nasionalisme-komodo.html' title='nasionalisme komodo'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4479096883300835011</id><published>2011-10-25T10:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T10:18:02.237-07:00</updated><title type='text'>me strange old mate</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PtrgfQuxWbc/TqbuGnnFrqI/AAAAAAAAARQ/0gGJ-vECuq4/s1600/000006a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-PtrgfQuxWbc/TqbuGnnFrqI/AAAAAAAAARQ/0gGJ-vECuq4/s400/000006a.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bandung bagi saya hari ini terasa seperti kawan yang telah lama sekali tidak berjumpa: saya tidak lagi mengerti bahasanya, apa yang dia bicarakan, apa yang dia kenakan, dan apa yang dalam pikirannya. Kami sudah tidak bisa lagi lama-lama bercengkerama, karena masing-masing dari kami telah berada di dunia yang berbeda yang tidak memungkinkan bagi kami untuk menjelaskan dengan tepat dunia kami agar masing-masing dari kami mengerti satu sama lain. Yah, &lt;i&gt;everything's changing, eh?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4479096883300835011?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4479096883300835011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/me-strange-old-mate.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4479096883300835011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4479096883300835011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/me-strange-old-mate.html' title='me strange old mate'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PtrgfQuxWbc/TqbuGnnFrqI/AAAAAAAAARQ/0gGJ-vECuq4/s72-c/000006a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7809069472652509470</id><published>2011-10-13T10:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T10:43:48.808-07:00</updated><title type='text'>gathering storm</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-E87vrSMzkmw/TpcciGjkuSI/AAAAAAAAARI/iUjvJUPgbc0/s1600/Roll1_B000704-R1-03-30Aa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-E87vrSMzkmw/TpcciGjkuSI/AAAAAAAAARI/iUjvJUPgbc0/s400/Roll1_B000704-R1-03-30Aa.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"terbuat dari apakah kenangan?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;karena pada suatu kala&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;mereka yang pernah singgah dalam kepalamu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;akan berhamburan keluar&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tanpa aba-aba&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tanpa pertanda&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tanpa tata krama&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;tidak ada lagi yang bisa dipercaya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tidak ada lagi yang bisa dipegang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;bahkan tidak juga kau sendiri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;karena bukankah kau sendiri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;juga berubah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;juga tak betah terbang satu arah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;sementara Tuhan sudah jenuh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;untuk kau ajak berkeluh&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;dan ternyata&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tidak pernah ada akhir&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;ini adalah lingkaran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;dengan pengulangan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;yang tersamarkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;jadi,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"terbuat dari apakah kenangan?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7809069472652509470?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7809069472652509470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/terbuat-dari-apakah-kenangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7809069472652509470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7809069472652509470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/terbuat-dari-apakah-kenangan.html' title='gathering storm'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-E87vrSMzkmw/TpcciGjkuSI/AAAAAAAAARI/iUjvJUPgbc0/s72-c/Roll1_B000704-R1-03-30Aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2134364477365966639</id><published>2011-10-02T10:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T10:44:08.732-07:00</updated><title type='text'>awalan, di sisi lain juga merupakan akhiran dari sesuatu yang sama</title><content type='html'>&lt;i&gt;"i've got the best thing in the world &lt;br /&gt;coz i got you in my heart.."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, tiba-tiba saja&lt;i&gt; &lt;/i&gt;lagu itu berputar terus dalam kepala saya sepanjang perjalanan menyusuri Selokan Mataram. Kemudian kami sampai di sebuah warung (atau kafe? atau kedai? apalah itu namanya) yang menjual susu murni dengan berbagai varian rasa. Sebuah tempat yang sebenarnya kami sesali untuk mendatanginya karena belakangan kami baru sadar bahwa itu adalah semacam tempat --emm, maaf-- &lt;i&gt;gaul&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di tengah-tengah para manusia yang sebagian besar sibuk menunduk menekan-nekan benda plastik milik mereka dan suara lagu-lagu populer yang diputar dengan volume kelewat besar oleh operator dari balik meja kasir, kami duduk sambil menyeruput susu dingin rasa nangka dan teh hijau yang kami pesan sambil sesekali mengomentari orang-orang sekitar kami, dari mulai sekelompok anak remaja yang duduk di pojokan yang tampak seperti gabungan antara pesulap, anak band, dan &lt;i&gt;Justin Bieber&lt;/i&gt; dengan pakaian serba hitam mereka yang ganjil sampai stasiun televisi yang belakangan gemar membayar pelawak-pelawak tidak lucu (mungkin mereka bukan pelawak, tapi dengan tendensi untuk menjadi lucu dan menghibur yang mereka bawa, toh predikat "pelawak tidak lucu" pas juga untuk dilekatkan pada mereka) untuk mendakwahkan pesan-pesan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya saya tahu saya seharusnya memang tidak perlu mengomentari remaja, apalagi penampilannya, karena remaja memang seharusnya seperti itu, dan toh dulu juga mungkin saya sama anomalinya seperti mereka. Dan iya televisi memang sudah brengsek dari sananya, dan membicarakan lagi kebrengsekannya sebenarnya adalah hal yang sia-sia. Tapi membicarakan hal yang tidak perlu dibicarakan dan sia-sia sebenarnya perlu juga dalam saat-saat tertentu. Bukankah manusia adalah yang makhluk yang senang &lt;i&gt;ngrasani&lt;/i&gt;? Senang berkomentar? Jadi ya perlu juga, kebutuhan psikologis kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"i've got the best thing in the world   &lt;br /&gt;coz i got you in my heart.."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lagu itu terdengar dari &lt;i&gt;speaker&lt;/i&gt; yang volumenya perasaan makin besar saja. Wah Tuhan sedang bercanda, pikir saya dalam hati sambil saya senyum-senyum sendiri yang juga dalam hati. Ini mungkin pertanda. Lalu saya mulai saja percakapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jadi gimana menurut kamu?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tentang apa?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tentang kita.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sederet dialog lanjutan yang berakhir beberapa saat setelah lagu itu berakhir. Kami pun bersalaman, memulai sesuatu yang harus saya akui memang telah membuat saya harus menelan kembali apa yang selama ini telah saya muntahkan, tentang relasi, tentang hubungan antar manusia, tentang perasaan, dan hal-hal semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah perangkap, dan malam ini saya telah melepaskan segala bentuk pertahanan diri untuk membiarkan diri saya terperangkap begitu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2134364477365966639?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2134364477365966639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/awalan-di-satu-sisi-juga-adalah-akhiran.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2134364477365966639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2134364477365966639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/10/awalan-di-satu-sisi-juga-adalah-akhiran.html' title='awalan, di sisi lain juga merupakan akhiran dari sesuatu yang sama'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1291071060991922710</id><published>2011-09-20T11:01:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T11:04:21.822-07:00</updated><title type='text'>poly-tricks</title><content type='html'>Jogja telah begitu menyatu dalam memori saya, hampir tidak ada lagi tempat yang belum pernah saya jamah disini. Maka ketika sore tadi kami bingung mau kemana untuk mengisi waktu kami yang saat ini telah begitu longgar semenjak tercerabut dari rutinitas kepengurusan, saya memacu motor saya begitu saja tanpa tujuan di kota yang belakangan cuacanya bersahabat ini. Dia yang saya bonceng juga tidak banyak bicara, karena kami telah sepakat bahwa pertanyaan "mau kemana?" adalah pertanyaan yang absurd dan sulit untuk dijawab dan seringkali malah akhirnya tidak membawa kami kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami sampai di sebuah tempat dimana turis biasanya mengasosiasikan Jogja dengan tempat ini selain Malioboro: Alun-Alun Utara. Tempat itu begitu ramai. Banyak sekali orang memadati lapangan dengan dua pohon beringin itu. Sebagian besar berpakaian hitam, sebagian lagi memakai baju bergambar dua orang berjas dan memakai peci, ada juga orang-orang yang memakai kaos bertuliskan salah satu suporter sepakbola. Bendera-bendera besar berwarna merah dan kuning dikibarkan dimana-mana. Mata mereka semua tertuju kepada orang-orang yang berbicara diatas panggung di sebelah selatan. Oh rupanya ini acara kampanye calon walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian puluhan motor disiapkan untuk berkonvoy entah menuju kemana. Sebagian besar menggunakan knalpot super berisik yang sibuk &lt;i&gt;digerung-gerung&lt;/i&gt; oleh si pengendara yang memboncengi dua orang di belakangnya dan tidak ada yang memakai helm. Saya sempat bingung, saya sedang berada di tengah massa pendukung calon walikota atau geng motor, atau malah kumpulan preman pasar. Entahlah, sentimensi saya terhadap kampanye memang tidak akan pernah hilang. Kegiatan yang menurut saya tidak ada bedanya dengan prostitusi. Iya kan? Sama-sama "menjual diri", bedanya kampanye adalah prostitusi yang dihalalkan dan malah sering didukung oleh para ulama-ulama &lt;i&gt;entertainment &lt;/i&gt;yang mempromosikan calon yang membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena iseng, kami bergabung dengan parade motor berisik itu. Sesuatu yang akhirnya kami sesali, karena knalpot mereka terus saja dikumandangkan sementara jalanan begitu macet. Saya hampir memaki keras-keras, tapi tidak jadi karena di kiri-kanan saya adalah mereka yang sepertinya simpatisan yang begitu loyal dengan membawa bendera yang lebih besar dari motornya. Ketika saya mendapat kesempatan untuk berbelok kearah Wijilan dan membebaskan diri dari mereka yang terus kearah timur, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kemudian dibawah Plengkung Wijilan saya berteriak kencang-kencang &lt;i&gt;"asuuuu!!"&lt;/i&gt;. Kami berdua tertawa terbahak-bahak, dan melanjutkan perjalanan ke arah selatan sambil merayakan jalanan yang sepi dari para pendukung prostitusi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1291071060991922710?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1291071060991922710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/poly-tricks.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1291071060991922710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1291071060991922710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/poly-tricks.html' title='poly-tricks'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-505663349594478260</id><published>2011-09-19T04:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T04:17:49.501-07:00</updated><title type='text'>curhat#8</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;ego saya ternyata sangat besar. saking besarnya sampai kadang menghalangi pandangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-505663349594478260?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/505663349594478260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/curhat8.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/505663349594478260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/505663349594478260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/curhat8.html' title='curhat#8'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6930696951816324420</id><published>2011-09-18T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T19:37:51.928-07:00</updated><title type='text'>urbanisasi vs udikisasi</title><content type='html'>Ketika semester 1, saya ingat dosen antropologi saya pernah memberikan soal ujian yang kira-kira berbunyi &lt;i&gt;"coba jelaskan fenomena mudik lebaran menurut teori apa saja yang Anda suka!"&lt;/i&gt;. Jujur, bahkan sampai sekarang, saya masih belum bisa memahami mengapa orang-orang mau melakukan sesuatu bernama mudik. Mengapa orang-orang mau berdesak-desakan dalam berbagai angkutan transpotasi umum yang harga tiketnya lebih dari dua kali lipat harga normal. Mengapa orang-orang rela bermacet-macetan di jalan yang panas berdebu berjam-berjam, bahkan berhari-hari, belum lagi ditambah statistik kecelakaan yang selalu meningkat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu semakin mengusik saya ketika tempo hari saya melakukan perjalanan Jogja-Bandung saat arus balik sedang memuncak menggunakan mobil dengan waktu 24 jam. 24 jam! Sehari penuh. Memang saya pernah melakukan perjalanan selama dua hari dua malam ke Sumatera. Tapi 24 jam untuk ukuran Jogja-Bandung adalah sesuatu yang menggelikan. Jarak yang biasanya hanya saya habiskan selama 8 jam menggunakan kereta, atau paling lama 10 jam dengan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik, asal katanya pastilah udik, atau desa. Jadi secara logika mudik adalah pergi ke udik, atau kembali ke desa. Nah pertanyaannya, mengapa harus setiap lebaran? Mengapa tidak hari lain dimana lalu lintas sedang-sedang saja, dan harga tiket normal-normal saja? Bukankah seharusnya kembali ke desa itu bisa kapan saja dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, lagi-lagi tulisan Umar Kayam menyadarkan saya. Dalam salah satu kolomnya, Umar Kayam bercerita tentang jenuhnya beliau dengan acara halal bi halal pasca lebaran di kantornya, karena bersalaman dengan ratusan orang seperti itu, pastilah melelahkan dan lama-lama suara yang keluar dari mulut para peserta halal bi halal bukanlah "&lt;i&gt;sugeng riyadi&lt;/i&gt;, mohon maaf lahir batin" lagi, melainkan hanya "huh hah huh hah" saja saking lelah dan panasnya. Kemudian di rumah Umar Kayam menceritakan hal itu pada Mr. Rigen, pembantunya. Mr. Rigen menjawab dengan serius "Lha, Bapak ini bagaimana &lt;i&gt;tho&lt;/i&gt;? &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; masih bisa halal bi halal, silaturahmi, kok ya masih saja mengeluh tho Pak. Kalau silaturahmi itu, Pak, tidak penting apa yang keluar dari mulut kita, yang penting hati kita itu berjabat, Pak, seperti ada ikatan itu. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; kami di desa itu senang sekali, Pak, kalau ada acara seperti itu. Tidak penting pesertanya ratusan, yang penting kami senang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Makjleb! &lt;/i&gt;Secara tidak langsung cerita itu mengatakan bahwa kacamata modern itu seringkali mereduksi romantisme yang ada pada hal-hal sederhana. Seringkali kacamata modern menuntut kita untuk menjadi serba terburu-buru dan serba pragmatis dalam menyikapi berbagai permasalahan. Kemudian saya menyadari, betapa saya selama ini telah memandang fenomena mudik dengan kacamata modern. Betapa saya tidak menyadari bahwa konsep&lt;i&gt; mangan ora mangan kumpul&lt;/i&gt; milik orang Jawa (yang mungkin sudah menjadi konsep milik orang Indonesia secara keseluruhan) telah membuat mereka melupakan segala kesulitan yang menghadang selama proses mudik, yang penting bisa berkumpul bersama keluarga besar mereka di desa. Betapa mereka telah bekerja mengumpulkan uang selama setahun penuh untuk kemudian dipakai untuk sedikit-sedikit memberi saudara mereka di desa. Tidak penting berapa, yang penting bahagia. Betapa saya selama ini telah menyepelekan romantis sederhana semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya teringat pada dosen Isu-Isu Kontemporer Psikologi Sosial saya beberapa hari yang lalu. Beliau mengatakan betapa selama ini masyarakat Indonesia telah salah mendefinisikan urbanisasi. Bahwa "perpindahan penduduk dari desa ke kota" yang dijejali kepada kita semenjak SD itu bukanlah definisi urbanisasi, melainkan migrasi. Sedangkan urbanisasi yang benar adalah pengurbanan, pengkotaan, entah secara wilayah maupun secara penduduknya yang dibikin menjadi kekota-kotaan. Nah dalam memandang hal-hal semacam fenomena mudik tadi, menurut saya kita harus sering-sering melakukan &lt;i&gt;udikisasi, &lt;/i&gt;yaitu melepas kacamata kota kita yang modern dan menggantinya dengan kacamata udik yang polos, jujur, dan sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6930696951816324420?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6930696951816324420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/urbanisasi-vs-udikisasi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6930696951816324420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6930696951816324420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/urbanisasi-vs-udikisasi.html' title='urbanisasi vs udikisasi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6537476161187882413</id><published>2011-09-06T10:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T19:39:47.738-07:00</updated><title type='text'>menulis adalah merokok tanpa asap</title><content type='html'>Membuka blog ini, saya melihat bahwa di bulan Agustus tidak ada dalam catatan peta-waktu saya. Artinya untuk pertama kalinya dalam satu setengah tahun semenjak saya membuat blog ini, ada lubang dimana saya sama sekali tidak menulis apa-apa disini. Apologi untuk diri saya sendiri adalah karena selama KKN kemarin, saya tidak bisa menemukan waktu untuk bisa sendirian saja semenjak kemana dan kapan pun saya pergi, saya selalu bertemu orang lain, entah teman KKN maupun warga desa. Padahal saya hanya bisa menulis ketika saya benar-benar sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian setelah KKN selesai pun, dan setelah saya mendapatkan waktu untuk sendirian yang berlimpah di rumah, saya masih saja kesulitan untuk menulis. Memang saya sempat membuat beberapa tulisan yang saya &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; di Facebook, tapi tetap saja tulisan-tulisan itu bukan jenis tulisan yang bisa membuat saya merasa amat lega setelah menulis, seperti yang biasa saya lakukan di blog ini. Entahlah, belakangan ini terasa ada &lt;i&gt;mental block&lt;/i&gt; ketika saya hendak mulai menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah berkata bahwa menulis adalah terapi terbaik untuknya. Saya sepakat, menulis adalah kegiatan yang menyembuhkan. Mungkin semacam merokok untuk saya, rasanya sungguh nikmat. Tapi seperti juga saya sering merasa sesak karena kebanyakan merokok, ada saat-saat ketika saya merasa overproduktif, saya merasa muak menulis. Dan ada saat-saat dimana saya tiba-tiba malas menulis apa pun, sama seperti saya tiba-tiba malas merokok tanpa alasan yang jelas. Bedanya, saya bisa saja berhenti merokok kapanpun saya mau, tapi saya rasa saya tidak bisa berhenti menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat ketika SD dan SMP, saya sama sekali tidak bisa menulis, entah puisi maupun cerpen. Dan jika terpaksa membuat ketika pelajaran Bahasa Indonesia, bisa dipastikan jadinya sangat &lt;i&gt;cheesy&lt;/i&gt;. Saya mulai ketagihan menulis ketika saya pertama kali memiliki &lt;i&gt;handphone, &lt;/i&gt;itu sekitar kelas 1 SMA. Dulu saya sering membuat puisi-puisi kacangan, sebagian saya simpan di &lt;i&gt;draft&lt;/i&gt; &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; saya dan sebagian saya kirimkan lewat SMS kepada teman-teman dan tentu saja gebetan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pertama kali menulis di blog ketika semester 2. Jika saat ini saya melihat lagi blog lama itu, saya masih merasa heran kenapa dulu saya bisa menulis hal-hal semacam itu. Blog saya yang lama itu isinya tulisan-tulisan 'cerah' dan penuh optimisme semua. Entahlah, mungkin karena dulu saya masih punya pacar. (haha!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya berhenti menulis cukup lama, semenjak saya memutuskan untuk tidak lagi menyentuh internet untuk alasan apapun. Kemudian karena keinginan untuk menulis yang tak bisa dibendung, saya membuat Asimetris. Semacam zine yang isinya tulisan-tulisan saya tentang apa saja yang saya cetak dan perbanyak kemudian saya sebarkan kemana saja. Asimetris 'terbit' sampai 4 edisi, sebelum akhirnya satu setengah tahun yang lalu saya kembali berdamai dengan internet, dan mulai produktif menulis kembali, di Facebook, dan di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sempat membuat Tumblr yang hanya beberapa teman saja yang tahu. Disana saya menulis tanpa kendali. Saya benar-benar membiarkan Id saya mengambil alih tangan saya dengan mengetikkan apa saja semaunya tanpa memperhatikan bahasa, tanda baca, apalagi substansinya. Kemudian saya &lt;i&gt;deactivate&lt;/i&gt;, karena saya takut jika dibiarkan lama-lama saya tidak bisa lagi menulis dengan 'benar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang alasan menulis, saya setuju benar dengan apa yang dikatakan oleh Fahd Djibran. Dia mengatakan alasan dia menulis adalah supaya anak cucunya bisa mengenalnya lewat tulisannya, karena dia lebih mengenal Karl Marx dibanding kakeknya sendiri untuk alasan sederhana: karena kakeknya tidak pernah menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingin kelak keponakan-keponakan saya mengenal paman mereka lewat tulisan-tulisannya. Atau jika saya suatu hari akhirnya berubah pikiran dan mau punya anak, sepertinya akan seru membayangkan mereka mengenali lebih dalam jiwa ayahnya lewat tulisan-tulisannya. Tapi alasan utama saya menulis sebenarnya sangat simpel: saya ingin terus berkomunikasi dengan diri saya sendiri. Saya tidak terlalu menganggap penting apa pendapat orang lain tentang tulisan saya, selama saya masih bisa merasa puas membaca tulisan saya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6537476161187882413?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6537476161187882413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/menulis-adalah-merokok-tanpa-asap.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6537476161187882413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6537476161187882413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/09/menulis-adalah-merokok-tanpa-asap.html' title='menulis adalah merokok tanpa asap'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-987964802290449443</id><published>2011-07-24T07:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T07:51:54.666-07:00</updated><title type='text'>"color my life with the chaos of trouble"</title><content type='html'>Ada dua jenis orang yang paling sial di dunia ini: pertama, orang yang tidak memiliki pilihan; kedua, orang yang mempunyai terlalu banyak pilihan. Orang yang tidak memiliki pilihan akan terus berjalan dalam rel yang stagnan, monoton, tidak bervariasi, seolah hidupnya telah dirancang untuk menjadi membosankan oleh Sang Sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang memiliki terlalu banyak pilihan akan terlena dengan pemandangan-pemandangan indah di kejauhan, tanpa pernah sadar sebenarnya dia hanya berputar-putar saja di tempat karena tidak pernah memutuskan untuk bergerak kemana. Dan suatu hari ketika pemandangan-pemandangan itu hilang ditelan kabut, dia akan sadar bahwa dia belum kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah saya termasuk jenis yang pertama atau yang kedua, karena sepertinya malah saya sendiri yang menciptakan kabut dalam perjalanan-perjalanan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dtta1VBrWro/TiwweT9oTOI/AAAAAAAAARE/aL24ZfmOWLs/s1600/Roll1_B000785-R1-30-34.jpga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://4.bp.blogspot.com/-dtta1VBrWro/TiwweT9oTOI/AAAAAAAAARE/aL24ZfmOWLs/s400/Roll1_B000785-R1-30-34.jpga.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-987964802290449443?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/987964802290449443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/color-my-life-with-chaos-of-trouble.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/987964802290449443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/987964802290449443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/color-my-life-with-chaos-of-trouble.html' title='&quot;color my life with the chaos of trouble&quot;'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dtta1VBrWro/TiwweT9oTOI/AAAAAAAAARE/aL24ZfmOWLs/s72-c/Roll1_B000785-R1-30-34.jpga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5188423992897844229</id><published>2011-07-23T05:37:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T05:37:28.700-07:00</updated><title type='text'>curhat#7</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;sudah terlalu lama saya tinggal di dunia kolektif, saat ini saya benar-benar butuh waktu untuk berdua saja dengan diri saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5188423992897844229?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5188423992897844229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/curhat7.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5188423992897844229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5188423992897844229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/curhat7.html' title='curhat#7'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4573952246176200602</id><published>2011-07-22T23:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T05:41:21.904-07:00</updated><title type='text'>Pagar Alam: a beginning</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;KKN, salah satu proses yang mesti dilewati oleh mahasiswa sebelum mencapai tahap berikutnya: skripsi, kemudian graduasi. Program yang dirancang khusus sebagai wadah untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapatnya selama di kelas kepada masyarakat. Dua bulan yang disediakan untuk membangunkan para mahasiswa dari ranjang yang nyaman dan melemparkan mereka ke kehidupan nyata. Tentu saja itu idealnya, pada kenyataannya, seringkali KKN berakhir sebagai paket wisata yang menyenangkan bagi para mahasiswa, dibiayai oleh universitas dengan sedikit polesan rencana program disana-sini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sebagai salah satu mahasiswa sebuah universitas yang katanya nomor satu di Jogjakarta, saat ini saya juga sedang mengalami proses KKN, proses yang tertunda setahun karena beberapa alasa. Dari awal saya sudah berniat tidak akan KKN di Pulau Jawa, karena saya pikir KKN bisa menjadi semacam ekspedisi kecil-kecilan untuk saya keluar Jawa. Kemudian berbagai tawaran datang, dari mulai Gorontalo, Bangka Belitung, Minahasa, Bali, Lombok, sampai Raja Ampat. Namun akhirnya pilihan jatuh pada Pagar Alam, sebuah tempat yang bahkan namanya saja belum pernah saya dengar sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pagar Alam, sebuah kota kecil di Sumatera Selatan. Dulunya tergabung dalam Kabupaten Lahat, dan baru sekitar sepuluh tahun menjadi kota sendiri. Sebelum berangkat tentu saja saya bertanya pada Google dan Wikipedia tentang kota ini, dan dari data-data yang saya dapat, tidak banyak hal menarik yang tersedia di kota ini, yang terekspos di internet hanyalah kebun teh, air terjun, dan sebuah sungai untuk arung jeram. Kalaupun ada yang berbeda disini, adalah situs-situs megalitikum yang tersebar di seluruh kota. Namun karena terbatasnya kemungkinan kesenangan yang bisa saya dapatkan disanalah yang membuat saya tertarik. Berbeda dengan Bali atau Lombok misalnya, yang jelas-jelas saya akan bisa menikmati dan dimanjakan oleh banyak hal disana, di Pagar Alam saya harus mencari dan menciptakan kesenangan-kesenangan saya sendiri dari sumber kesenangan yang terbatas, dan itu terasa lebih menarik untuk saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ini adalah perjalanan pertama saya keluar Jawa. Saya memang pernah ke Bali, tapi Bali terlalu dekat untuk dibilang “keluar Jawa” menurut saya. Maka antusiasme saya semakin meningkat menjelang hari keberangkatan. Dan akhirnya hari itu datang. Hari ketika saya akhirnya naik ke dalam bus reot bernama “Sinar Dempo” yang akan terus berjalan selama kurang lebih dua hari mengantarkan saya ke Sumatera, kemudian menyeberangi selat Sunda dan melihat tulisan “Lampung” dari kejauhan, beristirahat di sebuah rumah makan yang menyajikan masakan Padang terenak yang pernah saya makan, melihat kehidupan di kanan-kiri sepanjang perjalanan yang terasa berbeda auranya dengan kehidupan Jawa, saya berkata dalam hati, “inilah dia, Sumatera, tanah yang berbeda dengan tanah yang selama dua puluh dua tahun kupijak.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ada dua hal yang sama sekali meleset dari perkiraan saya tentang kota ini. Pertama soal udara dingin, dan kedua soal perangai penduduknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Berdasarkan data yang diberikan oleh teman saya yang sebelumnya melakukan survey ke Pagar Alam, kota ini sangat dingin, mungkin sedingin Dieng, sehingga kami diingatkan untuk membawa baju hangat atau jaket banyak-banyak. Saya yang memang tidak pernah nyaman dengan udara dingin mengantisipasinya dengan membawa dua buah jaket dan satu buah &lt;i&gt;sweater&lt;/i&gt;. Tapi ternyata ketika saya turun dari bus pada jam dua pagi hari kota ini, sama sekali tidak sedingin itu. Memang dingin, tapi dingin yang wajar daerah kaki gunung, paling-paling hanya sedingin Jalan Kaliurang KM 10.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian soal perangai penduduknya. Sebelumnya di Jogja, hampir semua teman saya yang berasal dari Sumatera memberitahu saya bahwa Pagar Alam adalah kota dengan penduduk yang beringas, kasar, &lt;i&gt;senggol bacok, &lt;/i&gt;dan berbagai atribut tidak menyenangkan lainnya. Saya sampai membayangkan kota itu seperti Gotham City minus manusia kelelawar yang berkeliaran di malam hari. Tapi lagi-lagi kesan memang harus dirasakan sendiri, bukan hasil transfer dari orang lain. Penduduk disini ramah, walaupun memang terkesan kaku jika dibandingkan dengan orang Jawa. Mulai dari Pak RW-nya yang suara dan aksennya sangat mirip dengan pengisi suara Kakeknya Upin-Ipin, sampai para pemudanya yang gemar main voli dan jadi keranjingan UNO semenjak kami mengajak mereka bermain. Soal perangai mereka yang dicap buruk oleh kebanyakan orang, saya mendapat penjelasan dari salah satu pemuda disini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami orang Pagar Alam akan baik pada orang jika mereka baik pada kami, tapi kami bisa menjadi lebih buruk pada mereka jika mereka berbuat buruk pada kami. Orang-orang dari sini banyak yang menjadi preman di Palembang sana, mungkin karena itulah kami dicap sebagai orang-orang yang kasar.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tegur Wangi Baru, desa yang saya tempati, terletak di kaki Gunung Dempo, gunung tertinggi di Sumatera Selatan, merupakan sebuah desa persilangan antara dunia tradisional dan dunia modern. Di satu sisi sebagian besar warga masih mandi dan mencuci di pancuran, berburu babi hutan, percaya bahwa patung-patung batu megalithik yang banyak terdapat di kota ini adalah manusia yang diubah jadi batu oleh tokoh legenda Sumatera Selatan, Si Pahit Lidah. Di sisi lain mereka memutar lagu Justin Bieber keras-keras setiap pertandingan voli di sore hari, mengakses internet lewat ponsel mereka, dan menonton drama Korea melalui parabola yang terpasang di sebagian besar rumah mereka. Desa ini seperti remaja tanggung yang sudah terlalu banyak tahu untuk disebut anak kecil, dan terlalu muda untuk disebut dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya tidak pernah menyukai kopi hitam sebelumnya, tapi kopi Pagar Alam benar-benar enak. Disini saya malah menjadi kecanduan kopi, semenjak setiap hari kami disuguhi kopi oleh siapapun yang kami kunjungi. Disini perkebunan kopi merupakan salah satu komoditas utama masyarakat. Siapa pun bisa membuat bubuk kopi disini. Dari mulai menanam, memanen, menggoreng, hingga menumbuk hampir semua dilakukan sendiri. &amp;nbsp;Kopi luwak yang sekarang menjadi barang mahal itu dulunya sama sekali tidak ada harganya untuk mereka. Apa yang mereka sebut sebagai “tahi musang” itu hanyalah benda yang hanya sewaktu-waktu mereka pungut untuk kemudian dipakai sebagai obat, dan lebih banyak berakhir sebagai sampah. Barulah beberapa tahun ke belakang ada harga yang disematkan kepada kotoran itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sudah hampir tiga minggu saya berada disini, dan meskipun sudah banyak hal baru yang saya dapat disini, meskipun sudah cukup banyak hal menyenangkan yang saya alami, tetap saja saya belum menemukan sesuatu yang betul-betul bisa saya sebut sebagai ‘kesenangan’. Benar kata Umar Kayam, orang kota akan selalu mendambakan suasana desa dan orang desa akan selalu iri dengan gemerlap kota. Dan ketika orang kota pergi ke desa, atau orang desa pergi ke kota, mereka akan sama-sama merindukan tempat asal mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HIya72tvuo8/TipfpYf9agI/AAAAAAAAAQk/6wru85XdAyo/s1600/DSC_3919.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-HIya72tvuo8/TipfpYf9agI/AAAAAAAAAQk/6wru85XdAyo/s320/DSC_3919.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Gunung Dempo &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EvMpjAdOH5g/TipfyDIksWI/AAAAAAAAAQo/aW6HEnMgSWg/s1600/DSC_3958.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://3.bp.blogspot.com/-EvMpjAdOH5g/TipfyDIksWI/AAAAAAAAAQo/aW6HEnMgSWg/s320/DSC_3958.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Jembatan bambu &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9HLuHg4ND6I/Tipf5T-nXgI/AAAAAAAAAQs/R-JOKWz_AjE/s1600/DSC_3988.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-9HLuHg4ND6I/Tipf5T-nXgI/AAAAAAAAAQs/R-JOKWz_AjE/s320/DSC_3988.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sore hari &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xTU9ImIqmlM/TipgBDUYrlI/AAAAAAAAAQw/LAgp2g7X8u0/s1600/DSC_4232.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-xTU9ImIqmlM/TipgBDUYrlI/AAAAAAAAAQw/LAgp2g7X8u0/s320/DSC_4232.JPG" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Cughup (air terjun) Tujuh Kenangan &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DcOIL6YZ_HU/TipgFoYknCI/AAAAAAAAAQ0/DsgsM-eQflY/s1600/DSC_4419.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://3.bp.blogspot.com/-DcOIL6YZ_HU/TipgFoYknCI/AAAAAAAAAQ0/DsgsM-eQflY/s320/DSC_4419.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kotoran luwak yang baru dijemur &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GYBcnbzIt3c/TipgMCgyV-I/AAAAAAAAAQ4/EgGEJpenpg0/s1600/DSC_4695.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-GYBcnbzIt3c/TipgMCgyV-I/AAAAAAAAAQ4/EgGEJpenpg0/s320/DSC_4695.JPG" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar di nisan, diperkirakan dari zaman Majapahit&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8tvL6peeqZM/TipgSN9T9ZI/AAAAAAAAAQ8/aOh6M7OAkgY/s1600/DSC_4700.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-8tvL6peeqZM/TipgSN9T9ZI/AAAAAAAAAQ8/aOh6M7OAkgY/s320/DSC_4700.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Rumah batu, dari zaman megalithikum &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EUiv7YwNygI/TipgYINwepI/AAAAAAAAARA/ktyjVuoT-aU/s1600/DSC_4718.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-EUiv7YwNygI/TipgYINwepI/AAAAAAAAARA/ktyjVuoT-aU/s320/DSC_4718.JPG" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Arca "Manusia Dililit Ular", dari zaman megalithikum&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4573952246176200602?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4573952246176200602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/pagar-alam-beginning.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4573952246176200602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4573952246176200602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/pagar-alam-beginning.html' title='Pagar Alam: a beginning'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HIya72tvuo8/TipfpYf9agI/AAAAAAAAAQk/6wru85XdAyo/s72-c/DSC_3919.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6209980262464880480</id><published>2011-07-10T07:16:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T23:30:39.028-07:00</updated><title type='text'>sekat diantara hujan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Like a flower waiting to bloom&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Like a light bulb in a dark room&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I’m just sitting here waiting for you&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;To come home and turn me on&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Hujan sudah reda sejam yang lalu, tapi selimut dingin yang dibawanya masih terasa sampai sekarang. Hujan, seperti juga manusia, akan meninggalkan jejak dimanapun mereka singgah. Jejak yang tidak selalu sama masa berlaku dan efeknya. Karena seperti manusia, hujan juga senantiasa dimaknai lain oleh setiap orang yang mereka singgahi. Begitu juga sore ini, meskipun sudah lewat sejam, aku masih merasakan hujan di kepalaku. Walaupun sudah lewat setahun, aku masih merasakan kehadirannya dalam hatiku. Dia yang selalu senang mengajakku berlari diantara riak, dia yang selalu senang menatapku dari balik rintik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah enam puluh menit yang panjang. Masih tergenang di kepalaku setiap tetes hujan yang menandai detik-detik kerinduan. Mata, hidung, telinga, pipi, kening, ujung pundak hingga telapak kaki telah bersepakat dengan otak untuk memunculkan kembali gambar tentang dia. Ya, kali ini hujan membawaku ke alam rindu. Rindu yang didekap sepi, bagai tungku tanpa api. Ini jauh lebih buruk dari demam di musim kemarau. Matahari yang membuka terang setelah hujan dan sisa dingin yang diberikan oleh hujan, mengetuk keinginan untuk membalik waktu. Bagaimana semua begitu indah kala itu. Hujan, lihat apa yang telah kau perbuat kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau tanah kemudian mengantarku ke bulan-bulan lalu. Saat sinar matahari menemani hati kita yang marah. Menemani teriakan kekesalan dan semua resah. Apa kamu ingat, saat semua jemari mu memaki wajahku? Menakutkan. Jejakmu hilang hanya dengan sebuah gerak jemari. Aku berlalu, melihat langit dan matahari seolah enggan pergi agar hujan tidak mendinginkan tubuhku yang gemetar ketakutan. Baiklah, itu sudah berlalu. Seperti dingin selimut ini yang juga akan segera berakhir seiring matahari mulai memperlihatkan keperkasaannya. Bagaimana pun aku tidak akan pernah berhenti merindukanmu, kecuali saat Tuhan menghapus hujan dari agenda kerja-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Like the desert waiting for the rain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Like a school kid waiting for the spring&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I’m just sitting here waiting for you&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;To come home and turn me on&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Hujan lagi, dan kenangan itu lagi. Aku masih saja belum menemukan jalan pulang. Tidak, bukan ‘belum menemukan’ sebenarnya, tapi aku masih terlalu takut untuk meniti kembali jalan itu. Setahun adalah waktu yang relatif, terlalu singkat untuk sebuah pelarian, dan terlalu lama untuk sebuah penantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa kabarnya sekarang. Entah apa yang dia rasakan sekarang. Entah apakah dia masih marah padaku, merindukanku, atau justru telah sama sekali melupakanku. Dia yang rambutnya selalu berkilau ketika kuajak berlari diantara riak, dia yang matanya selalu berbinar ketika kupandang dari balik rintik. Aku juga tidak tahu apa kabarnya kota kecil itu. Kota yang kutinggalkan setahun yang lalu, sepaket dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada dalam surat-suratnya yang lusuh termakan waktu dan udara. Segala hal yang ia sukai dan apa yang selalu ia kagumi. Tentang wangi hujan, wangi tanah, dan tanganku yang besar. Apakah sekarang dia masih suka menanti hujan? Apakah dia menanti kembalinya aku menggenggam jemarinya yang kecil? Ah sepertinya kehidupannya sudah jauh lebih baik sekarang. Dia sekarang bisa menikmati hidupnya tanpa adanya emosi liar di siang hari. Membaca semua surat tanpa perlu khawatir ada yang ingin tahu. Dia sungguh bisa menikmati kopi paginya mulai saat ini, tanpa perlu peduli dengan siapa yang terlambat bangun hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa. Langit selalu menjadi lebih cerah setelah hujan. Angin selalu menjadi lebih sejuk. Dan dia selalu merasa lebih nyaman, setidaknya aku bisa memastikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihatlah aku sekarang, duduk menantang langit dengan tumpukan buku dan secangkir kopi yang beranjak dingin. Menghitung waktu dan membayangkan apa yang akan terjadi besok sudah bukan menjadi hal yang menyenangkan. Mimpi dan harapan yang termakan usia berubah usang dan terlupakan. Batu pun akan terkikis dalam penantian. Aku kembali menerawang sisa hujan, di &amp;nbsp;balkon, di atas lampu-lampu kota yang mencoba menenangkan manusia dalam balutan lelah, di atas atap-atap rumah yang melindungi para penghuninya dari ketakutan hari esok. Kemudian menghembuskan nafas panjang dan sedikit menitipkan rindu pada bulan yang mulai keluar dari perangainya. Untuk dia, paragraf yang pernah usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;My Poor heart&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;It’s been so dark since you’ve &amp;nbsp;been gone&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;After all, you’re the one who turns me off&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;You’re the only one who can turn me back on&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Sudah sejam hujan berlalu. Sudah setahun sebuah kisah terpaksa diakhiri. Sejam, setahun, sebuah relativitas absolut. Namun bagi dua orang ini, yang sama-sama menunggu dan sama-sama melarikan diri, yang terpisah ribuan kilometer, setiap detik terasa begitu menyayat, begitu lama, begitu mahir membuat hati meradang. Ah, andai mereka berdua sama-sama tahu bahwa mereka sama-sama masih menginginkan. Andai..&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;* lirik: Norah Jones-Turn Me On&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;** ditulis secara maraton bersama &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php#%21/profile.php?id=1320608623" style="color: white;"&gt;Dito&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://starschips.blogspot.com/" style="color: white;"&gt;Justin&lt;/a&gt; di tengah rutinitas KKN di Pagar Alam, Sumatera Selatan.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6209980262464880480?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6209980262464880480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/sekat-diantara-hujan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6209980262464880480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6209980262464880480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/07/sekat-diantara-hujan.html' title='sekat diantara hujan'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-8720748262414154312</id><published>2011-06-29T20:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T07:44:34.092-07:00</updated><title type='text'>never give up!</title><content type='html'>Dua puluh delapan Juni, tiga puluh enam tahun yang lalu, di bukit Turgo, sekelompok mahasiswa Psikologi UGM yang hobi jalan-jalan, &lt;i&gt;camping&lt;/i&gt;, dan bernyanyi di samping api unggun, memutuskan untuk memberi nama pada semangat yang menyatukan mereka untuk terus bermain dan belajar di alam. Mereka menamakan semangat itu Palapsi, Pecinta Alam Psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tiga puluh enam tahun kemudian, Palapsi berkembang menjadi sesuatu yang jauh dari yang pernah mereka bayangkan. Kelompok kecil remaja awalnya diniatkan untuk sekedar melepas penat di alam, kini berubah menjadi sebuah organisasi besar yang pernah menorehkan prestasi disana-sini. Kelompok yang kegiatannya adalah &lt;i&gt;camping&lt;/i&gt; di Turgo dan Tawangmangu, berubah menjadi komunitas semi-profesional yang pernah melakukan ekspedisi ke luar negeri. Sebuah bara semangat kecil berubah menjadi laksana api unggun, terus membakar dan terus membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan-bulan pertama kuliah di UGM, saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa yang sama sekali tidak menarik, monoton: kampus-rental PS-rental film-warnet-kost, dan hampir selalu seperti itu. Barulah ketika pertengahan semester dua, saya diajak untuk melakukan kegiatan bersama Palapsi oleh seorang teman. Latihan orientasi medan bersama tim gunung di Turgo. &lt;i&gt;Operasional&lt;/i&gt; pertama saya di Palapsi! Bukit Turgo, tempat dimana Palapsi memulai semuanya, begitu pula saya. Maka seperti orang yang baru pertama kali berkegiatan di alam lainnya, waktu itu juga saya mengalami euforia, minta difoto dengan &lt;i&gt;background &lt;/i&gt;Merapi yang kebetulan sedang cerah. Gunung sakral yang beberapa bulan kemudian saya benar-benar ada di puncaknya, tentu saja bersama Palapsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ saya diajak mencoba &lt;i&gt;caving&lt;/i&gt;. Pengalaman &lt;i&gt;caving&lt;/i&gt; pertama saya seharusnya bisa membuat orang dengan fobia ketinggian seperti saya kapok untuk melakukannya lagi: tergantung pada tali &lt;i&gt;kernmantel &lt;/i&gt;karena salah satu alat SRT saya tidak mengalami malfungsi selama sekitar setengah jam diatas ketinggian 20 meter (dulu saya menganggapnya itu sekitar 40 atau 50 meter saking takutnya). Tapi yang terjadi justru saya malah masuk semakin ke dalam, ke dalam goa, dan juga ke dalam Palapsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir tiga tahun saya aktif sebagai anggota tim &lt;i&gt;caving&lt;/i&gt; Palapsi, saya telah mengalami berbagai pengalaman yang ratusan kali lebih berharga untuk dikenang ketimbang main PS ataupun menonton film di kost. Dari mulai mendengar suara gamelan di dalam goa bekas pembantaian PKI di tengah malam, menyusuri goa-goa di hutan Nusakambangan selama lima hari, menemukan bangkai kambing yang terperosok dan sempat membuat heboh warga sekampung karena kami menyangka itu adalah mayat bayi, berada di dalam goa terpanjang se-Asia Tenggara selama dua hari tiga malam, sampai perasaan mencekam karena melihat tali kami hampir putus tergerus banjir dari luar. Semua itu sungguh tidak bisa digambarkan dengan sempurna, bahkan dengan foto terindah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan hanya dalam &lt;i&gt;caving&lt;/i&gt;, di dalam Palapsi sendiri saya telah mendapat amat banyak pengetahuan yang tak akan pernah saya dapat di bangku kuliah. Ilmu dari mulai manajemen organisasi sampai skoring psikotest, dari mulai mengemukakan pendapat secara asertif sampai membuat permainan &lt;i&gt;outbound&lt;/i&gt;, dari mulai membuat api dari kayu yang basah sampai bermain &lt;i&gt;truff&lt;/i&gt;, dari mulai memasak sampai menulis. Semuanya itu adalah mata kuliah paling menyenangkan yang pernah saya jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, saya kadang berpikir kenapa saya bisa betah berada di sebuah organisasi. Selama di Bandung, dari SD sampai SMA, saya selalu menjauhi hal-hal semacam ini. Organisasi, geng, perkumpulan, komunitas, apalah itu. Saya selalu merasa tidak nyaman jika berada di tengah orang banyak. Tapi semenjak kenal Palapsi, saya justru merasa tidak nyaman jika sehari saja tidak datang ke sekretariat. Lalu saya sadari jika ini bukan sekedar organisasi, Palapsi adalah keluarga saya, tempat dimana saya bisa melepas topeng dan benar-benar menjadi diri saya sendiri, tempat dimana saya bisa belajar apa saja dari siapa saja setiap harinya. Jika dulu saya sempat ragu untuk meninggalkan Bandung karena dia adalah &lt;i&gt;zona nyaman&lt;/i&gt; saya, maka Palapsi telah membuat Jogja menjadi &lt;i&gt;zona super nyaman&lt;/i&gt; saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari dua tahun saya menjadi pengurus di Palapsi, sudah banyak sekali peran yang saya lakukan disana. Dua hari lagi kepengurusan baru dilantik, dan saya otomatis tidak lagi menjadi pengurus. Saya akan menjadi &lt;i&gt;senior&lt;/i&gt; yang hanya bisa menikmati Palapsi secara terbatas. Saya tidak akan lagi mengalami rapat-rapat yang panjang, evaluasi yang penuh dengan ketegangan, ataupun semangat menggebu khas anak muda untuk melakukan berbagai kegiatan, entah sebagai pemuas hasrat untuk berprestasi ataupun untuk pembuktian, pembuktian pada siapa pun bahwa Palapsi masih, dan akan tetap ada. Yah saya akan merindukan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun untuk Palapsi, selamat bermain dan belajar untuk teman-teman baru, &lt;i&gt;avignam jagad samagram&lt;/i&gt;, semoga selamat alam semesta beserta isinya. &lt;i&gt;Never give up!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PPy9_Fh6_94/Tgvn9AyqMBI/AAAAAAAAAQA/SUlVDp5fCBM/s1600/DSC_3214bw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-PPy9_Fh6_94/Tgvn9AyqMBI/AAAAAAAAAQA/SUlVDp5fCBM/s400/DSC_3214bw.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-8720748262414154312?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/8720748262414154312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/06/never-give-up.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8720748262414154312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8720748262414154312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/06/never-give-up.html' title='never give up!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PPy9_Fh6_94/Tgvn9AyqMBI/AAAAAAAAAQA/SUlVDp5fCBM/s72-c/DSC_3214bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6226601105266240598</id><published>2011-06-07T20:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T08:10:37.149-07:00</updated><title type='text'>death and all of his friends</title><content type='html'>Meskipun cerita-cerita fiksi yang saya tulis biasanya berbicara tentang tragedi dan kematian, dan meskipun &lt;i&gt;nickname&lt;/i&gt; saya ada kata "mati"-nya, tapi sungguh saya sangat takut dengan kematian, saya takut mati. Entahlah, mungkin bukan matinya yang saya takutkan, tapi &lt;i&gt;cara bagaimana saya akan mati&lt;/i&gt; yang selalu menghantui saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya menjenguk seorang teman yang habis melakukan operasi usus buntu di rumah sakit. Dia terbaring lemah di tempat tidur, tidak boleh bergerak terlalu banyak, selain karena itu akan memperlama penyembuhannya, juga karena tubuhnya terasa lemas sehingga untuk menggerak-gerakkan tangan saja sepertinya sulit sekali. Sebuah tabung berisi cairan yang selalu ada di rumah sakit tergantung di sampingnya dan terhubung ke tangannya melalui jarum infus. Dibawah tempat tidurnya tergantung sebuah tabung lain yang berisi urinenya yang terhubung dengan dirinya melalui selang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaring di rumah sakit, opname, salah satu hal yang saya berharap tidak akan pernah saya alami. Saya seumur-umur belum pernah dirawat di rumah sakit, dan tidak akan pernah mau. Saya takut jarum suntik, dan membayangkannya menempel terus menerus di pergelangan tangan saya selalu membuat saya bergidik. Maka jika saya boleh memilih, saya tidak mau mati dalam keadaan terbaring begitu lama di rumah sakit dengan jarum-jarum yang menancap pada badan saya. Demi internet, membayangkannya saat ini sungguh membuat ngilu! &lt;i&gt;Ouch&lt;/i&gt;! Berarti konsekuensinya adalah saya harus mulai menjalankan pola hidup sehat mulai sekarang. Dan berhubung belakangan ini dada saya sering terasa sakit dan panas, saya juga sepertinya harus segera berhenti merokok. Semoga tidak hanya berakhir sebagai wacana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, jika saya boleh memilih, saya akan memilih cara mati yang efisien dan efektif, mati yang begitu cepat sehingga saya tidak akan merasakan sakit. Seperti misalnya mati saat tidur, ketika bangun saya sudah berada di tempat lain (entahlah, akhirat mungkin, jika memang benar ada) misalnya, nah itu cukup menyenangkan untuk dibayangkan. Salah satu cara mati yang paling saya takutkan adalah mati tenggelam. Coba bayangkan kamu meronta-ronta dalam air karena tidak bisa bernafas, tapi kamu masih sadar dan menyadari kamu akan mati, dan waktu tiba-tiba menjadi sangat lambat. Kamu benar-benar merasakan penderitaan dengan segenap kesadaran ketika tubuhmu semakin lemah tanpa asupan oksigen, semakin lemah, semakin lemah, semakin sakit. Ah sial, mengerikan sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebenarnya bukan hanya kematian saya sendiri yang sering menghantui saya, tapi juga kematian orang-orang sekitar saya. Menurut saya kehilangan karena kematian adalah kehilangan yang paling substansial, ketika orang terdekatmu pergi dalam arti sebenarnya, benar-benar pergi, bukan sekedar pergi untuk waktu yang lama tapi suatu hari pasti akan kembali. Belakangan ini saya sering bermimpi tentang kematian orang-orang sekitar saya, dan tentu saja itu semua berakhir sebagai mimpi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal menarik yang saya amati ketika ada orang yang mati. Ketika seseorang mati, segala perbuatan dan ucapannya beberapa waktu sebelum kematiaannya selalu disangkutkan dengan kematiaannya itu, orang-orang biasanya menyebutnya sebagai "pertanda". Dan jika saya dalam beberapa hari ke depan kebetulan mati, saya yakin tulisan ini akan disebut sebagai "pertanda", padahal saya sama sekali tidak memiliki firasat akan mati dekat-dekat ini. Ah biasalah, namanya juga manusia, selalu berusaha mencari makna, dan jika mereka tidak menemukannya, mereka akan membuatnya sendiri dan menyematkannya kepada segala hal yang mereka lihat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6226601105266240598?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6226601105266240598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/06/death-and-all-of-his-friends.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6226601105266240598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6226601105266240598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/06/death-and-all-of-his-friends.html' title='death and all of his friends'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3127968165473725647</id><published>2011-05-31T21:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-01T07:42:43.155-07:00</updated><title type='text'>the blues are still blue</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"So, this is it?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt; "Yea, this is it."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"It's a farewell?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"Kind of."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Then i checked the calendar, and realized that life is surely just a comedy, a gigantic catastrophic black comedy.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kPX5VfZrArA/TeXBfXL2gzI/AAAAAAAAAP8/fL-9aP2IPDY/s1600/Roll1_B000704-R1-10-23As.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://4.bp.blogspot.com/-kPX5VfZrArA/TeXBfXL2gzI/AAAAAAAAAP8/fL-9aP2IPDY/s400/Roll1_B000704-R1-10-23As.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3127968165473725647?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3127968165473725647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/blues-are-still-blue_31.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3127968165473725647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3127968165473725647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/blues-are-still-blue_31.html' title='the blues are still blue'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kPX5VfZrArA/TeXBfXL2gzI/AAAAAAAAAP8/fL-9aP2IPDY/s72-c/Roll1_B000704-R1-10-23As.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1005068728777068803</id><published>2011-05-25T10:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T06:52:35.678-07:00</updated><title type='text'>love is a trap</title><content type='html'>Piring telah kosong, gelas hanya tinggal menyisakan air dari lelehan es batu yang tercampur dengan sedikit teh. Sudah hampir satu jam kami berada disana, tapi belum tampak akan beranjak. Asbak yang tadinya saya niatkan hanya akan terjamah oleh satu-dua batang rokok setelah makan, kini telah terisi oleh tujuh puntung bekas, dan akan terus bertambah, karena pembicaraan ini mengalir semakin dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dari kami yang berbagi kisah tentang masa-masa galau (sial! akhirnya saya harus menggunakan kata ini) yang kebetulan pernah sama-sama kami alami hampir dua tahun yang lalu. Masa-masa yang pernah membuat saya (dan mungkin juga dia) merasakan titik terendah dalam hidup. Titik dimana kehampaan tiba-tiba bernyawa, titik dimana kesendirian mendadak menjadi terasa pekat, titik dimana semua harapan dan kata-kata motivasi terdengar seperti omong kosong terhebat sepanjang masa. Sebuah titik yang sukses mengubah total konsepsi saya tentang hubungan romantis dan komitmen, membuat saya amat sinis akan hal-hal semacam itu bahkan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati fase itu, kami yang sebelumnya telah saling kenal tapi tak pernah 'kenal', menjadi semakin dekat sebagai teman baik. Dia adalah orang yang bisa saya ceritakan segala hal tentang diri saya tanpa saya harus repot memakai topeng, dan tidak banyak orang semacam itu dalam hidup saya. Dia adalah orang yang selalu mau mendengar segala isi kepala saya yang kadang saya sendiri tidak mengerti apa yang saya bicarakan, dan entah apakah dia mengerti atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Aku bayangin, suatu hari ketika kita udah sama-sama tua, pikiran kita tentang pernikahan udah sama-sama melunak, dan masing-masing dari kita ngerasa harus nikah, cerita kita bakal mirip sama &lt;i&gt;My Best Friend's Wedding&lt;/i&gt;" kata saya sambil memainkan rokok.&lt;br /&gt;"Maksudnya?"&lt;br /&gt;"Misalnya nanti kamu bakal nikah sama seseorang yang baru kamu kenal, terus aku bakal mikir &lt;i&gt;'anjis, itu orang baru dateng ke kehidupanmu, tahu apa sih dia tentang kamu sampe kamu harus nikah sama dia?'&lt;/i&gt; sementara aku hanya temen kamu dan ga bisa ngapa-ngapain. Atau coba bayangin sebaliknya, bayangin kamu yang ngerasain kayak gitu. &lt;i&gt;Sucks&lt;/i&gt; banget kan.."&lt;br /&gt;"Hehe, iya ya.."&lt;/blockquote&gt;Saya kembali menyalakan rokok. Bungkusnya sekarang tinggal berisi satu batang.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Aku selalu takut suka sama temen deketku, makanya aku pernah sengaja ngejauh dari kamu, berusaha nge-&lt;i&gt;repress&lt;/i&gt; perasaan yang kemungkinan muncul."&lt;br /&gt;"Terus hasilnya?" tanya saya.&lt;br /&gt;"Malah ngerasa goblok, ngapain juga harus kayak gitu."&lt;br /&gt;"Iya, emang goblok.."&lt;br /&gt;"Haha."&lt;/blockquote&gt;Diam agak lama, sebelum saya menyalakan rokok terakhir.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Kamu tahu cinta platonik?" tanya saya.&lt;br /&gt;"Apa itu?"&lt;br /&gt;"Sebuah perasaan yang tulus, dimana ketertarikan bukan didasari oleh hasrat seksual atau hal-hal semacamnya. Seperti perasaan orangtua ke anaknya, adik ke kakaknya, dan lain-lain. Dan itu yang selama ini aku rasain ke kamu."&lt;br /&gt;"He?"&lt;br /&gt;"Atau kalau kata 'cinta' tu terlalu menjijikkan diganti aja deh sama apa gitu, pokoknya intinya gitu.."&lt;/blockquote&gt;Sekarang rokok saya sudah habis, tempat makan ini akan segera tutup, dan itu berarti kami harus segera pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;the spinning top made a sound like a train across the valley,&lt;br /&gt;fading, oh so quiet but constant 'til it passed,&lt;br /&gt;over the ridge into the distances,&lt;br /&gt;written on your ticket to remind you where to stop,&lt;br /&gt;and when to get off&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;The Bulid Up, Kings of Convenience&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1005068728777068803?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1005068728777068803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/love-is-trap.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1005068728777068803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1005068728777068803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/love-is-trap.html' title='love is a trap'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1041744967236568349</id><published>2011-05-19T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T20:37:25.188-07:00</updated><title type='text'>balada teknologi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"&lt;em&gt;The real problem is not&lt;/em&gt; whether  machines &lt;em&gt;think&lt;/em&gt; but whether men do."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-B.F. Skinner&amp;nbsp; &lt;/blockquote&gt;Dibalik setiap ketidaksukaan saya terhadap peradaban manusia yang menempatkan dirinya di puncak hirarki makhluk hidup secara absolut, sebenarnya saya bersyukur dilahirkan sebagai manusia. Manusia adalah entitas yang luar biasa, mereka mampu melepaskan diri dari beberapa hukum alam dan tidak pernah berhenti berkreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi, adalah satu hal yang akan menjadi ciri khas planet Bumi ketika kelak terjadi sesuatu yang membuat seluruh penghuni planet ini musnah. Dan meskipun teknologi dirancang diatas ego manusia yang super besar dan membuat planet ini tergerus setiap harinya, toh saya tetap bangga bahwa yang merancang dan membuat itu semua adalah makhluk yang sama dengan saya, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang teknologi, mau tidak mau potongan-potongan film &lt;i&gt;The Matrix&lt;/i&gt; berkelebat dalam kepala saya. Bukan, bukan bagian dimana datang seorang manusia terpilih untuk menyelamatkan dunia, karena kisah semacam bisa ditemukan dimanapun. Tapi bagian dimana teknologi semakin lama semakin kuat dan pintar untuk bisa mengambil alih kekuasaan dari manusia. Konsep itu sangat mengerikan, karena saya rasa itu sama sekali tidak mustahil untuk terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi telah membuat manusia ikut terinovasi bersamanya. Ketika teknologi berubah, manusia juga ikut berubah. Betapa manusia hari ini telah begitu menggantungkan hidupnya pada teknologi adalah kenyataan yang tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh, telepon seluler. Saya sungguh tidak habis pikir bagaimana orang-orang bisa menjalani hidup mereka dengan lancar sebelum ada ponsel. Maksud saya, hari ini ketika setiap orang sudah memiliki ponsel saja kadang masih ada miskomunikasi yang terjadi. Misalnya ketika membuat janji untuk bertemu dengan seseorang, dengan adanya ponsel saja hal-hal semacam tidak menemukan orang yang dicari masih bisa terjadi, apalagi dengan tidak adanya ponsel. Lalu saya teringat dengan kata-kata seorang perempuan yang saya temui di kereta suatu hari:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Nyadar gak kalo HP tu bikin rasa percaya kita sama orang lain jadi semakin rendah? Dulu aku inget, ketika janjian sama orang di tempat A jam segini, ya harus tepat jam segini atau bahkan sebelumnya harus udah ada disana. Tapi semenjak ada HP, orang jadi ngegampangin, jadi mikir ah ad HP ini, kalo telat tinggal SMS. Jadi dulu tu alat komunikasi kita adalah rasa percaya."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Nah itulah apa yang saya maksud dengan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada internet. Dia adalah pembaharu yang sukses mengubah pola hidup manusia, terutama kehidupan sosial. Situs jejaring sosial telah berhasil memindahkan aksi, reaksi, dan interaksi ke dalam layar datar. Pernah saya bertanya kepada seorang teman "Eh kira-kira dulu sebelum ada internet, gimana cara orang berkatarsis ya?", "Hmm kirim salam lewat radio mungkin." jawabnya. Sebuah pertanyaan yang hanya bisa keluar dari produk generasi yang telah begitu dimanjakan oleh teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi ya? Oh iya, televisi! Televisi, saya sungguh tidak mengerti mengapa benda persegi itu bisa begitu diidolakan oleh masyarakat secara masif. Semenjak yang saya tahu isinya cuma sinetron, infotainment, dan &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; yang tidak &lt;i&gt;real&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Reality show&lt;/i&gt; yang tidak &lt;i&gt;real&lt;/i&gt;, kenapa juga harus menambahkan konflik dan sebagainya ke dalam sebuah tayangan yang seharusnya menjadi cerminan kehidupan nyata itu? Apakah kehidupan nyata begitu tidak menarik sehingga harus dipoles sedemikian rupa agar menarik untuk ditonton? Entahlah, yang jelas saya mengamini pendapat seorang teman, bahwa tidak pernah ada yang nyata di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pulang ke Bandung, saya juga sering dibuat bingung jika keponakan-keponakan saya yang masih kecil itu fasih menirukan gaya bicara Sule ataupun karakter dalam sitkom &lt;i&gt;Suami-Suami Takut Istri&lt;/i&gt;. Sesuatu yang aneh karena baik Sule maupun siapa pun itu dalam &lt;i&gt;Suami-Suami Takut Istri&lt;/i&gt; bukanlah contoh yang baik untuk ditiru oleh anak kecil, dan sialnya para orang tua merekalah yang telah begitu bijaksana mengajak mereka menyaksikan acara-acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kelak saya punya anak (sesuatu yang hanya ada dalam mimpi terliar saya), saya akan membanjiri pikirannya dengan buku-buku alih-alih dengan televisi. Dan kalaupun terpaksa menonton televisi, saya hanya akan memperbolehkannya menonton &lt;i&gt;South Park&lt;/i&gt;, tontonan yang setidaknya saya juga bisa bersama menikmatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1041744967236568349?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1041744967236568349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/balada-teknologi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1041744967236568349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1041744967236568349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/balada-teknologi.html' title='balada teknologi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7792906592186236029</id><published>2011-05-15T04:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T09:39:44.359-07:00</updated><title type='text'>get lost: Solo!</title><content type='html'>Kesal karena tidak jadi pulang ke Bandung gara-gara kehabisan tiket, saya mengajak teman saya si Coco pergi ke suatu tempat yang agak jauh.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Ke Solo yo, Co!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tapi aku buta Solo e.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sama aku juga, get lost wae!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Yo wes ayo."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Akhirnya berbekal pengetahuan yang sama sekali minim tentang kota itu, kami naik Pramex jam setengah 11 setelah lari-lari hampir ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RmK1DlEp_Dk/Tc-jB1g0mWI/AAAAAAAAAOo/xucKz4uxJcY/s1600/DSC_2982.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-RmK1DlEp_Dk/Tc-jB1g0mWI/AAAAAAAAAOo/xucKz4uxJcY/s320/DSC_2982.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Turun di Stasiun Balapan, barulah sadar tidak tahu mau kemana. Kami bertanya ke ibu-ibu warung dekat stasiun kemana arah ke Ngarsopuro (satu-satunya nama tempat yang diingat Coco), "Oh jalan aja terus ke selatan, dekat kok.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya saya waspada pada definisi jauh-dekat orang Jawa, karena pengalaman &lt;i&gt;caving&lt;/i&gt; di Gunung Kidul menunjukkan bahwa goa yang "hanya terletak di belakang rumah" menurut penduduk setempat berarti jalan kaki hampir satu jam. Dan ternyata di Solo "dekat" juga tidak dekat. Karena lapar, kami menghampiri sebuah warung soto.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2vNezWbn9DE/Tc-jE1NdW1I/AAAAAAAAAOs/6KIsV8_fkOg/s1600/DSC_2984.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-2vNezWbn9DE/Tc-jE1NdW1I/AAAAAAAAAOs/6KIsV8_fkOg/s320/DSC_2984.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari mas-mas pelanggan soto, akhirnya kami mendapat petunjuk untuk menuju museum Radya Pustaka. Di perjalanan saya melihat bahwa Solo itu peduli dengan para pengendara sepeda karena mencantumkan gambarnya di lampu lalu-litas. Apa di Jogja juga ada ya? Entah, saya tidak tahu, atau mungkin karena saya tidak pernah berjalan kaki di Jogja sehingga tidak pernah memperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--_KKY3bq3UI/Tc-jZxnRj1I/AAAAAAAAAPA/UJ4FN63xIYw/s1600/DSC_3020.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/--_KKY3bq3UI/Tc-jZxnRj1I/AAAAAAAAAPA/UJ4FN63xIYw/s320/DSC_3020.JPG" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kami naik jembatan penyeberangan (sesuatu yang belum pernah saya lakukan di Jogja).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hrnrYoeEiqg/Tc-jJ8F6AyI/AAAAAAAAAOw/OXHjcZtZr1Y/s1600/DSC_2988.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-hrnrYoeEiqg/Tc-jJ8F6AyI/AAAAAAAAAOw/OXHjcZtZr1Y/s320/DSC_2988.JPG" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sampai di museum, kami melihat benda-benda keren seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eatUCG_lm-c/Tc-jOupFqRI/AAAAAAAAAO0/jmjTqVCHQIo/s1600/DSC_2998.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-eatUCG_lm-c/Tc-jOupFqRI/AAAAAAAAAO0/jmjTqVCHQIo/s320/DSC_2998.JPG" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5mzcX2x-Z68/Tc-j0RJZYMI/AAAAAAAAAPY/AeksIKc7eBM/s1600/DSC_3033.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;atau ini,&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_zmUiTlCops/Tc-jSHrYMNI/AAAAAAAAAO4/ZJwWfucJss0/s1600/DSC_3000.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-_zmUiTlCops/Tc-jSHrYMNI/AAAAAAAAAO4/ZJwWfucJss0/s320/DSC_3000.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;dan ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nWj-GJ8Fun0/Tc-jWgH0pGI/AAAAAAAAAO8/IEauodCui6I/s1600/DSC_3001.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://4.bp.blogspot.com/-nWj-GJ8Fun0/Tc-jWgH0pGI/AAAAAAAAAO8/IEauodCui6I/s320/DSC_3001.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami minum es cincau yang enak dan murah di depan museum.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-obl882LElB8/Tc-z4-CKjdI/AAAAAAAAAPc/dfmKuJqggoA/s1600/DSC_3016.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-obl882LElB8/Tc-z4-CKjdI/AAAAAAAAAPc/dfmKuJqggoA/s320/DSC_3016.JPG" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu dari teman saya, pasar klithikan Solo itu oke dan barangnya bagus-bagus, maka kami memutuskan kesana walaupun harus tampak seperti turis karena naik becak dan membayar 20 ribu (sungguh ini sangat terpaksa karena jika harus berjalan katanya sangat jauh dan tidak ada lagi kendaraan umum yang menuju kesana.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala ekspektasi berlebih, kami dibuat sangat kecewa karena pasar klithikan Solo yang bernama Pasar Silir ternyata sangat &lt;i&gt;sucks&lt;/i&gt;! Pertama, karena di sekitar sampah banyak sekali kambing yang berkeliaran memakan sampah. (oke ini memang sebuah alasan yang naif untuk membenci sebuah pasar, tapi alasan kedua mungkin akan terasa lebih logis)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hhUwoutMDZU/Tc-jkAYz7iI/AAAAAAAAAPI/sxQMWAiaFKQ/s1600/DSC_3022.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-hhUwoutMDZU/Tc-jkAYz7iI/AAAAAAAAAPI/sxQMWAiaFKQ/s320/DSC_3022.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Kedua, karena di pasar ini isinya hanya onderdil motor, onderdil mobil, barang elektronik, dan onderdil lagi, dan barang elektronik lagi, dan onderdil lagi, dan barang elektronik lagi, begitu seterusnya. Barang-barang yang dijual disini adalah barang-barang berguna dan penting. Jauh berbeda dengan pasar klithikan Jogja yang isinya adalah barang-barang tidak berguna dan tidak penting, tapi justru itulah yang membuat pasar klithikan Jogja terasa lebih menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Disini kami hanya menemukan satu kios yang menjual barang-barang semacam ini, sesuatu yang bertebaran dimana-mana di pasar klithikan Jogja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Os1iSgqR0_k/Tc-jeWeQwDI/AAAAAAAAAPE/KcJY56K2gM0/s1600/DSC_3021.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-Os1iSgqR0_k/Tc-jeWeQwDI/AAAAAAAAAPE/KcJY56K2gM0/s320/DSC_3021.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Karena kecewa, akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja. Kami berjalan kaki lagi menuju pertigaan dan menunggu angkot disitu. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YO7oWg3LJ9M/Tc-jn4OSDkI/AAAAAAAAAPM/9XAHU4jaCmY/s1600/DSC_3023.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-YO7oWg3LJ9M/Tc-jn4OSDkI/AAAAAAAAAPM/9XAHU4jaCmY/s320/DSC_3023.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Kami duduk lama di pertigaan sebelum akhirnya sadar ternyata angkot kami tidak lewat situ, dan (lagi-lagi) jalan kaki menuju perempatan dan (thanks God!) dapat angkot.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ctf2kE3CCbw/Tc-jsG3TmeI/AAAAAAAAAPQ/vVXWqMxyNu0/s1600/DSC_3025.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ctf2kE3CCbw/Tc-jsG3TmeI/AAAAAAAAAPQ/vVXWqMxyNu0/s320/DSC_3025.JPG" width="214" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Akhirnya kami sampai di Stasiun Balapan lagi, menunggu Pramex berikutnya yang masih satu setengah jam lagi dengan membaca novel, tidur, dan menonton sebuah orkes musik yang apik dari para pegawai KA. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ms-cchB3U7A/Tc-jwsg4j9I/AAAAAAAAAPU/m7zuMhu9NmM/s1600/DSC_3030.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://1.bp.blogspot.com/-ms-cchB3U7A/Tc-jwsg4j9I/AAAAAAAAAPU/m7zuMhu9NmM/s320/DSC_3030.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sekitar jam tujuh lebih kami sampai di Jogja, misi &lt;i&gt;get lost&lt;/i&gt; yang sukses, dan bikin capek!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;ps: mungkin disini terasa sangat singkat, tapi perjalanan aslinya terjadi dalam sekitar enam jam, dan dua pertiga durasinya kami isi dengan berjalan kaki.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7792906592186236029?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7792906592186236029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/get-lost-solo.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7792906592186236029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7792906592186236029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/get-lost-solo.html' title='get lost: Solo!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RmK1DlEp_Dk/Tc-jB1g0mWI/AAAAAAAAAOo/xucKz4uxJcY/s72-c/DSC_2982.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5719766283475234462</id><published>2011-05-12T05:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:35:35.131-07:00</updated><title type='text'>unlocked</title><content type='html'>"Kamu masih menyimpan kunci-kunci ini?"&lt;br /&gt;"Iya, karena aku masih ingat kata-katamu. Jika aku membuang mereka, pintu-pintu itu akan tertutup untuk selamanya."&lt;br /&gt;"Tapi walaupun kunci-kunci ini masih ada, belum tentu pintu-pintu itu akan terbuka."&lt;br /&gt;"Memang. Bahkan meskipun pintunya terbuka, belum tentu orang yang kamu cari masih ada disana."&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-My Blueberry Night&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5719766283475234462?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5719766283475234462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/unlocked.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5719766283475234462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5719766283475234462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/unlocked.html' title='unlocked'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2797719967645397208</id><published>2011-05-09T20:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T20:43:36.249-07:00</updated><title type='text'>we are the future!</title><content type='html'>Malam Minggu kemarin saya melakukan hal yang tidak biasa saya lakukan pada malam Minggu selain masuk goa dan tidur di kost: datang ke &lt;i&gt;gig&lt;/i&gt;. Bertempat di Pondok Laras, Jakal atas, judul acaranya &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KwrTl0oL9qk/Tb4QMYy0LuI/AAAAAAAAAPY/UqMt6dX2mNI/s1600/gek.jpg" style="background-color: black; color: #f3f3f3;"&gt;Awake&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #f3f3f3;"&gt;.&lt;/span&gt; Tujuan awal saya datang adalah untuk melihat band teman saya Dito,&lt;span style="background-color: black; color: #f3f3f3;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://wickedsuffer.blogspot.com/" style="background-color: black; color: #f3f3f3;"&gt;Wicked Suffer&lt;/a&gt;, yang setelah sekian lama akhirnya saya bisa lihat untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari hujan-hujanan bersama dua teman, saya datang pada sepertiga waktu terakhir. Dari 17 band yang main malam itu, saya hanya kebagian melihat 5 band. Dan setelah saya pikir, ternyata motivasi saya untuk datang kesana bukan hanya untuk melihat band teman saya itu, ada hasrat yang selama ini ditekan dalam alam bawah sadar saya yang begitu ada momen bisa mendadak keluar untuk dipuaskan; hasrat untuk datang ke &lt;i&gt;gig&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, ketika SMA saya tidak pernah absen untuk menonton acara beginian. Setiap ada &lt;i&gt;gig &lt;/i&gt;dimanapun di Bandung saya selalu berusaha untuk datang, dari Dago Tea House sampai Piset, dari AACC sampai kampus-kampus. Dan saya beruntung sempat merasakan gedung Saparua yang legendaris itu beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipastikan, setiap akhir pekan saya jarang berada di rumah, entah itu karena pulang malam, pulang subuh, atau tidak pulang sama sekali. Membawa badan yang pegal-pegal, gusi berdarah, hidung ngilu, dan entah cidera apalagi yang saya dapatkan dari semalaman menenggelamkan diri dalam &lt;i&gt;moshpit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kuliah di Jogja, saya hanya sempat beberapa kali datang ke &lt;i&gt;gig. &lt;/i&gt;Bahkan setelah saya ingat-ingat, yang terakhir adalah ketika saya menonton Siksa Kubur di UNY, dan itu sudah lebih dari dua tahun yang lalu. Keputusan saya untuk aktif berorganisasi membuat saya tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal lain selain masuk goa setiap akhir pekan dan rapat di hari lain. Tapi toh itu semua adalah konsekuensi yang sudah siap saya tanggung dari pilihan saya, karena konsekuensi datang satu paket dengan pilihan, begitu kata kakak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka begitulah, malam minggu kemarin saya seperti mengalami regresi. Saya merasa seperti ditarik kembali ke masa-masa SMA, teriakan-teriakan, bau alkohol dan keringat dimana-mana, orang-orang yang seperti &lt;i&gt;trance&lt;/i&gt;, tapi bedanya kali ini saya hanya menikmati dari jauh. Bukannya saya tidak ingin menikmati lebih jauh dengan bergabung ke dalam kerumunan tanpa &lt;i&gt;personal-space&lt;/i&gt; itu, tapi justru saya sedang menikmati dengan cara yang berbeda. Saya berusaha meresap semua atmosfir ini ke dalam diri saya, begitu meresap sehingga saya sampai merinding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin suatu saat ketika ketakutan saya akan membosankannya menjadi tua terbukti, saya akan sering-sering datang ke &lt;i&gt;gigs. &lt;/i&gt;Karena disana usia menjadi identitas yang tak lagi penting. Disana berkumpul orang-orang yang menolak tua, dan yang paling penting, disana saya mempunyai kesempatan untuk regresi kembali ke masa remaja. Panjang umur masa muda, panjang umur masyarakat subkultur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku tak akan pernah beranjak&lt;br /&gt;Aku tak akan berubah&lt;br /&gt;Aku tak akan mau dewasa,&lt;br /&gt;Bila dewasa sepertimu aku tak mau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-Puppen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fIMZLCCNoVE/Tciv8r5IKjI/AAAAAAAAAOA/EIC5p4ug2iY/s1600/DSCN3334a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-fIMZLCCNoVE/Tciv8r5IKjI/AAAAAAAAAOA/EIC5p4ug2iY/s400/DSCN3334a.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Free At Last, Bandung, Agustus 2006.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2797719967645397208?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2797719967645397208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/we-are-future.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2797719967645397208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2797719967645397208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/we-are-future.html' title='we are the future!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fIMZLCCNoVE/Tciv8r5IKjI/AAAAAAAAAOA/EIC5p4ug2iY/s72-c/DSCN3334a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5798496695718173803</id><published>2011-05-02T18:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T18:54:18.121-07:00</updated><title type='text'>un día triste</title><content type='html'>Ada yang bilang, ketika kita berdoa, doa-doa kita ikut terangkat bersama butiran-butiran air.&lt;br /&gt;Dan ketika hujan, jawaban dari setiap doa kita menyusup ke dalam setiap butir air dengan amat misterius.&lt;br /&gt;Jadi  apakah respon dari langit akan berpengaruh terhadap diri kita atau  tidak bergantung pada kemampuan kita untuk menengok setiap butir air  dengan hati-hati atau hanya membiarkannya menghujam tanah dan meresap  jauh ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini hujan, belakangan ini  jawaban-jawaban dari setiap doa berhamburan sembari terjun bebas, dan  belakangan ini mereka semua hanya berakhir sebagai genangan yang  disumpahi setiap pengendara.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"aku akan pergi ke tempat yang lain dari sini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ke waktu yang bukan hari ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;melihat apa yang akan terjadi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;akan kutemui wajah wajah asing tanah ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ku akan pergi saat hujan reda&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; walaupun lama pasti reda juga"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-Lagu Hujan, Koil&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5798496695718173803?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5798496695718173803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/un-dia-triste.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5798496695718173803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5798496695718173803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/05/un-dia-triste.html' title='un día triste'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4201026000702572876</id><published>2011-04-28T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T09:31:41.991-07:00</updated><title type='text'>curhat#6</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;hidup saya terasa ringan belakangan ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;entah karena &lt;i&gt;soundtrack&lt;/i&gt; 24 Hour Party People yang saya putar berkali-kali, film-film bagus yang datang pada saya, menemukan cara baru dalam memodifikasi gaya tulisan saya yang saya pikir selama ini begitu-begitu saja, atau saya hanya semakin terbiasa dengan semua ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;hmm kemungkinan terakhir terasa paling logis..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4201026000702572876?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4201026000702572876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/curhat6.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4201026000702572876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4201026000702572876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/curhat6.html' title='curhat#6'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2355816676059726807</id><published>2011-04-27T21:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-30T09:34:35.228-07:00</updated><title type='text'>malam yang datang terlalu cepat</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ini adalah sebuah cerpen eksperimental, ditulis bergantian bersama teman saya, &lt;a href="http://nursasiseptarina.blogspot.com/" style="color: white;"&gt;Septin&lt;/a&gt;, selama semalaman ditambah sedikit pagi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya,  memang terinspirasi dari proses pembuatan kumpulan cerpen terbarunya  Djenar Maesa Ayu yang dia tulis bergantian bersama 14 orang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan ya, sepertinya memang banyak cacat, kami serahkan penilaian pada langit.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Malam datang terlalu cepat, setidaknya itulah yang dirasakan oleh  lelaki itu. Rembulan yang kebetulan sedang purnama, dan lampu jalan yang  kebetulan menyala di depannya, membuat pemandangan yang ganjil dan  indah. Tapi bagi lelaki itu semua ini hanya ganjil, tanpa indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  seorang perempuan yang berdiri dibawah lampu, entah sedang apa, entah  sedang menunggu siapa, entah sedang menghitung berapa banyak sebuah apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah  kamu juga merasa malam ini datang begitu cepat?" tanya si lelaki, pada  perempuan yang sesungguhnya tidak pernah dia kenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih  menjawab, perempuan itu semakin merapatkan jaket cokelatnya, erat  membalut tubuh. Malam bisa kian kejam dengan desiran angin yang  menggigit. Persis seperti gigi yang mengulum es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak menggeleng. Hanya menatap. Tak menjawab. Hanya mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cepat  atau lambat... adakah yang lebih ditakutkan manusia daripada waktu yang  berputar, eh? Seperti kamu sekarang. Seakan-akan manusia memang hidup  hanya demi waktu yang berputar. Huft."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menendang batu, bak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk  apa lagi kita hidup jika bukan untuk terus berperan dalam memutar roda  raksasa pemutar waktu? Kita terus ber-regenerasi, kita terus berubah,  kita terus berjuang mati-matian menolak tua, tapi tetap sang waktulah  yang menang, dan sialnya kita hanya bisa diam melihat dia mengkhianati  kita. Ah lupakan. Omong-omong, jam berapa sekarang?" kata si lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak memakai jam--dan tak ingin memakainya. Jika semua hal dalam hidup ditentukan dengan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;...  usiamu dalam kandungan, waktu yang diharapkan cemas kedua orangtuamu  hingga menapak langkah pertama, bahkan menjelang nyawamu terenggut, huh,  aku memilih untuk mengabaikan waktu sebisaku. Maaf. Aku tak tahu jam  berapa sekarang. Omong-omong, kenapa kau memanggilku kesini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan  itu memilih ayunan bercat merah terkelupas, menjejakkan kakinya dan  mulai berayun. Kembali, mengusir waktu. Menunggu lelaki itu berucap,  entah apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bulan semakin membulat dan lampu  jalan semakin meredup, lelaki itu mengambil duduk diatas tumpukan ban  bekas, mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam tasnya, menyalakan  sebatang, menghisapnya dalam-dalam, sebelum kemudian mengeluarkan asap  yang sengaja dibentuknya menjadi lingkaran, menghadiahi malam ini satu  lagi lingkaran sempurna, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak  mengatakannya dalam surat ya? Ah iya, maaf, lagi-lagi masalah loncatan  kognisi ini. Maaf, seharusnya aku juga mengatakan kapan tepatnya kamu  harus datang kesini, bukan hanya 'saat lampu menyala' yang bisa kapan  saja. Tapi mengingat kamu tidak pernah melihat jam, aku jadi tidak  terlalu merasa bersalah. Sebelumnya, aku bisa memanggilmu dengan apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu mendengus. Lelaki ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa  sih, arti panggilan? Begitu kan, kata Shakespeare? Kamu bisa  memanggilku apa saja. Autisme berjalan, kepulan asap rokok, kotoran  kuda. Terserah kamu. Kupikir, setidaknya kamu harus cukup mengenalku  hingga memaksaku meninggalkan selimut di dalam kebekuan seperti ini,  kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menatap lelaki itu dengan tajam. Ia tak  suka hembusan rokok yang menjelma bak tameng di sekeliling lelaki itu.  Seakan ia bisa memonopoli emosi, menopengi sedikit getar ragu dalam  intonasi. Padahal, siapa yang tahu jika lelaki ini rapuh di dalam,  dengan sebatang rokok mengepulkan asap panjang pendek? Rokok--adalah  cara lain menjadi jantan yang sukses dipropaganda media. Cih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haha,  lelucon pembuka yang bagus untuk malam keparat ini. Berbicara soal  nama, aku malah ingat sebuah dialog satir dalam Pulp Fiction:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;'What is your name?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Butch.'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'What does it mean?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'I'm American, honey. Our names don't mean shit.'&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Ini  bukan Amerika, tapi aku juga percaya nama tidak berperan begitu besar  sehingga kita tidak perlu membawanya kemana-mana. Kamu juga bisa  memanggilku sesuka hatimu wahai Kepulan Asap Rokok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki  itu mematikan rokoknya. Bukan, bukan karena dia tidak ingin  menyumbangkan polusi lebih banyak lagi untuk udara, tapi semata karena  dadanya semakin terasa sakit semenjak semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu ingat ini?" katanya kemudian sambil mengeluarkan benda lain dari dalam tasnya, sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini alis perempuan itu terangkat tinggi-tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tarot?" lirihnya antara heran dan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  semua buku di muka bumi, lelaki ini menggiringnya di tengah kepekatan  malam demi sebuah buku yang berawalan abjad ke duapuluh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya,  tarot. Sebentar, mungkin ini akan terdengar aneh. Aku akan menceritakan  semuanya. Dua minggu yang lalu aku bermimpi aneh selama lima hari  berturut-turut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada seorang pria tua yang selalu datang,  tidak pernah absen. Dalam mimpiku dia memberikan kartu ke-delapan dari  Major Arcana, 'Kematian', selama empat hari berturut-turut. Di hari  kelima aku bertanya apa artinya kartu itu, lalu dia memberikan kartu  lain, kali ini kartu bergambar seorang perempuan, dia bilang perempuan  itu adalah reinkarnasi dari peramal terhebat sepanjang sejarah. Dia bilang perempuan ini aka menjelaskannya untukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu besoknya aku melihat  perempuan dalam kartu di mimpiku dalam dunia nyata, aku melihatnya  keluar dari rumahnya yang ternyata tidak jauh dari rumahku. Perempuan  itu adalah kamu! Itulah mengapa sore itu kamu menemui surat dariku  dibawah pintumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tersenyum samar. Dingin  yang semula dirasakan kian menusuk kini hanya bagaikan sapaan singkat  angin lalu. Pembicaraan ini kian menarik, batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nostradamus  pasti akan berpikir panjang sebelum memilih ku sebagai reinkarnan nya,  bukan? Aku beritahu satu hal, aku mendapatkan kartu nomor enam dari  peramal gadungan di ujung jalan. Malam berikutnya, sepertimu, tarot yang  kuperoleh berubah terbalik. Tidakkah itu menarik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  ada sahutan dari lelaki di hadapannya. Jeda sekian lama, hingga tinggal  suara malam dan kisikan daun yang membelah kebisingan dalam pikiran  lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan tidak ada sahutan, tetapi  lelaki itu menyahut dalam  hati, sehingga yang bisa mendengarnya mungkin  hanya virus-virus dan  bakteri yang terintegrasi dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sial, tahu apa aku tentang tarot? Dan apa pula maksudnya kartu nomor enam dan kebalikannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki   itu kembali menyalakan rokok. Bukan, bukan karena dia sedang ingin   menyumbangkan polusi lebih banyak lagi untuk udara, tapi karena malam   itu begitu dingin. Dan kalaupun aku mati, setidaknya aku mati dibunuh   oleh sahabatku, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fiuuh, &lt;i&gt;bukankah ini lucu, betapa waktu  dan takdir telah mempermainkan kita?&lt;/i&gt;  Pertama mimpi-mimpi itu, kemudian  malam yang datang terlalu cepat, dan  cerita yang sama darimu, semua ini  seperti script sebuah sitkom yang  sarkas. Bedanya, disini penontonnya  hanya kita berdua, sehingga  membuatnya menjadi begitu sepi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu merasa  kasihan pada lelaki itu. Ia bangkit dari ayunan,  dan tersenyum padanya.  Teramat manis, menyisakan lesung pipi  yang dalam terhadap lamunan si  lelaki. Menjawab samar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah,  karena kamu bahkan tidak  tahu apa yang hendak kamu katakan... mungkin,  aku ingin kembali ke  peradabanku yang hangat. Dengan secangkir kopi  pahit nan panas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar desahan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal, aku tahu dengan pasti arah pembicaraan ini." lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan   itu mengecup sekilas pipi si lelaki yang dingin oleh kabut, namun  kasar  oleh bekas rambut-rambut pendek yang tak rapi tercukur. Yang  tanpa  sadar diamini hangat oleh hati lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki  itu hanya membalas dengan senyum sekilas. Dia masih saja duduk  disana  sementara si perempuan berjalan kembali ke rumahnya yang hangat.   Diambilnya benda lain dalam tasnya, sahabatnya yang lain: kertas dan   pena. Dia mulai membuat garis diatas kertas, entah tulisan, entah   gambar, entah diagram, entah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada senyum yang tipis namun menyiratkan kemenangan dari wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia   tidak tahu sebenarnya masih ada mimpi di hari keenam. Mimpi yang   membuat semua ini terasa masuk akal sekarang. Mimpi yang aku yakin tidak   datang begitu saja dari bawah sadarku. Perempuan itu, ah.." katanya   pada virus-virus dan bakteri dalam tubuhnya sambil terus menggoreskan   pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu terlalu sibuk dengan pena dan kertas tipisnya, hingga tak menyadari bahwa perempuan itu berbalik sesaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, Kabut Malam! Namaku Rhe." lagi-lagi dengan senyum teramat manis, bak candu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup   pelan, sangat pelan. Namun desis angin telah berbaik hati   menyampaikannya ke gendang telinga lelaki itu. Senyum samar, berbalas   tipis di ujung bibir si lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau begitu kejam padaku, ah malam..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2355816676059726807?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2355816676059726807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/malam-yang-datang-terlalu-cepat.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2355816676059726807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2355816676059726807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/malam-yang-datang-terlalu-cepat.html' title='malam yang datang terlalu cepat'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7116960596852974649</id><published>2011-04-23T09:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T19:17:12.092-07:00</updated><title type='text'>F for French Films</title><content type='html'>Hari ini saya dibombardir oleh film-film Prancis. Sebenarnya hanya tiga, tapi saya bukan tipe orang yang betah menonton lebih dari satu film dalam sehari, makanya saya berpikir ini adalah sebuah pencapaian yang lumayan. Pertama, karena waktu yang dibutuhkan untuk menonton sebuah film itu cukup lama, dan saya berpikir lebih baik saya melakukan hal lain daripada menonton film lebih dari satu kali sehari, yang sialnya seringkali waktu saya terpakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak penting seperti berbaring tanpa melakukan apa-apa sambil mendengarkan musik selama berjam-jam, kan lebih baik jika saya menonton film saja. Kedua, karena biasanya setelah menonton sebuah film kognisi saya akan terpengaruh oleh film tersebut, dan membutuhkan waktu untuk menetralkannya kembali sebelum siap untuk dikontaminasi oleh film lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img.listal.com/image/42884/600full-the-science-of-sleep-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://img.listal.com/image/42884/600full-the-science-of-sleep-poster.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;Film pertama adalah &lt;i&gt;The Science of Sleep, &lt;/i&gt;hasil colongan dari warnet kemarin malam. Disutradarai oleh Michel Gondry, orang yang bertanggung jawab pada jatuh cintanya saya pada &lt;i&gt;Eternal Sunshine of The Spotless Mind&lt;/i&gt;, film-nya sebelum ini. Jujur saja ekspektasi saya sangat tinggi pada film ini, selain karena judulnya yang secara implisit langsung mengarah pada dualisme realita-nonrealita ala &lt;i&gt;Eternal Sunshine&lt;/i&gt;, juga karena &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt;-nya yang terlampau manis --mengendarai kuda berdua di atas awan? apa itu namanya kalau bukan manis?--, dan tentu saja karena sutradaranya Gondry! Dan ekspektasi saya ternyata tidak berlebihan, saya langsung menempatkan film ini ke dalam daftar 5 film terkeren versi saya hanya dalam 5 menit pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sih biasa saja, seorang laki-laki yang terbiasa membolak-balik mimpi dan realitanya sejak umur 6 tahun jatuh cinta pada tetangga sebelah apartemennya. Tapi sinematografinya, wow! Walaupun warnanya masih kalah oleh &lt;i&gt;Eternal Sunshine, &lt;/i&gt;tapi caranya menggambarkan mimpi sangat sangat keren! Berbeda dengan &lt;i&gt;Inception &lt;/i&gt;yang menggambarkan mimpi dengan terlalu serius dan &lt;i&gt;real, &lt;/i&gt;film ini menggambarkan mimpi dengan spontan, absurd, dan tentu saja lebih &lt;i&gt;dreamy&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Another awesome bizzare movie.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film kedua saya tonton di XXI, Festival Sinema Prancis 2011. Acara gratis ini menyedot banyak sekali orang. Selain oleh mereka yang memang suka sama film Prancis, maupun oleh orang-orang yang datang karena tertarik dengan kata "gratis"-nya, seperti saya. Iya lah, kapan lagi bisa nonton di bioskop tanpa ngeluarin duit selain buat parkir? Saya datang setengah jam sebelum film dimulai dan ternyata kursinya sudah penuh, untung saja teman saya si Coco nge-&lt;i&gt;take&lt;/i&gt; kursi untuk saya di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.nationalcriticschoice.com/yahoo_site_admin/assets/images/2008-les-enfants-timpelbach.30372239_std.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.nationalcriticschoice.com/yahoo_site_admin/assets/images/2008-les-enfants-timpelbach.30372239_std.jpg" width="235" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Judulnya &lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;i&gt;Les Enfants De Timpelbach, &lt;/i&gt;film komedi keluarga&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Sebuah desa kecil di Prancis bernama Timpelbach (yang digambarkan dengan amat keren, dengan kastil, gunung, sungai, dan padang rumputnya yang membuat saya berkali-kali &lt;i&gt;misuh&lt;/i&gt; saking kagumnya) anak-anaknya sangat nakal sehingga membuat orang tua mereka membuat sebuah rencana untuk menghukum mereka: meninggalkan desa selama sehari dan membiarkan para anak mengurus dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tapi ada sebuah masalah sehingga membuat para orang tua tidak kembali ke desa selama berhari-hari. Hal ini mengakibatkan terpecahnya para anak kecil ke dalam dua kubu: kubu anak-anak baik yang mengurus dirinya dengan cara-cara yang baik sambil menunggu orang tua mereka kembali, dan kubu anak-anak nakal yang mengasingkan diri ke sebuah bar di pinggir desa dan menghabiskan waktu dengan bermain kartu, minum bir, dan menghisap cerutu. Kubu ini menolak kedatangan kembali orang tua mereka karena mereka membenci otoritas orang dewasa dan berpikir bisa mengurus diri mereka sendiri. Film ini mengingatkan saya pada Pippi Langstrump, yang juga berpikir bahwa anak kecil seharusnya bisa hidup tanpa perintah dari orang dewasa. Konsep anarki dalam cerita anak-anak, eh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://veryaware.com/wp-content/uploads/2011/04/love_like_poison-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://veryaware.com/wp-content/uploads/2011/04/love_like_poison-poster.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Film ketiga, emm jujur saja saya tidak tertarik untuk membahasnya. Masih dari Festival Sinema Prancis, judulnya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Un Poison Violent. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tidak ada yang menempel di kepala saya tentang film ini, entah karena memang filmnya yang jelek atau saya yang tidak mengerti, tetapi toh si Coco yang duduk di sebelah saya pun mengaku tidak mengerti apa intinya. Jadi, tonton sendiri saja ya.. Oh iya saya ingat! Ternyata ada yang membekas dari film ini, dan itu adalah lagu terakhir yang digunakan untuk &lt;i&gt;closing credits&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Creep-&lt;/i&gt;nya Radiohead dibawakan dalam versi &lt;i&gt;choir &lt;/i&gt;anak-anak gereja, dan itu sangat &lt;i&gt;damn great&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7116960596852974649?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7116960596852974649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/f-for-french-movies.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7116960596852974649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7116960596852974649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/f-for-french-movies.html' title='F for French Films'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4940710322818071300</id><published>2011-04-20T09:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T09:59:42.954-07:00</updated><title type='text'>super thanks :)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Mia&lt;/b&gt;: Don't you hate that?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Vincent&lt;/b&gt;: What?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mia&lt;/b&gt;: Uncomfortable silences. Why do we feel it's necessary to talk about bullshit in order to be comfortable?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Vincent&lt;/b&gt;: I don't know. That's a good question.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mia&lt;/b&gt;: That's when you know you've found somebody special. When you can just shut the fuck up for a minute and comfortably enjoy the silence. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;-Pulp Fiction&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4940710322818071300?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4940710322818071300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/super-thanks.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4940710322818071300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4940710322818071300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/super-thanks.html' title='super thanks :)'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4592085887054642730</id><published>2011-04-16T10:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T10:32:03.166-07:00</updated><title type='text'>a word can hold the secret of the universe</title><content type='html'>Selain mempunyai angka statistik yang tinggi untuk kasus bunuh diri, Gunung Kidul juga memiliki ratusan (bahkan mungkin ribuan) goa yang tersebar di seluruh wilayah. Salah satunya adalah Goa Bendo, terletak di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu. Di goa &lt;i&gt;multi-pitch&lt;/i&gt; yang memiliki total kedalaman 40 meter inilah beberapa tahun yang lalu saya dan beberapa teman membuat heboh warga kampung karena mengaku menemukan mayat bayi, yang ternyata setelah dilihat lebih jelas adalah bangkai anak kambing yang jatuh terperosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya kembali melakukan eksplorasi disana bersama empat orang teman. Saya yang harusnya berada di urutan ketiga ketika naik meminta izin untuk naik duluan karena suatu hal: saya kebelet kencing. Saya tidak mau kencing di dalam goa bukan karena slogan khas pecinta alam itu, &lt;i&gt;leave nothing but footprint&lt;/i&gt;. Bukan, karena saya yakin manusia tidak pernah bisa tidak meninggalkan apa-apa selain jejak kaki ketika melakukan eksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah karbondioksida yang dikeluarkan ketika bernafas, itu saja sudah cukup untuk mengintervensi lingkungan alami goa, belum lagi sampah-sampah yang sengaja maupun tidak kadang tertinggal begitu saja di dalam. Maka jelas saya bukan seorang naturalis, bagaimana bisa menjadi naturalis jika saya sendiri yakin bahwa justru kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pecinta alam malah berpotensi merusak alam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rela naik sendirian karena Goa Bendo adalah goa yang sempit dan tidak mempunyai aliran air di dalamnya, saya tidak mau membuat teman-teman saya yang masih di bawah tersiksa dengan bau pesing jika saya kencing di dalam. Maka begitulah, akhirnya saya berada di mulut goa, sendirian, menunggu teman-teman saya yang lain yang saya perkirakan masih akan lama sebelum mereka sampai kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sudah sore, langit mulai remang. Karena saya bingung mau melakukan apa sembari menunggu, akhirnya saya berbaring, beralaskan ponco berbantalkan helm. Baju yang penuh lumpur, tanah yang basah di bawah saya. Saya berbaring membelakangi mulut goa, menghadap ke langit. Terlihat beberapa ekor kelelawar yang keluar kemudian masuk lagi ke dalam goa, entah mereka merasa kepagian untuk mencari makan atau ada sesuatu yang ketinggalan di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memejamkan mata, berusaha berkonsentrasi terhadap segala jenis suara di tempat yang jauh dari peradaban itu. Suara nyamuk di telinga saya, suara kelelawar, suara jangkrik, suara tokek, suara langkah hewan --entah apa itu, kadal mungkin-- di rerumputan, suara daun yang bergesekkan, suara kodok, suara sore, &lt;i&gt;suara alam. &lt;/i&gt;Oh dengarlah, siapa bilang alam itu sunyi? Siapa bilang semesta itu senyap? Alam semesta adalah orkestra dengan nada yang rumit tapi indah, dan ego manusia kadang hanya menyumbangkan nada fals terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Cme1WYg9oTk/TanRyByk4FI/AAAAAAAAAN8/0amagJXZyqM/s1600/CIMG3426.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-Cme1WYg9oTk/TanRyByk4FI/AAAAAAAAAN8/0amagJXZyqM/s400/CIMG3426.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4592085887054642730?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4592085887054642730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/word-can-hold-secret-of-universe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4592085887054642730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4592085887054642730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/word-can-hold-secret-of-universe.html' title='a word can hold the secret of the universe'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Cme1WYg9oTk/TanRyByk4FI/AAAAAAAAAN8/0amagJXZyqM/s72-c/CIMG3426.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2758496926022163142</id><published>2011-04-11T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T09:22:50.302-07:00</updated><title type='text'>curhat#5</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;apakah gerakan mereka yang semakin tidak beraturan ataukah saya yang terlalu konservatif sehingga lupa bahwa kemauan zaman memang harus selalu dituruti? atau keduanya? ini seperti sebuah parade oksimoronik tanpa akhir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2758496926022163142?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2758496926022163142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/curhat5.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2758496926022163142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2758496926022163142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/curhat5.html' title='curhat#5'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3462011526907348168</id><published>2011-04-08T07:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T19:57:47.889-07:00</updated><title type='text'>lightspeed me!</title><content type='html'>Belakangan ini saya merasa segala sesuatu berjalan dengan begitu cepat. Waktu, manusia, semuanya. Saya merasa seperti sedang mengendarai Millenium Falcon dan memasuki &lt;i&gt;lightspeed&lt;/i&gt;. Semuanya beterbangan, &lt;i&gt;blurry.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu&lt;br /&gt;Ini sudah delapan semester saya berada di kampus. Beberapa teman sudah ada yang wisuda, dan banyak lainnya akan menyusul Mei besok. Sedangkan skripsi saya saja baru sampai tahap niat dan perancanaan, itu pun realisasinya baru beberapa bulan lagi. Tidak terasa, lulus, kemudian bekerja. Seperti pembicaraan tempo hari bersama seorang teman sambil makan lotek,&lt;br /&gt;"Kemarin aku baru nonton film-film tentang korporasi, dari mulai Up in the Air sampai Wallstreet, semuanya mengerikan!"&lt;br /&gt;"Kamu tahu apa yang lebih mengerikan? Sebentar lagi kita akan memasuki dunia itu, dunia kerja, &lt;i&gt;sucks&lt;/i&gt;!" jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia&lt;br /&gt;Saya mengenal banyak orang baru dalam hidup saya selama kira-kira setahun terakhir ini. Orang-orang dari berbagai "dunia", yang tak jarang saling bertolak belakang satu sama lain. Mereka semua sedikit banyak meninggalkan makna dalam hidup saya. Tapi ini mungkin adalah hukum keseimbangan, saya juga kehilangan tidak sedikit orang. Saya merasa kehilangan mereka yang juga telah mewarnai hidup saya, mereka yang beberapa diantaranya adalah teman-teman terbaik yang pernah saya miliki. Kehilangan secara harfiah dan simbolik. Beberapa teman saya berubah menjadi orang yang tidak saya kenal. Apakah saya sedih? Ya. Tapi hey bukankah saya juga berubah? Mungkin saya juga bukan lagi saya yang pernah mereka kenal. Apakah mereka sedih? Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah perubahan. Salah satu instrumen yang mau tidak mau harus kita mainkan ketika kita telah memutuskan untuk membuat sebuah konser raksasa bernama kehidupan. Seperti yang dikatakan oleh &lt;span class="bodybold"&gt;Johann Wolfgang von Goethe, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="body"&gt;"Life belongs to the living, and he who lives must be prepared for changes."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kekuewa.net/uploaded_images/e-flcn-ltspd-782711.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://www.kekuewa.net/uploaded_images/e-flcn-ltspd-782711.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="bodybold"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3462011526907348168?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3462011526907348168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/lightspeed-me.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3462011526907348168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3462011526907348168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/lightspeed-me.html' title='lightspeed me!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4072768981230608172</id><published>2011-04-05T19:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T21:49:07.928-07:00</updated><title type='text'>media dan pembentukan konsepsi tentang gender</title><content type='html'>&lt;i&gt;*ini adalah tulisan yang dibuat dengan terburu-buru 15 menit menjelang &lt;/i&gt;deadline&lt;i&gt; pengumpulan tugas Psikologi Gender, maaf jika terasa agak dangkal, karena saya juga mengakuinya..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa adalah salah satu agen&lt;span style="background-color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi" style="background-color: black; color: white;"&gt;sosialisasi&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt; &lt;/span&gt;yang berperan dalam membentuk konsepsi-konsepsi pada manusia. Apakah dalam hal ini juga ia berperan besar dalam membentuk konsepsi tentang gender? Mari kita lihat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat ketika kecil, hari Minggu adalah hari yang sangat Saya tunggu. Karena dalam setengah hari televisi akan didominasi oleh acara-acara untuk anak kecil: kartun dan sejenisnya. Saya akan bangun pagi-pagi sekali dan mulai menyalakan televisi untuk kemudian berjam-jam duduk dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya akan ada bentrokan-bentrokan acara antara satu stasiun TV dengan yang lain. Ketika stasiun TV A menyiarkan acara X, stasiun TV B menyiarkan acara Y pada saat yang bersamaan. Dengan kondisi yang seperti itu, Saya --dan mungkin anak laki-laki lain pada umumnya-- akan memilih untuk menonton stasiun TV yang menyiarkan kartun laki-laki. Saya lebih memilih menonton “Satria Baja Hitam” dibanding “Sailor Moon”, atau “Dragon Ball” dibanding “Wedding Peach” misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal sederhana semacam itu bisa terlihat, bagaimana sebenarnya dari awal media massa telah menggiring manusia untuk memahami gender secara instan. Isi pesan dalam acara-acara untuk anak laki-laki jelas berbeda dengan acara-acara untuk perempuan. Walaupun mungkin temanya sama, katakanlah tentang superhero, dalam Satria Baja Hitam pahlawannya adalah laki-laki dengan topeng, sedangkan dalam Sailor Moon pahlawannya adalah sekelompok wanita berpakaian seragam sekolah. Jelas sekali, perbedaan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kata “ibu tiri” diidentikkan dengan seseorang yang kejam. Tidak pernah ada istilah “bapak tiri” untuk konotasi yang negatif. Jika ditelaah lebih jauh, ada kemungkinan istilah ini mengacu pada film “Ratapan Anak Tiri” buatan tahun 1974 yang memang memunculkan karakter ibu tiri sebagai tokoh antagonis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh ibu tiri kemudian diadaptasi oleh sinetron-sinetron Indonesia pada generasi setelahnya. Pada sinetron Indonesia, hampir dipastikan ada karakter antagonis perempuan dengan pandangan mata yang mendelik-delik. Lalu timbul pertanyaan menarik, apakah tokoh perempuan memang lebih “seram” ketika dijadikan tokoh antagonis ketimbang laki-laki? Saya tidak tahu, yang jelas kenyataannya memang lebih banyak tokoh perempuan antagonis dibanding laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berlanjut ke iklan. Iklan, sebuah selingan diantara acara TV yang sedang ditonton. Walaupun sekilas, seringkali efeknya lebih dahsyat dari yang dibayangkan. Konsep “wanita cantik” dengan kulit putih, tubuh langsing semampai, dan rambut lurus menurut Saya adalah bentukan iklan-iklan produk kecantikan. Bagaimana wanita digiring untuk menjadi “cantik” menurut versi mereka dan kemudian bisa memikat para lelaki. Uniknya, standar “cantik” menurut televisi akan dengan cepat berubah menurut perkembangan zaman, tetapi lagi-lagi ini merupakan bentuk sosialisasi yang efektif tentang perbedaan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu Utami dalam essay-nya yang berjudul &lt;i&gt;Kucing atau Anjing&lt;/i&gt; menulis sesuatu yang menarik tentang tokoh kartun dan hubungannya dengan gender. Ayu memperhatikan bahwa tokoh anjing dan kucing dalam film-film kartun adalah simbol dari laki-laki dan perempuan. Dalam cerita-cerita Walt Disney, tokoh anjing selalu digambarkan menjadi tokoh yang berani, gagah, setia, selalu menjaga, dan tangguh. Sementara kucing selalu digambarkan sebagai hewan yang manja, senang bersolek, jahil, dan malas. Anjing yang maskulin dan kucing yang feminim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ayu juga menganalisis tokoh-tokoh dari kartun lain. Cinderella diceritakan memelihara anjing, sementara kakak-kakak tirinya yang kejam memelihara kucing yang jahat. Tom &amp;amp; Jerry juga merupakan gambaran nyata tentang bagaimana kucing adalah hewan yang culas. Entah benar atau tidak analisisnya, yang jelas sadar atau tidak, hal-hal kecil semacam itu bisa meninggalkan efek yang cukup dahsyat terhadap konsepsi akan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuk ke internet. Hari ini internet adalah media terdepan dalam mengumpulkan informasi. Informasi apakah yang tidak bisa didapat melalui internet? Hampir tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil satu contoh, Facebook. Berbicara tentang Facebook, baru saja ada kejadian menarik yang terjadi belakangan ini. Pernikahan yang rusak gara-gara sang pria ternyata menikahi seorang pria juga. Sang “istri” menyembunyikan jatidiri-nya yang laki-laki selama 6 bulan kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal itu bisa terjadi? Ternyata sang suami mengenal “istri”nya ini lewat Facebook. Di dunia maya, dalam hal ini Facebook, seseorang bisa menjadi siapa saja yang dia mau. Dia bisa menjadi orang yang sangat berbeda dari dirinya di dunia nyata. Itulah yang dilakukan oleh sang “istri”, dia membuat dirinya yang laki-laki menjadi seorang perempuan di Facebook. Cukup memasang foto perempuan --atau fotonya sendiri yang berdandan seperti perempuan--, menulis data sex dengan “female”, serta melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh perempuan, seperti menulis status dengan gaya perempuan misalnya. Mudah? Seperti membalikkan telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Dari sedikit uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media massa --apapun bentuknya-- mempunyai andil yang cukup besar dalam membentuk konsepsi manusia tentang gender. Mulai dari televisi, film bioskop, musik, radio, telepon genggam, semuanya turut mengambil peran dalam sosialisasi raksasa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi di era serba-cepat seperti saat ini, kemudahan seseorang, terutama anak, dalam mengakses informasi sesungguhnya perlu diperhatikan. Jangan sampai anak memiliki konsep gender yang salah akibat bentukan media yang tidak dikontrol dengan baik oleh orangtua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi media massa memang bukanlah satu-satunya agen sosialisasi dalam membantuk pemahaman tentang gender. Masih ada orangtua, teman, serta lingkungan. Memang diperlukan sinergi dari semua agen agar bisa membentuk individu yang berkualitas, dalam hal ini tentang pemahaman gender.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4072768981230608172?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4072768981230608172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/media-dan-pembentukan-konsepsi-tentang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4072768981230608172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4072768981230608172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/04/media-dan-pembentukan-konsepsi-tentang.html' title='media dan pembentukan konsepsi tentang gender'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6349699007733472574</id><published>2011-03-31T04:52:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T04:52:04.338-07:00</updated><title type='text'>"motivasilah diri anda atau saya akan memotivasi anda secara paksa"</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, kelas Modifikasi Perilaku yang saya ambil kedatangan tamu. Seorang pakar dan praktisi SEFT &lt;i&gt;(Self Emotional Freedom Therapy). &lt;/i&gt;Teknik &lt;i&gt;self-healing &lt;/i&gt;yang baru dikembangkan di Indonesia. Sebenarnya tidak baru, karena ia adalah gabungan dari tiga belas teknik &lt;i&gt;self-healing&lt;/i&gt; yang sudah lebih dulu populer dan ditambah kata "spiritual" di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti terapinya adalah dengan menekan titik-titik tertentu di tubuh  manusia yang biasa digunakan untuk akupunktur sambil mengucapkan  kalimat-kalimat afirmatif dan syukur. Yah, sama sekali bukan hal baru.  Sang pakar memberikan terapi kepada teman saya yang sedang cemas dengan  kematian karena belakangan ini orang-orang disekitarnya banyak yang  meninggal karena penyakit. Setelah diterapi teman saya ditanya  "bagaimana perasaan anda sekarang?", "Lebih tenang.." jawabnya.  Lagi-lagi bukan hal baru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertemuan berikutnya dosen saya bertanya apa pendapat kami tentang  teknik ini. Kebetulan saya yang ditanya, maka saya jawab "Saya tidak  tertarik dengan teknik-teknik &lt;i&gt;self-healing&lt;/i&gt; semacam itu. Saya  skeptis. Kalo ada diantara teman-teman yang menganggap itu berguna, itu  bagus, tapi untuk saya sih itu biasa saja..", dalam kata lain saya ingin  berkata "Saya muak dengan teknik-teknik &lt;i&gt;self-healing&lt;/i&gt; dan buku-buku &lt;i&gt;self-motivation&lt;/i&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, jika dosen saya menganggap saya skeptis karena  teknik-teknik itu tidak pernah berhasil untuk saya, dia salah. Saya  sudah pernah mengalami hal-hal aneh nan menggembirakan karena buku-buku  motivasi, sebutlah &lt;i&gt;The Secret&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Quantum Ikhlas&lt;/i&gt;. Saya muak dengan hal-hal itu walaupun mereka pernah memberikan efek yang luar biasa untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kembali ke beberapa tahun yang lalu, ketika teknik-teknik dan  buku-buku semacam itu belum mewabah seperti sekarang. Saya ingat ketika  orang sedang senang-senangnya membicarakan ESQ, sebuah hal baru di  Indonesia --saat itu--. Ketika itu ayah saya didukung oleh kakak saya  yang telah lebih dulu mengikuti &lt;i&gt;training-&lt;/i&gt;nya menyuruh saya mengikuti &lt;i&gt;training&lt;/i&gt;  ESQ, yang selalu saya tolak dengan alasan sederhana: saya tidak suka  dijejali hal-hal berbau spiritual dan motivasi atau entah apapun itu  secara bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datang &lt;i&gt;The Secret&lt;/i&gt;-nya Ronda Bhyrne. Yang ini sepertinya  memberi efek yang dahsyat untuk para motivator-motivator baru, dan tentu  saja pengusaha-pengusaha baru. Ditandai dengan membludaknya judul-judul  buku baru pada rak "Psikologi dan Pengembangan Diri" di toko buku  manapun. Menurut saya itulah titik dimana psikologi menjadi ilmu yang  populer, ilmu yang laris dijual, ilmu yang kacangan sehingga kamu tidak  perlu kuliah 144 SKS untuk bisa menulis buku tentangnya. Dan para  selebritis di layar televisi seolah mengamininya, dari mulai Romy Rafael  sampai Uya Kuya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya adalah, saya setuju dengan usaha-usaha untuk memotivasi orang yang sedang membutuhkannya. Tapi &lt;i&gt;membuat orang termotivasi dan memaksa orang untuk termotivasi adalah dua hal yang berbeda. &lt;/i&gt;Dan itulah yang terjadi sekarang ini, bagaimana orang berusaha keras untuk menjadi generasi yang ber-&lt;i&gt;positive thinking, positive feeling&lt;/i&gt;,  atau apalah itu. Kalimat-kalimat milik para tokoh dunia yang seharusnya  bisa benar-benar memberi motivasi dan pencerahan menjadi menyebalkan  ketika ditulis di status Facebook atau di-retweet berjamaah secara  serampangan. Ya, ternyata ada yang baru disini, budaya &lt;i&gt;quotes&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6349699007733472574?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6349699007733472574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/motivasilah-diri-anda-atau-saya-akan_31.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6349699007733472574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6349699007733472574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/motivasilah-diri-anda-atau-saya-akan_31.html' title='&quot;motivasilah diri anda atau saya akan memotivasi anda secara paksa&quot;'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7207248570795798283</id><published>2011-03-31T04:50:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T04:50:53.957-07:00</updated><title type='text'>curhat#4</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;selama ini saya dikelilingi oleh orang-orang yang begitu berharga, dan sialnya adalah betapa saya baru sadar akan hal ini semalam..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7207248570795798283?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7207248570795798283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/curhat4.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7207248570795798283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7207248570795798283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/curhat4.html' title='curhat#4'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3824595057907017322</id><published>2011-03-16T19:41:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T10:35:09.751-07:00</updated><title type='text'>kontradiktif paradoktif</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk kontradiktif, seisi jagad raya tahu itu. Tapi saya terkejut ketika menemukan ke-kontradiktif-an yang sangat fatal saya temui pada salah seorang dosen, seorang profesor sosial yang saya hormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya beberapa hari yang lalu kami para mahasiswa mata kuliah yang beliau ampu melakukan kuliah lapangan di sebuah desa penghasil pelacur di utara Jawa. Disana kami mewawancari pelacur, mantan pelacur, serta suami pelacur. Mereka semua dibayar untuk mau meluangkan waktu beberapa jam untuk kami wawancarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, beberapa kali dosen saya itu berkata dengan bangganya:&lt;br /&gt;"Kalo pelacur dibooking itu kan dosa. Nah kalo kita membayar mereka untuk kita wawancarai, itu kan berarti mereka ga jadi dosa, mereka malah dapat pahala, karena berbagi ilmu itu ibadah" --yah intinya seperti itu lah--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beberapa hari yang lalu beliau kembali mengucapkan kalimat yang sama di kelas, sebelum beliau mengucapkan kalimat kontradiktif ini untuk sebuah masalah yang lain:&lt;br /&gt;"Kalian para mahasiswa jangan jadi tuhan-tuhan kecil. Jangan seenaknya bilang ini dosa atau itu dosa. Dosa dan pahala itu cuma Tuhan yang tahu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm sepertinya si pak dosen lupa dengan kata-katanya sebelumnya.&lt;br /&gt;Maaf Pak, saya cari DPS lain saja..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3824595057907017322?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3824595057907017322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/kontradiktif-paradoktif.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3824595057907017322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3824595057907017322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/kontradiktif-paradoktif.html' title='kontradiktif paradoktif'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6686077829565698789</id><published>2011-03-14T05:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T05:26:58.425-07:00</updated><title type='text'>alegori</title><content type='html'>Hari itu hujan. Aku berteduh dibawah atap warung rokok. Dan kamu berdiri sambil memegang payung di seberang jalan; menunggu bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kabar?" katamu lewat tatapan.&lt;br /&gt;"Baik." jawabku, juga lewat tatapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang terjadi? Matamu terlihat aneh."&lt;br /&gt;"Seperti  biasa, terlalu sibuk mendefinisikan segala sesuatu, sehingga tidak  pernah bisa menikmati apapun yang kucoba definisikan."&lt;br /&gt;"Pantas, tatapan matamu terasa lebih suram dibanding cerpen-cerpen Edgar Allan Poe."&lt;br /&gt;"Hehe, tetesan koloni air ini pasti membuatnya makin gelap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong buatkan aku puisi.." pintamu&lt;br /&gt;"Puisi?"&lt;br /&gt;"Iya.."&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Di dalam matamu terdapat labirin super-rumit dengan sebongkah keju diujungnya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan aku adalah tikus yang kebingungan di titik start&lt;/i&gt;." jawabku refleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening beberapa saat.&lt;br /&gt;Lalu kamu tersenyum sambil memejamkan mata, kemudian masuk ke dalam bus; pergi.&lt;br /&gt;Sial, sekarang aku benar-benar tersesat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6686077829565698789?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6686077829565698789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/alegori.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6686077829565698789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6686077829565698789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/alegori.html' title='alegori'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4715854214807409534</id><published>2011-03-10T18:47:00.000-08:00</published><updated>2011-05-31T03:10:42.124-07:00</updated><title type='text'>birth-die</title><content type='html'>Ulang tahun, salah satu produk peradaban manusia yang paling sering dirayakan. Kemarin saya ulang tahun, dan seperti yang sudah-sudah, saya tidak merayakannya dengan cara yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Saya merayakannya dengan jalan-jalan sendirian di pusat kota Jogja sebelum akhirnya mendamparkan diri di Pasar Klithikan dan membelikan diri saya sendiri kado, &lt;i&gt;"The Kodak Library of Creative Photography"&lt;/i&gt;. Buku bekas, terbitan tahun 1983, murah, dan isinya keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal ulang tahun, saya merasa kemajuan teknologi telah mereduksi banyak sekali romantisme dalam ulang tahun. Dalam hal ini Facebook. Facebook telah "memaksa" orang-orang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada daftar mereka yang berulang tahun di kanan atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya mendapat ucapan selamat dari sekitar 80 orang di Facebook, dan saya yakin hampir semua dari mereka mengucapkan selamat karena tahu dari Facebook, bukan karena mereka ingat kapan ulang tahun saya. Bandingkan dengan dulu, ketika situs jejaring sosial belum ada, ketika internet belum sepopuler sekarang, SMS ucapan selamat yang masuk ke HP saya paling hanya 15, tapi itu semua terasa begitu berharga, karena 15 ucapan itu datang dari teman-teman dekat saya yang tidak perlu situs jejaring sosial untuk mengingatkan mereka kapan ulang tahun saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kenapa saya amat jarang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang lewat Facebook, karena sesungguhnya saya tidak pernah ingat kapan ulang tahun mereka. Dan sialnya dengan begitu mudahnya mengakses data-data personal seseorang lewat Facebook termasuk tanggal kelahiran membuat saya menjadi tidak pernah lagi mengingat tanggal lahir seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, toh saya tetap senang dengan semua hal yang saya dapatkan kemarin dan bersyukur betapa alam semesta telah memberkati saya sampai hari ini. Sekarang umur saya 22, sebuah angka kembar, seperti gedung kembar. Semoga suatu hari saya tidak rubuh dengan mengenaskan seperti kedua gedung itu. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4715854214807409534?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4715854214807409534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/ulang-tahun-salah-satu-produk-peradaban.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4715854214807409534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4715854214807409534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/ulang-tahun-salah-satu-produk-peradaban.html' title='birth-die'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2980673438376009515</id><published>2011-03-08T08:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T08:34:48.130-08:00</updated><title type='text'>curhat#3</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;tahu terlalu banyak itu mengerikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;ternyata benar, di satu sisi pengetahuan adalah kutukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2980673438376009515?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2980673438376009515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/curhat3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2980673438376009515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2980673438376009515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/03/curhat3.html' title='curhat#3'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4540809938971192633</id><published>2011-02-27T18:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T18:58:40.231-08:00</updated><title type='text'>candy machine</title><content type='html'>Semalam si lelaki terbangun karena dia lupa mematikan laptop dan tentu saja winampnya, lagipula dia juga belum mematikan lampu. Setelah akhirnya siap untuk berkelana lagi ke dalam mimpi, sayup-sayup terdengar olehnya sebuah musik dari luar jendela kostnya. Entah dari kamar yang mana, entah dari rumah yang mana, entah dari mana. Musik yang sangat dia kenal, musik yang pernah menjadi &lt;i&gt;soundtrack&lt;/i&gt; kisahnya bersama seseorang.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;some&amp;nbsp;people&amp;nbsp;say&amp;nbsp;you're&amp;nbsp;a&amp;nbsp;lucky&amp;nbsp;man&lt;br /&gt;to&amp;nbsp;win&amp;nbsp;the&amp;nbsp;first&amp;nbsp;prize&amp;nbsp;lottery&lt;br /&gt;some&amp;nbsp;people&amp;nbsp;say&amp;nbsp;you're&amp;nbsp;a&amp;nbsp;lucky&amp;nbsp;man&lt;br /&gt;to&amp;nbsp;have&amp;nbsp;a&amp;nbsp;high-flying&amp;nbsp;bright&amp;nbsp;career&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Seseorang itu, adalah perempuan yang pertama kali mengenalkan lagu ini pada lelaki itu tiga tahun yang lalu, sebelum akhirnya mereka berdua mengintegrasikan diri mereka sendiri kedalam lagu ini. Kemudian berlanjut menjadi kisah romantis selama dua tahun. Kisah yang tak melulu indah, tapi meninggalkan kesan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;but&amp;nbsp;i&amp;nbsp;know&amp;nbsp;they're&amp;nbsp;wrong&lt;br /&gt;and&amp;nbsp;i'm&amp;nbsp;sure&amp;nbsp;they're&amp;nbsp;wrong&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Maka seperti kisah-kisah lain yang dimulai, kisah mereka juga harus diakhiri. Mereka berdua memutuskan untuk kembali kepada dunia masing-masing dan sama-sama tenggelam didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;some&amp;nbsp;people&amp;nbsp;say&amp;nbsp;you're&amp;nbsp;a&amp;nbsp;lucky&amp;nbsp;man&lt;br /&gt;to&amp;nbsp;have&amp;nbsp;a&amp;nbsp;lot&amp;nbsp;of&amp;nbsp;friends&amp;nbsp;out&amp;nbsp;there&lt;br /&gt;some&amp;nbsp;people&amp;nbsp;say&amp;nbsp;you're&amp;nbsp;a&amp;nbsp;lucky&amp;nbsp;man&lt;br /&gt;to&amp;nbsp;have&amp;nbsp;doors&amp;nbsp;open&amp;nbsp;everywhere&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Dan setelah itu semuanya sungguh berjalan baik-baik saja, setidaknya itulah yang dirasakan oleh lelaki itu. Dia bisa kembali menyelami dunianya yang rumit, dan tentu saja memang lebih baik sendirian untuk menyelami dunia semacam itu. Dan si perempuan, tampaknya juga bisa membangun sesuatu yang besar diatas dunianya yang semakin beragam. Akhir yang bahagia? Entahlah, yang jelas semalam segala macam memori dan elegi tentang mereka berdua yang sepertinya sudah memudar seperti disesakkan kembali kedalam kepalanya seperti berbundel-bundel dokumen yang tak sabar untuk dimasukkan kedalam sebuah lemari. Pengalaman yang membuatnya tidak bisa tidur selama beberapa saat, dan semua hanya karena sebuah lagu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;but&amp;nbsp;i&amp;nbsp;know&amp;nbsp;they're&amp;nbsp;wrong&lt;br /&gt;you're&amp;nbsp;a&amp;nbsp;very&amp;nbsp;lucky&amp;nbsp;man&lt;br /&gt;to&amp;nbsp;know&amp;nbsp;such&amp;nbsp;a&amp;nbsp;girl&amp;nbsp;like&amp;nbsp;her&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4540809938971192633?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4540809938971192633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/candy-machine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4540809938971192633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4540809938971192633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/candy-machine.html' title='candy machine'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-384946482362004324</id><published>2011-02-23T18:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T18:27:16.210-08:00</updated><title type='text'>face your fear, live your dream</title><content type='html'>Malam ini terasa berbeda. Entah karena seharian ini tidak hujan dan  cuaca menjadi lebih panas dari biasanya atau karena besok aku akan mulai  menggunakan kedua sayapku ini sebagaimana mestinya. Sebuah keputusan  yang tidak mudah, mengingat prematurnya bentuk sayapku ini dibanding  kegagahan sayap-sayap bangsaku yang lain. Teman-temanku yang lain telah  lebih dulu mengepakkan sayap mereka dan pergi ke timur sebelum musim  dingin. Saat ini hanya tersisa segelintir dari kami yang entah terlalu  berani atau terlalu bodoh sehingga masih bertahan di hutan ini. Yang  jelas alasanku bukan itu, aku sungguh ingin terbang bersama  teman-temanku dari kemarin. Tapi seperti yang kubilang, semua pesimis  merasa sayapku ini dapat mengepak dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku harus membuat sebuah keputusan. Aku tidak mau terus tinggal disini dan mati dicabik musim dingin.&lt;br /&gt;Terbang,  sesuatu yang sangat utopis untukku. Ah tapi apa itu utopis? Bukankah  sejarah planet ini didominasi oleh kisah mereka yang berani mendobrak  tembok utopis itu? Bukankah nenek moyang kita adalah mereka yang dengan  berani keluar dari lautan yang nyaman dengan mempertaruhkan hidup mereka  untuk hidup di darat? Hidup di darat itu utopis untuk mereka, tapi toh  mereka berhasil. Bukankah bangsa Sumeria adalah bangsa yang dengan  berani memutuskan untuk hidup di tempat bertemunya sungai Eufrat dan  lautan ribuan tahun yang lalu? Tinggal di tempat berlumpur semacam itu  adalah hal yang utopis di zaman dimana batu menjadi salah satu kebutuhan  primer saat itu. Tapi toh mereka akhirnya berhasil, dan menjadi bangsa  yang andilnya besar dalam membentuk peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pula denganku. Terbang adalah sesuatu yang sangat utopis untuk  organisme dengan sayap prematur sepertiku. Sama utopisnya dengan para  manusia yang merindukan kedamaian bisa menyusup dalam setiap oksigen  yang mereka hirup. Ah tapi lalu aku teringat dengan kata-kata seorang  temanku, kata-kata yang membuatku semakin yakin bahwa utopis hanyalah  tembok yang tidak perlu aku takuti, sebuah tembok yang aku hanya perlu  menemukan celah untuk merobohkannya,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Utopis itu  semestinya pandangan mereka yang non-ideologis terhadap cita-cita mereka  yang ideologis. Mereka yang ideologis memandang cita-cita besarnya itu  nampak jelas, walau masih jauh dan jalannya berat. Seperti aku, kamu,  dan mereka semua yang punya cita-cita besar terhadap dunia"&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ya  sepertinya aku siap untuk besok, lebih dari siap malah. Aku akan  terbang, dan suatu hari kedamaian akan menyusup kedalam setiap oksigen  yang kita hirup. Aku yakin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-384946482362004324?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/384946482362004324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/face-your-fear-live-your-dream.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/384946482362004324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/384946482362004324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/face-your-fear-live-your-dream.html' title='face your fear, live your dream'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7269792182221952231</id><published>2011-02-02T16:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T16:30:18.863-08:00</updated><title type='text'>kontemplasi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“i said: 'kiss me, you’re beautiful - these are truly the last days'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;you grabbed my hand and we fell into it like a daydream or a fever” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-Godspeed You! Black Emperor&lt;/blockquote&gt;"Kita hidup dalam dunia yang penuh sesak, bung. Dunia yang mau tidak  mau kita harus memberi jalan pada mereka yang akan lewat, yang suka  tidak suka kita harus menggeser duduk kita bagi mereka yang juga ingin  duduk."&lt;br /&gt;"Ya aku tahu..Apa itu istilahnya, makhluk sosial?"&lt;br /&gt;"Tidak  bung, tidak. Bukan itu, setidaknya ini bukan sekedar tentang itu, ini  tentang sesuatu yang kita sama-sama miliki, tapi kita tak pernah  menyadarinya. Malah lebih parah lagi, kita sering membiarkannya dicuri  orang"&lt;br /&gt;"Kalau kita tidak merasa memiliki sesuatu, kemudian sesuatu  itu diambil, itu namanya bukan dicuri, toh dengan tidak merasa memiliki  kita tidak akan merasa kehilangan apapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  penduduk desa, di puncak gunung itu hidup seekor elang. Bukan elang  biasa, tapi elang bermata emas, besarnya tiga kali lebih besar dari  elang biasa, dan berbulu putih. Sebelumnya kupikir elang bermata emas  itu adalah semacam mitos, karena belum pernah ada yang melihatnya secara  jelas, apalagi mendokumentasikannya. Entah sejak kapan penduduk desa  ini mulai menganggap ada makhluk semacam itu diatas sana. Tapi ini yang  perlu digarisbawahi, ini yang menarik. Penduduk desa tidak menganggap  elang itu semacam dewa atau hal yang lebih tinggi dari mereka, tidak  juga mereka menganggap elang itu sebagai siluman atau jadi-jadian atau  semacamnya. Mereka menganggap elang itu hanyalah bagian dari alam,  mereka menganggap elang itu kedudukannya sama seperti hewan-hewan lain  di sekitar desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika kau tanya aku, aku  menganggap elang itu dewa, malaikat, Tuhan atau apapun itu istilahnya.  Karena ketika semalam aku bertemu dengannya, dia memberiku sepasang  sayap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan musim dingin  sebelumnya, musim dingin kali ini terasa lebih hangat untuknya. Dia  telah selesai membuat sebuah boneka salju yang tidak berbentuk boneka  salju; berantakan dan lebih mirip seonggok semen. Tapi toh dia merasa  puas, karena itu adalah boneka salju pertama yang dia buat setelah  tangan kanannya diamputasi setahun yang lalu.&lt;br /&gt;"Kamu tahu kenapa kami para manusia senang membuat boneka salju?" tanyanya&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"Karena  kami takut, kami takut sendirian. Makanya kami menciptakan diri kami  dalam semua hal. Dalam film kartun, dalam patung, dalam lukisan, dalam  boneka salju. Supaya kami bisa melihat diri kami kemanapun kami pergi."&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"Dan  bicara tentang boneka salju. Aku jadi teringat kata-kata seorang penulis  wanita dari Indonesia dalam salah satu bukunya. Hmm kira-kira isinya begini: jika kamu ingin  menjadi berbeda ditengah sebuah gurun, janganlah menjadi pasir, atau  kaktus, atau oase, tapi jadilah salju, karena embun pagi tak akan  kalahkan dinginmu,  angin malam akan menggigil ketika melewatimu, dan  setiap senti gurun akan terinspirasi kerena kau berani beku dalam  neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau berbeda.."&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"Ah  sudahlah, sepertinya kau tak akan mengerti, aku masuk rumah dulu ya.  Sepertinya segelas coklat panas akan menyenangkan. Dadah."&lt;br /&gt;"...apakah  para manusia itu tidak tahu bahwa semua makhluk di alam semesta ini  begitu iri pada mereka dan terobsesi untuk menjadi seperti mereka?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7269792182221952231?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7269792182221952231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/kontemplasi.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7269792182221952231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7269792182221952231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/kontemplasi.html' title='kontemplasi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4623735913618779184</id><published>2011-02-01T07:49:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T22:13:28.948-08:00</updated><title type='text'>aufklärung</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"ketika kamu meminta keimanan pada-Nya, apakah Dia akan memberimu keimanan atau kesempatan untuk beriman?" &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;Semua ini berawal dari sesuatu yang datang kepada saya sekitar 3 minggu yang lalu. Sesuatu, sebut saja sebuah masalah. Masalah yang cukup besar dalam ukuran saya. Kemudian seperti yang sudah diduga: saya merengek-rengek pada Tuhan untuk membantu saya menyelesaikan itu. Saya kembali sholat, saya kembali berdoa. Terdengar menyedihkan ya? Tipikal manusia sok skeptis dan sok kritis terhadap kebenaran agama dan eksistensi Tuhan tapi begitu membutuhkan bantuanNya ketika mendapat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat itu semakin sering saya sholat dan berdoa justru saya semakin tersiksa. Saya tersiksa karena saya sama sekali tidak merasakan apa-apa dalam momen-momen saya berinteraksi dengan Tuhan. Bahkan bukan merasa kosong, saya merasa kering, sangat kering. Dan sungguh ironis, saya justru semakin takut dengan masalah yang sedang saya hadapi. Ditambah saat itu saya juga sebenarnya masih skeptis dengan semua hal yang bersifat rohaniah. Dalam kata lain: saya masih belum yakin apakah Tuhan benar-benar ada atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tibalah pada suatu malam dimana saya sedang membaca sebuah &lt;b style="color: white;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-32379/kicauan-burung.html"&gt;buku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-32379/kicauan-burung.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;yang ditulis oleh seorang spiritualis, buku yang telah sejak lama saya beli tapi baru kali itu saya benar-benar tertampar oleh isinya. Entah buku itu berfungsi sebagai &lt;i&gt;trigger&lt;/i&gt; atau apa, yang jelas saat itu saya benar-benar merasa --maaf jika selanjutnya istilah atau kata-kata saya terdengar seperti seorang hipokrit-- tercerahkan. Saya merasakan sebuah perasaan yang begitu janggal: begitu membahagiakan, begitu mengharukan. Saya bahkan sampai ingin menangis saking bahagianya malam itu. Kemudian saya melakukan sholat paling nikmat yang pernah saya rasakan seumur hidup, saya merasakan kehadiranNya. Saya bahkan lupa sama sekali terhadap masalah saya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"kau terus mencariKu dalam buku-bukumu, kau terus membicarakan dan memperdebatkanKu dengan teman-temanmu. kapan kau akan berhenti mencari dan mulai melihat?"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Lalu beberapa hari setelahnya saya melakukan perjalanan ke Bali. Sebuah perjalanan yang beberapa teman menyebutnya "perjalanan spiritual" bagi saya. Saya hanya tersenyum ketika mereka mengatakan itu. Karena jujur saja, Bali memang memiliki aura yang sangat berbeda dibanding semua tempat yang pernah saya datangi, setidaknya itulah yang saya rasakan ketika pertama kali kesana setahun yang lalu --dan tempo hari pun saya masih merasakan hal yang sama--.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mirip dengan kisah Dewa Wisnu yang bermanifestasi ke dalam 10 bentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara" style="color: white;"&gt;(&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara" style="color: white;"&gt;awatara&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara" style="color: white;"&gt;)&lt;/a&gt;, saya merasakan Tuhan bermanifestasi ke dalam berbagai bentuk makhlukNya&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya membaca Tuhan yang bermanifestasi dalam buku Wizard of Oz dalam perjalanan 13 jam saya di kereta Sri Tanjung menuju Banyuwangi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya melihat Tuhan yang bermanifestasi dalam Pura Gunung Kawi yang diukir dengan sangat hati-hati pada batu-batu curam ratusan tahun lalu,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya mendengar Tuhan yang bermanifestasi dalam ucapan seorang tukang eskrim yang kami temui di Mesjid Al-Muhajirin Kintamani, "Saya juga dari Jawa Mas, baru 5 hari tinggal disini. Tadi saya jalan dari bawah, kirain mesjidnya deket, ternyata jauh juga ya Mas, 6 kilo heheh", atau dari pertanyaan seorang teman baru asal Bali yang beragama Hindu, "sebenarnya jihad tu apa sih, Bi?"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya menghirup Tuhan yang bermanifestasi dalam harum teratai yang mengelilingi Taman Ayun,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya meraba Tuhan yang bermanifestasi dalam rekahan dan tonjolan tebing di Pantai Padang-Padang,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya merasakan Tuhan bermanifestasi ke dalam bentuk yang paling sederhana dan paling kompleks dari ciptaanNya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Tetapi tentu saja, dibalik suasana euforik ini, ada kekhawatiran yang terkadang muncul: benarkah ini benar-benar Dia? Benarkah ini bukan sekedar produk dari ketidaksadaran kolektif akan citra Tuhan seperti yang dikatakan oleh Jung? Benarkah ini bukan sekedar efek dari totemisme seperti yang dikatakan oleh Freud? Dan lebih parah lagi, apakah ini bukan gejala skizofrenik? Saya harap bukan. Dan jika pun iya, saya senang, karena kali ini saya mempunyai sesuatu untuk diyakini. Dan jika ini adalah sebuah fase, saya harap fase ini tidak terlalu cepat berakhir. Amin.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;span id="verse_3342_language_6_content"&gt;"Do  the  people  think  that  they  will  be  left  to  say,  "We  believe"  and  they  will  not  be  tried?"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span id="verse_3343_language_6_content"&gt;"But  We  have  certainly  tried   those  before  them,  and God will  surely  make  evident those  who   are  truthful,  and  He  will  surely  make  evident  the  liars.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span id="verse_3342_language_6_content"&gt;&lt;i&gt;" &lt;/i&gt;(Al-Ankabut 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4623735913618779184?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4623735913618779184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/aufklarung.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4623735913618779184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4623735913618779184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/02/aufklarung.html' title='aufklärung'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4756479256870027389</id><published>2011-01-10T07:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T07:22:43.432-08:00</updated><title type='text'>curhat#2</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;oke hari ini saya benar-benar muak dengan hal-hal bernama birokrasi, sistem, regulasi, dan bla bla bla sejenis. menyedihkan, betapa pengetahuan telah terdomestikasi menjadi sesuatu bernama nilai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4756479256870027389?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4756479256870027389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/01/curhat2.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4756479256870027389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4756479256870027389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/01/curhat2.html' title='curhat#2'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4776370677080919571</id><published>2011-01-08T18:56:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T18:41:18.845-08:00</updated><title type='text'>adzan, memori, dan romantisme masa lalu</title><content type='html'>Tiga hari yang lalu ketika saya naik Gunung Sindoro, saya kembali mendengar suara itu dari atas: suara adzan, tepatnya adzan shubuh. Suara yang sama ketika saya naik Merapi sekitar dua setengah tahun yang lalu. Bukan berarti saya belum pernah mendengar suara adzan, saya sudah hidup selama 21 tahun dan selama itu telinga saya tak pernah berhenti disusupi suara adzan dari berbagai media produk peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mendengar adzan dari atas gunung itu sungguh berbeda daripada mendengarnya di tengah hiruk-pikuk kota maupun di televisi. Mendengar adzan shubuh --dan sebenarnya bukan hanya adzan, ada doa-doa sebelum adzan yang saya tidak tahu namanya tapi saya sering mendengarnya waktu kecil-- ketika beristirahat sebelum lanjut mendaki sambil melihat lampu-lampu desa dan kota di kejauhan yang masih menyala karena langit masih gelap membuat semacam ada perasaan haru (atau sedih? saya juga tidak tahu apa namanya) dalam diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya perasaan ini muncul bukan karena suara adzan atau doa-doa itu mempengaruhi sisi religius saya atau semacamnya, saya hanya menganggap itu adalah ulah alam bawah sadar saya yang mengembalikan memori masa kecil saya. Reaksi yang sama ketika saya mendengar takbiran menjelang lebaran. Setiap lebaran saya selalu dibuat sedih oleh romantisme masa kecil yang tiba-tiba menyeruak setiap mendengar takbir. Memori bulan puasa yang selalu membuat saya meratapi nasib untuk menjadi dewasa. Dan semua itu hanya dipicu oleh sebuah takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian semalam saya menghadiri acara ulang tahun Fakultas saya. Sambil bercanda saya dan teman-teman satu angkatan mengatakan bahwa ini adalah ulang tahun terakhir yang akan kami hadiri, karena sebentar lagi kami semua akan lulus. Lalu tanpa sengaja melihat foto panitia penyambutan mahasiswa baru 2009 di Facebook dimana saya terlibat dalamnya. Dan ah ya lagi-lagi semua memori saya tentang kampus itu muncul, memori dari mulai saya masuk kuliah, mengenal perlahan-lahan teman-teman terbaik saya, memori tentang kehidupan mahasiswa, lalu kemudian kenyataan bahwa kami tak lama lagi akan meninggalkan kampus ini, memulai kehidupan baru sebagai orang (yang lebih) dewasa dan semacamnya membuat saya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke saya akui saya memang membenci perpisahan dan romantisme masa lalu yang datang pada saat yang tidak tepat. Dan entah kenapa seminggu ini saya selalu dikelilingi oleh hal-hal itu. Yah jika &lt;i&gt;law of attraction&lt;/i&gt; itu memang benar-benar ada, berarti dia lah penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepertinya In My Life dari The Beatles cocok untuk jadi &lt;i&gt;soundtrack&lt;/i&gt; tulisan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;There are places I remember&lt;br /&gt;All my life though some have changed&lt;br /&gt;Some forever not for better&lt;br /&gt;Some have gone and some remain&lt;br /&gt;All these places had their moments&lt;br /&gt;With lovers and friends I still can recall&lt;br /&gt;Some are dead and some are living&lt;br /&gt;In my life I've loved them all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But of all these friends and lovers&lt;br /&gt;There is no one compares with you&lt;br /&gt;And these memories lose their meaning&lt;br /&gt;When I think of love as something new&lt;br /&gt;Though I know I'll never lose affection&lt;br /&gt;For people and things that went before&lt;br /&gt;I know I'll often stop and think about them&lt;br /&gt;In my life I love you more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though I know I'll never lose affection&lt;br /&gt;For people and things that went before&lt;br /&gt;I know I'll often stop and think about them&lt;br /&gt;In my life I love you more&lt;br /&gt;In my life I love you more&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4776370677080919571?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4776370677080919571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/01/adzan-memori-dan-romantisme-masa-lalu.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4776370677080919571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4776370677080919571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2011/01/adzan-memori-dan-romantisme-masa-lalu.html' title='adzan, memori, dan romantisme masa lalu'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-586025913075694458</id><published>2010-12-27T07:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T20:35:37.850-08:00</updated><title type='text'>curhat#1</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;hari ini dunia dengan segala jenis toksik didalamnya --terutama yang paling mematikan bernama "hubungan antar-manusia"-- telah membuat playlist winamp saya lebih terdengar seperti obituari daripada lulabi malam ini&lt;/span&gt;..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-586025913075694458?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/586025913075694458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/hari-ini-dunia-dengan-segala-jenis.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/586025913075694458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/586025913075694458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/hari-ini-dunia-dengan-segala-jenis.html' title='curhat#1'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-8095404450707508225</id><published>2010-12-26T07:42:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T19:56:11.747-08:00</updated><title type='text'>F for Family</title><content type='html'>Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang keluarga saya, tetapi karena menulis sesuatu tentang keluarga itu jauh lebih sulit daripada menulis resensi sebuah film atau curhatan tidak penting, baru kali ini saya bisa merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat dengan salah satu kakak saya yang mengatakan kami hidup dalam keluarga yang amat sangat jarang memverbalkan rasa kasih dan sayang. Bahkan saya tidak ingat apakah kami pernah mengatakan "aku sayang kamu" satu sama lain. Karena kepedulian dan perhatian jauh lebih penting daripada kata-kata artifisial semacam itu, begitu yang dikatakan kakak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen terbaik yang saya miliki tentang keluarga saya adalah ketika kami berkumpul di rumah kami yang lama, di sebuah ruang yang berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang mengerjakan PR, ruang menonton TV, atau bahkan ruang tidur karena rumah lama kami tidak memiliki banyak ruangan. Kami duduk di sofa butut yang kulitnya sudah mengelupas disana-sini yang warnanya beberapa kali diganti --seingat saya terakhir kali warnanya biru-- sambil minum teh panas dalam gelas besar yang sebenarnya dibuatkan oleh ibu saya untuk ayah saya, tapi saya dan kakak-kakak saya sangat senang minum dari situ, walau kadang daun dan batang tehnya menyelip di gigi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun yang lalu ayah saya pergi merantau dari desanya yang tenang menuju Bandung yang katanya menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Ayah saya mencoba bekerja apa saja disana, dari mulai supir angkot, supir taksi, supir sebuah perusahaan farmasi sampai akhirnya terakhir menjadi Kepala Bagian ekspor-impor di perusahaan yang sama sebelum akhirnya pensiun dan belakangan kembali bekerja di sebuah perusahaan kecil karena mungkin beliau mengalami &lt;i&gt;post-power syndrome&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika saya kecil ayah saya menggendong saya di bahunya, kemudian beliau menunjuk bulan purnama dan bilang "liat bulannya? kalo kita diem dia juga diem" kemudian ayah saya berjalan dan bilang "liat bulannya? walau kita jalan bulannya tetep diem". Waktu itu saya tidak mengerti apa maksudnya, yang jelas sejak itu saya selalu tertarik dengan benda-benda angkasa. Ayah saya adalah orang pertama yang mengajak saya shalal berjamaah. Setiap Maghrib beliau selalu menyuruh saya masuk kamarnya dan shalat bersamanya, sesuatu yang saya sebenarnya tidak suka, karena tepat jam 6 Dragon Ball mulai di TV, dan saya biasanya terlewat cukup banyak adegan karena ayah saya shalatnya lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu menyukai cara ayah saya menceritakan sesuatu atau sebuah konsep. Bahkan teorinya tentang "lapisan ring dalam sebuah keluarga" tetap membuat saya kagum sampai sekarang, yang walau entah beliau dapat darimana teori itu. Ayah saya selalu mengajarkan tentang kedisiplinan dan profesionalitas kepada saya dan kakak-kakak saya dari kecil. Sesuatu yang beliau ajarkan dengan berbagai contoh aplikasi, tapi mungkin kami yang terlalu bebal sehingga saya rasa diantara kami tidak ada yang benar-benar mewarisi ilmunya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya bertemu ibu saya di tengah perantauannya. Ibu saya lahir dari keluarga yang cukup terpandang dan ayah saya adalah seorang pemuda perantauan yang tidak membawa apa-apa dari desa, sehingga bisa dipastikan romansa pahit ala film-film India dialami oleh mereka berdua: hubungan yang tidak direstui oleh orangtua si perempuan. Tapi yah, sepertinya jodoh memang benar-benar sudah diatur, karena toh mereka berdua menikah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah orang yang sangat sederhana, saking sederhananya beliau tidak bisa menggunakan benda-benda modern, bahkan mengetik SMS pun tidak bisa. Tapi memang kenapa? Menurut saya itu keren. Menurut cerita, ibu saya sebenarnya dulu diterima di Jurnalistik Unpad, tetapi beliau menolaknya karena sebuah alasan khas kolektivis: tidak ada satu pun temannya yang masuk sana. Sehingga akhrinya beliau masuk sebuah universitas kelas dua di Bandung dan tidak melanjutkan studinya karena suatu alasan. Maka ketika setahun belakangan saya mulai produktif menulis, ayah saya mengatakan "bakat menulismu tu turunan dari ibumu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya SD, ada pelajaran Bahasa Sunda yang sungguh sulit untuk saya waktu itu, dan keluarga saya juga tidak ada yang bisa berbahasa Sunda dengan baik. Kemudian setiap ada tugas, ibu saya dengan tulusnya selalu mengantar saya ke rumah para tetangga yang jago berbahasa Sunda untuk membantu saya mengerjakan tugas. Saat saya sakit, saya selalu suka ketika ibu saya membuatkan bubur yang dimasak dengan irisan ati ampela. Saya tidak bohong, tapi itu memang bubur terenak yang pernah saya makan seumur-umur, dan entah sudah berapa belas tahun yang lalu ketika terakhir saya merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan walaupun diantara kedua orangtua saya tidak ada satupun yang pernah belajar tentang Psikologi Perkembangan, saya sangat mengagumi cara mereka berdua memebesarkan anak-anaknya sehingga (hampir) semuanya telah menjadi sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada ketiga kakak perempuan saya. Saya tidak akan mendeskripsikan mereka satu-persatu, yang jelas kakak-kakak saya adalah orang yang paling berpengaruh dalam masa-masa perkembangan saya, terutama dalam hal perkembangan kognitif. Merekalah yang mengenalkan saya pada Star Wars, merekalah yang mengenalkan saya pada band-band keren 90an, merekalah yang menyuntikkan pengetahuan-pengetahuan pada saya yang saya yakin pengetahuan semacam itu tidak akan dimiliki oleh anak seumuran saya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kakak saya sekarang telah berada pada fase yang berbeda. Dunia mereka sekarang adalah mengurus suami dan membesarkan anak. Dunia yang mungkin suatu hari akan saya masuki juga. Menikah, mengurus istri, mencari uang, dan membesarkan anak. Dengan hanya memikirkannya saja perut saya sudah terasa tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung karena lahir pada saat keluarga saya sudah agak mapan secara lahir batin. Saya beruntung karena saya tidak pernah melihat ayah saya berdarah-darah karena dibacok sekawanan perampok, saya beruntung karena tidak pernah dirawat berhari-hari di rumah sakit karena operasi usus buntu seperti kakak saya yang waktu itu orangtua kami sempat akan "merelakannya" saking parahnya keadaannya, dan saya sampai bosan jika dinasihati begini oleh kakak saya "kamu tu beruntung. kamu mau apa-apa tinggal minta sekarang. kamu gak pernah ngerasain harus nunggu tempe dagangan si mamah laku dulu sebelum dapet ongkos buat sekolah!"&lt;br /&gt;Yah tapi tetap saja saya yang paling sulit bersyukur diantara kami berempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tulisan ini sudah berakhir, tetap sulit bagi saya untuk mengungkapkan rasa sayang saya kepada mereka secara verbal, bahkan untuk menulisnya pun saya amat canggung. Oke suatu hari saya akan mengungkapkan perasaan saya ini dengan cara yang berbeda, dengan sesuatu yang menembus batas semesta kata; sebuah pembuktian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-8095404450707508225?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/8095404450707508225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/f-for-family.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8095404450707508225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8095404450707508225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/f-for-family.html' title='F for Family'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-762194152203735371</id><published>2010-12-21T20:38:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T08:08:28.963-08:00</updated><title type='text'>an F word : Friends</title><content type='html'>Kemarin sore sekretariat kami kedatangan tamu dari Mapala tetangga. Jumlah mereka sekitar 20-an orang, dan hanya satu atau dua dari mereka yang saya kenal (dalam organisasi saya, mungkin hanya saya yang punya teman paling sedikit dari Mapala lain, jika semua jari dari kedua tangan saya digunakan untuk menghitung jumlah orang dari Mapala lain yang saya kenal pun mungkin akan kebanyakan). Bukan apa-apa, karena saya tidak suka berkenalan dan menjalin pertemanan dengan begitu banyak orang secara masif, dan itulah yang menjadi budaya di Mapala manapun; sedangkan saya lebih suka berkenalan secara personal dengan individu per individu secara lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka dan teman-teman saya mulai bernyanyi-nyanyi bersama sambil diiringi gitar dan jimbe, mereka (teman-teman dari Mapala lain dan teman-teman saya) terlihat sangat senang dan menikmati setiap momen, mereka tertawa, saling melempar ejekan, tertawa lagi, minum es teh, bernyanyi lagi, dan saya pergi meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengambil motor dan pergi tanpa tujuan sebelum akhirnya terdampar di toko buku sambil nunggu hujan. Kenapa saya pergi meninggalkan mereka? Ada dua alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena saya memiliki semacam gejala fobia sosial.&lt;br /&gt;Saya selalu merasa tidak nyaman ketika berada di tengah-tengah kerumunan orang, apalagi orang-orang yang tidak saya kenal. Dan seperti yang saya bilang diatas, saya tidak suka berkenalan dan mengakrabkan diri dengan begitu banyak orang sekaligus, dan sebenarnya saya juga tidak suka mempunyai terlalu banyak teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena saya tidak suka Mapala.&lt;br /&gt;Ya, saya Mapala yang tidak suka Mapala. Saya juga bingung kenapa saya tidak suka dengan Mapala, yang jelas bukan karena penampilan atau tingkah laku mereka. Karena perilaku berantakan, jarang mandi, urakan, mabuk-mabukan dsb yang biasanya dilekatkan pada Mapala manapun tidak pernah mengganggu saya, walaupun organisasi yang saya ikuti terkenal sebagai Mapala yang (katanya) rapi. Entahlah, mungkin ini semacam ketidaksukaan yang tidak butuh alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah hujan cukup reda, saya kembali lagi ke kampus dan melihat mereka telah pindah ke kantin dan melakukan aktifitas yang sama seperti tadi. Saya menghampiri sebentar, menghisap sebatang rokok, ikut nyanyi dan tertawa-tawa sebentar --walaupun saya tidak tahu apa yang saya tertawakan-- kemudian saya masuk ke sekret yang sepi, hanya ada seorang teman saya yang entah sedang apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu suka suasana seperti itu: duduk sendirian dan mendengar suara kerumunan orang dari jarak yang jauh. Dan dalam suasana seperti itu saya kemudian merenungkan banyak hal, termasuk konsep pertemanan dalam kehidupan saya. Jika dipikir, teman yang saya miliki sepanjang hidup memang tidak terlalu banyak, setidaknya mereka yang saya izinkan menyelami pikiran saya dengan cukup dalam. Dan dengan mengetahui fakta itu saya merasa puas, karena saya memiliki kualitas dalam berteman, bukan kuantitas. Dan setelah saya pikir lagi, ternyata saya lebih senang berteman dengan orang-orang yang memiliki sedikit teman, karena itu artinya saya hanya perlu berteman dengannya, bukan dengan teman-temannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-762194152203735371?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/762194152203735371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/f-word-friends.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/762194152203735371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/762194152203735371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/f-word-friends.html' title='an F word : Friends'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-9125661937735899241</id><published>2010-12-20T19:20:00.001-08:00</published><updated>2010-12-20T19:23:27.266-08:00</updated><title type='text'>obsesif kompulsif</title><content type='html'>Sejak dulu saya peka dengan hal-hal detil, dan belakangan ini berubah  menjadi obsesi, kemudian berubah lagi menjadi obsesi terhadap  idealitas.&lt;br /&gt;Maksudnya adalah saya menjadi tidak tahan terhadap  segala sesuatu yang tidak seharusnya terjadi atau berada pada tempat  yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke saya tahu dunia bukanlah sesuatu yang sempurna,&lt;br /&gt;saya tahu saya tidak seharusnya mengkritik segala sesuatu karena toh diri saya sendiri juga tidak sempurna,&lt;br /&gt;dan saya tahu saya bisa mati karena tidak tahan dengan diri saya sendiri yang sama sekali tidak ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya bisa apa?&lt;br /&gt;Ini terjadi begitu saja.&lt;br /&gt;Saya bisa saja menyalahkan Tuhan dengan mengatakan "oh mengapa Kau begitu tega membuatku seperti ini?"&lt;br /&gt;tapi konsep ketuhanan dan citra Tuhan sendiri tidak ideal menurut saya,&lt;br /&gt;dan saya tidak percaya dengan takdir atau sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya menganggap ini hanya ketidakseimbangan otak saya saja, dan ini sesuatu yang normal terjadi pada manusia.&lt;br /&gt;Ah sudahlah, saya hanya semakin merasa pusing dengan menulis ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-9125661937735899241?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/9125661937735899241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/my-absurd-though-is-killing-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/9125661937735899241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/9125661937735899241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/my-absurd-though-is-killing-me.html' title='obsesif kompulsif'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7440039612450214918</id><published>2010-12-13T19:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T19:05:02.273-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>the obsession of ideal world is killing me,&lt;br /&gt;and it's getting worse each day&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7440039612450214918?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7440039612450214918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/obsession-of-ideal-world-is-killing-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7440039612450214918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7440039612450214918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/obsession-of-ideal-world-is-killing-me.html' title=''/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1408317860977989268</id><published>2010-12-08T22:07:00.001-08:00</published><updated>2010-12-12T22:17:56.541-08:00</updated><title type='text'>oh eropa</title><content type='html'>Belakangan ini saya begitu terobsesi ingin keluar negeri, Eropa lebih tepatnya, negara-negara kecil di Eropa lebih tepatnya, seperti Slovakia, Irlandia, Swiss, dan negara-negara lain yang namanya asing di telinga orang Indonesia. Kenapa negara-negara kecil? Karena negara-negara semacam Belanda, Jerman, atau Prancis menurut saya adalah negara yang 'mapan', dan dalam bayangan saya, negara-negara itu suasananya akan seperti Jakarta, padahal saya tidak suka Jakarta; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crowded&lt;/span&gt;, kehidupan seperti terburu-buru, dan semua serba mahal. Tapi walau termasuk negara mapan, saya tetap ingin ke Inggris, karena saya sangat suka mendengar orang berbicara dengan aksen Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keinginan ini sudah agak lama, tapi ini berubah menjadi obsesi ketika beberapa teman dekat saya pergi keluar negeri, ada yang ikut konferensi di Jerman, ada yang dapat beasiswa ke Swedia, dan terakhir saya dapat kabar ada seorang teman lagi yang akan ke Amerika. Mereka semua pergi kesana dengan dibiayai oleh lembaga-lembaga tertentu, dan inilah yang membedakan obsesi saya keluar negeri dengan sekedar ingin berlibur. Saya pikir jika hanya sekedar berlibur saya masih bisa mengusahakannya dengan menyisihkan sebagian besar uang bulanan saya selama beberapa bulan ditambah uang dari job sana-sini. Saya ingin kesana sebagai mahasiswa, bukan sekedar sebagai wisatawan atau&lt;span style="font-style: italic;"&gt; backpacker&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa belakangan ini saya giat banget cari info seputar beasiswa, konferensi atau apapun yang memberangkatkan mahasiswa Indonesia ke Eropa. Tapi mimpi memang berkorelasi positif dengan kualitas, semakin tinggi mimpimu harus diimbangi juga dengan tingginya kualitasmu. Dari beberapa info yang saya tahu, hampir semua mensyaratkan IPK diatas 3,5 dan TOEFL minimal 550. Dua hal yang sepertinya saya harus berjuang cukup keras untuk itu, semenjak saya memang tidak pernah memusingkan berapapun nilai akademis saya di kampus --yang sialnya baru terasa penting pada saat-saat seperti ini-- dan TOEFL saya waktu saya ikut tes 3 tahun lalu cuma 475.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam beberapa bulan kedepan, saya akan mengecangkan ikat kepala untuk beberapa program hidup yang akan saya buat sendiri, dan tentunya akan saya evaluasi sendiri juga. Dari mulai les Bahasa Inggris sampai perbaikan nilai kuliah. Yah walaupun saya memang fluktuatif, saya tidak tahu apa yang akan saya pikirkan beberapa bulan kedepan tentang rencana ini, setidaknya dalam beberapa bulan ini saya punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tujuan&lt;/span&gt; yang jelas dalam hidup saya, sesuatu yang sudah sangat lama tidak saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW6SjXt2uI/AAAAAAAAAMc/-beZaBReF_4/s1600/slovenia2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 295px; height: 369px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW6SjXt2uI/AAAAAAAAAMc/-beZaBReF_4/s320/slovenia2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550046943699131106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1408317860977989268?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1408317860977989268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/oh-eropa.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1408317860977989268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1408317860977989268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/oh-eropa.html' title='oh eropa'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW6SjXt2uI/AAAAAAAAAMc/-beZaBReF_4/s72-c/slovenia2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-125954565259160676</id><published>2010-12-06T22:47:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T23:13:41.024-08:00</updated><title type='text'>desaturasi pelangi</title><content type='html'>ketika tujuh spektrum warnanya terreduksi menjadi dua:&lt;br /&gt;merah dan hitam.&lt;br /&gt;tetap saja kita bukan siapa-siapa,&lt;br /&gt;tetap saja alam semesta tidak bermakna apa-apa.&lt;br /&gt;kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TP3ed2s1QtI/AAAAAAAAAMM/Vfkfb7_WtDg/s1600/sepi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 386px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TP3ed2s1QtI/AAAAAAAAAMM/Vfkfb7_WtDg/s320/sepi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547834920471446226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-125954565259160676?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/125954565259160676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/blog-post.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/125954565259160676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/125954565259160676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/12/blog-post.html' title='desaturasi pelangi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TP3ed2s1QtI/AAAAAAAAAMM/Vfkfb7_WtDg/s72-c/sepi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5372304704133462582</id><published>2010-11-30T20:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T00:16:49.299-08:00</updated><title type='text'>the social network : ini lebih mirip kritik dan ungkapan kekecewaan daripada resensi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TPXR45IOIuI/AAAAAAAAAL8/VZ0WEmoYP_M/s1600/The-Social-Network-Movie-Poster.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TPXR45IOIuI/AAAAAAAAAL8/VZ0WEmoYP_M/s320/The-Social-Network-Movie-Poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545569291514815202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah agak lama saya mendengar kisah tentang Facebook akan dibuat film. Awalnya saya tidak sedikitpun menaruh perhatian pada itu. Pertama, karena saya tidak tertarik pada kisah tentang &lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Mark Zuckerberg dan segala isu Yahudi yang sangat sering diributkan disini. Kedua, karena saya pikir film semacam itu jatuhnya hanya akan menjadi film kacangan yang cuma mendompleng nama besar Facebook untuk kemudian digunakan untuk mengiklankan si Facebook itu sendiri agar semakin besar perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah saya tahu sutradara film ini adalah David Fincher, wah saya tidak peduli lagi tentang dua alasan saya itu. David Fincher telah membuat saya jatuh cinta pada film-filmnya sejak lama, mulai dari The Game, Zodiac, Fight Club, Seven, hingga The Curious Case of Benjamin Burton --yang walaupun saya belum pernah menontonnya, saya tahu film itu mempunyai reputasi yang baik, apalagi dengan Brad Pitt didalamnya--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah walaupun sebelum nonton saya sudah punya sedikit rasa pesimis film ini bakal sebagus film-filmnya yang lain, saya tidak menyangka rasa kecewa saya begitu besar setelah selesai menonton. Film ini buruk! Sangat membosankan. Tidak ada kejutan-kejutan seperti dalam Seven, Zodiac, ataupun The Game. Dan sama sekali tidak seperti Fight Club yang mampu meracuni saya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke ternyata ekspektasi yang terlalu besar untuk sebuah film tidak baik untuk saya, juga untukmu. Saya sudah terlanjur menyiapkan set mental untuk menghadapi kesenangan-kesenangan yang saya dapatkan dari film-film Fincher sebelum mulai menonton, dan jatuhnya saya malah mengkomparasi film ini dengan film-filmnya yang lain yang malah membuat film ini menjadi semakin buruk di mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quotes &lt;/span&gt;dari film-film Fincher yang selalu melimpah dari awal sampai akhir, tapi di film ini saya cuma dapet satu yang cukup terngiang-ngiang di kepala saya, yang diucapin perempuan yang saya lupa namanya ke si Mark yang lagi duduk megang laptop di akhir film, kalau tidak salah kalimatnya gini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;you are not a bastard, you're just trying hard to be a bastard"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jadi pesan moralnya adalah saya --dan mungkin kamu juga, emm kita-- sebaiknya memang menghindari segala bentuk prasangka, praduga, dan persepsi sebelum menonton sebuah film, kalau kata dosen fenomenologi saya istilahnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;epoche. &lt;/span&gt;Mungkin film ini akan terasa sedikit lebih baik jika sebelumnya saya tidak tahu sutradaranya adalah David Fincher.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5372304704133462582?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5372304704133462582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/social-network-ini-lebih-mirip-kritik.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5372304704133462582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5372304704133462582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/social-network-ini-lebih-mirip-kritik.html' title='the social network : ini lebih mirip kritik dan ungkapan kekecewaan daripada resensi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TPXR45IOIuI/AAAAAAAAAL8/VZ0WEmoYP_M/s72-c/The-Social-Network-Movie-Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2143569524715916428</id><published>2010-11-26T06:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T06:49:05.519-08:00</updated><title type='text'>distribusi opini #5 : a walking contradiction</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;you : "&lt;i&gt;mas tu suka apa sih&lt;/i&gt;?"&lt;br /&gt;me : "&lt;i&gt;suka kehidupan&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa bulan kemudian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me : "&lt;i&gt;jadi lebaran teh gini gini aja ya&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;you : "&lt;i&gt;what do u expect?kan udah ngalamin lebaran 21 tahun, jadi ya gitu-gitu aja,cant imagine what will happen 5 next years&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;me : "&lt;i&gt;iya ya, mikirin anak, istri, duit, kerjaan. kata aku juga kita mah harusnya bunuh diri massal aja&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yeah, you’re truly a walking contradiction..&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;" you said&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2143569524715916428?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2143569524715916428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/distribusi-opini-5-walking.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2143569524715916428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2143569524715916428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/distribusi-opini-5-walking.html' title='distribusi opini #5 : a walking contradiction'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1000571267272666455</id><published>2010-11-20T21:10:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T22:24:33.425-08:00</updated><title type='text'>reklamasi</title><content type='html'>"Ya benar, aku akan bunuh diri.." kata pemuda itu sambil membenarkan duduknya.&lt;p&gt;"Ah, sudah 10 tahun aku mengenalmu, dan tetap saja pikiranmu seperti cuaca, sulit diprediksi." sahut temannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kau  salah untuk 2 hal. Pertama, tidak ada orang yang benar-benar  mengenalku, bahkan diriku sendiri. Jadi kenyataan kita telah berteman  selama 10 tahun, itu memang benar, tapi kau tidak mengenalku. Kedua, oh  tuhan, tentu saja cuaca bisa diprediksi! Berdamailah dengan ilmu  pengetahuan, dan kau bisa memprediksi apapun."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya ya ya apapun itu..Jadi kapan kau akan mati?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Hmm..Sepertinya besok malam, saat purnama.."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Oke. Dengan cara apa?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Gantung diri, itu obsesiku dari kecil hahaha!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sakit! Pertanyaan terakhirku, apa alasanmu ingin bunuh diri?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sederhana,  aku sudah mendapatkan semua yang aku mau, hidup sudah tidak menantang  lagi untuk kujalani. Dan ketika kau sudah tidak lagi merasa hidup dalam  hidupmu sendiri, aku sarankan kau bunuh diri saja. Karena kau tahu?  Manusia diberkahi sesuatu yang sangat indah bernama &lt;em&gt;ketidakabadian&lt;/em&gt;. Kematian adalah jawaban yang paling menyenangkan untuk mimpi burukmu tentang keabadian.."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;dalam diriku mengalir sungai panjang,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;darah namanya;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dalam diriku menggenang telaga darah,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;sukma namanya;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dalam diriku meriak gelombang sukma,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;hidup namanya;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan karena hidup itu indah,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;aku menangis sepuas-puasnya (&lt;/em&gt;*)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;***&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan  itu kembali menghela nafas, sudah seminggu semenjak dia mengurung diri  dalam kamarnya dan melihat betapa dunia sudah benar-benar berubah ketika  dia keluar. Semuanya tampak tak sama lagi baginya, pohon di seberang  jalan itu, boks telepon umum yang sudah lama rusak,  tetangga-tetangganya. Oh demi tuhan, semua telah berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi  tunggu, semua yang berubah atau dia yang berubah? Apakah jalan ini  memang bertambah panjang atau hanya otaknya yang berusaha mengatakan  bahwa jalan ini memang bertambah panjang dari minggu kemarin?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  jelas ketika dunia sekelilingmu berubah, maka hidupmu juga otomatis  berubah. Begtulah yang dialami perempuan itu, hidupnya sudah tidak sama  lagi hari ini, dia sudah tidak bisa lagi menikmati bahkan satu  sentimeterpun dari sungai kebahagiaan yang hidup tawarkan padanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  malam itu, dia berjalan menuju pohon di seberang jalan bersama tali  tambang yang dia beli siangnya. Untunglah pengetahuannya tentang  tali-temali lumayan bagus, sehingga dia tidak kesulitan dalam  mempersiapkan apa yang dia sebut sebagai &lt;em&gt;solusi paling sederhana untuk masalah yang paling kompleks&lt;/em&gt;. Dan perempuan itu pun mati.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;because the world is round it turns me on &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;because the world is round..ah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; because the wind is high it blows my mind &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;because the wind is high..ah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; because the sky is blue, it makes me cry &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;because the sky is blue..aah (&lt;/em&gt;**)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;***&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sayang, anak kita lahir dengan selamat! Dan mereka kembar!!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Puji tuhan! Benarkah sayang? Oh aku sangat bahagia!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya, cepatlah pulang, aku tak akan menamai mereka sebelum kau pulang.."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Oke oke sayang, baiklah.. Oh puji tuhan, apakah mereka cantik?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya mereka cantik dan juga tampan sayang. Yang perempuan mirip aku dan yang laki-laki mirip kamu.."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Oh jadi mereka beda jenis kelamin. Oh ya tuhan, aku sangat senang! Mereka sehat kan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya mereka sehat sayang. Tapi ada sedikit keanehan, di masing-masing leher mereka ada tanda lahir berbentuk tali.."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;(*) Sapardi Djoko Damono - Dalam Diriku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(**) The Beatles - Because&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW759cvc-I/AAAAAAAAAM0/K1JQy4ggg2Y/s1600/tali-gantung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW759cvc-I/AAAAAAAAAM0/K1JQy4ggg2Y/s320/tali-gantung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550048720226055138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1000571267272666455?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1000571267272666455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/artificial-life.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1000571267272666455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1000571267272666455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/artificial-life.html' title='reklamasi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TQW759cvc-I/AAAAAAAAAM0/K1JQy4ggg2Y/s72-c/tali-gantung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5004666181195577183</id><published>2010-11-13T00:02:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T12:12:23.507-08:00</updated><title type='text'>never give up, survivor!</title><content type='html'>ini sedikit gambar dari salah satu posko pengungsian terbesar di Jogja saat ini, Stadion Meguwoharjo. tempat dimana para relawan dan para pengungsi saling memberi makna pada kehadiran masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5I58FXT9I/AAAAAAAAALs/oTffWwy0m20/s1600/DSC_1546.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5I58FXT9I/AAAAAAAAALs/oTffWwy0m20/s320/DSC_1546.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944751930658770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalat Jum'at&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5I5ZanioI/AAAAAAAAALk/t8ATZ5iJixY/s1600/DSC_1532.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5I5ZanioI/AAAAAAAAALk/t8ATZ5iJixY/s320/DSC_1532.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944742624561794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti biasa: gambar gunung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IgiCSDvI/AAAAAAAAALc/5dnIztlH7xM/s1600/DSC_1529.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 234px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IgiCSDvI/AAAAAAAAALc/5dnIztlH7xM/s320/DSC_1529.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944315441680114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;posko psikologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IgL8bNwI/AAAAAAAAALU/tzD-SMTeGpI/s1600/DSC_1496.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IgL8bNwI/AAAAAAAAALU/tzD-SMTeGpI/s320/DSC_1496.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944309511534338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggih Mas..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IfitlHVI/AAAAAAAAALM/pH5hWJp1bqk/s1600/DSC_1494.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IfitlHVI/AAAAAAAAALM/pH5hWJp1bqk/s320/DSC_1494.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944298443414866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;siraman rohani? no comment deh&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5Ie9HHIeI/AAAAAAAAALE/1r0N0qLGUi4/s1600/DSC_1473.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5Ie9HHIeI/AAAAAAAAALE/1r0N0qLGUi4/s320/DSC_1473.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944288349954530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hampir semua stasiun TV mangkal disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IemCCIuI/AAAAAAAAAK8/JbkK4mwERjg/s1600/DSC_1472.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5IemCCIuI/AAAAAAAAAK8/JbkK4mwERjg/s320/DSC_1472.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538944282154640098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"praying is doing something"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HIJVHLLI/AAAAAAAAAK0/llIKZ-tyC_Y/s1600/DSC_1521.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HIJVHLLI/AAAAAAAAAK0/llIKZ-tyC_Y/s320/DSC_1521.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942796981284018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;susu gratiis!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHlUbnLI/AAAAAAAAAKs/ENHpCw_DNf0/s1600/DSC_1520.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 234px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHlUbnLI/AAAAAAAAAKs/ENHpCw_DNf0/s320/DSC_1520.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942787314752690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semoga setelah ini bukan cuma gunung yang akan digambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHVnCYlI/AAAAAAAAAKk/OOGnOxVCMU4/s1600/DSC_1511.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHVnCYlI/AAAAAAAAAKk/OOGnOxVCMU4/s320/DSC_1511.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942783097823826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tenggelam dalam lautan "baju pantas pakai"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHBr_rrI/AAAAAAAAAKc/6UnPTGiJm3Y/s1600/DSC_1510.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HHBr_rrI/AAAAAAAAAKc/6UnPTGiJm3Y/s320/DSC_1510.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942777749909170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semacam ruang keluarga, tapi tetap saja tidak senyaman di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HGwUp2_I/AAAAAAAAAKU/TehHXMPoM78/s1600/DSC_1505.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5HGwUp2_I/AAAAAAAAAKU/TehHXMPoM78/s320/DSC_1505.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942773088607218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selalu ada alternatif untuk semua hal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5Gg3kq9iI/AAAAAAAAAKM/IhVQCKtD--Q/s1600/DSC_1502.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 350px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5Gg3kq9iI/AAAAAAAAAKM/IhVQCKtD--Q/s320/DSC_1502.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538942122199807522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cukur gratis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5004666181195577183?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5004666181195577183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/never-give-up-survivor.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5004666181195577183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5004666181195577183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/11/never-give-up-survivor.html' title='never give up, survivor!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TN5I58FXT9I/AAAAAAAAALs/oTffWwy0m20/s72-c/DSC_1546.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6360126394989984898</id><published>2010-10-29T18:14:00.001-07:00</published><updated>2010-10-29T18:15:17.721-07:00</updated><title type='text'>saya menulis 5 paragraf ini sementara disana para pengungsi tidak bisa tidur nyenyak karena kekurangan selimut</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;ini hampir jam 12 malam  dan saya masih ada di kampus. 3 taun lebih kuliah disini saya baru 2  kali berada selarut ini di kampus, pertama waktu HUT Palapsi 2 setengah  taun yang lalu pas fakultas ngasih izin nginep di kampus, terus hari ini  karena saya kebagian jaga posko Psikologi Untuk Merapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;beberapa  fenomena alam baru-baru ini, mulai dari Wasior hingga Merapi; yang  orang-orang menamakannya "bencana", sedikit banyak membuat saya  mempertanyakan kembali keyakinan saya akan sesuatu hal yang lebih besar  dari alam semesta; yang orang-orang menamakannya "tuhan"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam  keadaan seperti ini seharusnya orang se-skeptis saya biasa menganggap  segala hal yang terjadi di alam semesta itu bersifat netral, dan manusia  yang memaknainya sedemikian rupa sehingga tidak menjadi netral lagi,  mulai dari "bencana" hingga "anugerah".&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi kali ini saya  memutuskan untuk berpikir seperti orang normal, saya mengatakan  berulangkali pada diri saya bahwa ada maksud dibalik ini semua, saya  memutuskan untuk &lt;em&gt;memaknai&lt;/em&gt; --sebuah kata yang padahal sedang  saya benci akhir-akhir ini-- awan panas yang keluar dari Merapi dan  menghancurkan Desa Kinahrejo, desa yang sejujurnya saya tidak mempunyai  ikatan batin yang cukup kuat dengannya, termasuk dengan seorang penduduk  desa tersebut yang menjadi korban awan panas itu yang membuat beberapa  teman saya sedih, tapi itu cukup untuk membuat saya berdebat dengan diri  saya sendiri dan berkata "hey ini sama sekali bukan kejadian netral!  ini semua ada maksudnya, ini semua &lt;em&gt;harus&lt;/em&gt; ada maksudnya!". belum  lagi ditambah dengan ekspresi para pengungsi yang saya lihat tempo  hari, serta beberapa potongan berita di tivi, yah ini lebih dari cukup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mungkin  terdengar seperti saya memaksakan keyakinan kepada diri saya sendiri,  tapi jujur saja, ini membuat saya merasa aman. ketika seorang teman  pernah berkata "orang akan inget tuhan kalo lagi ada bencana", hari ini  saya betul-betul mengamininya. saya rindu tuhan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6360126394989984898?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6360126394989984898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/saya-menulis-5-paragraf-ini-sementara.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6360126394989984898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6360126394989984898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/saya-menulis-5-paragraf-ini-sementara.html' title='saya menulis 5 paragraf ini sementara disana para pengungsi tidak bisa tidur nyenyak karena kekurangan selimut'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-137784084442910499</id><published>2010-10-25T19:47:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T20:02:29.983-07:00</updated><title type='text'>nice dream</title><content type='html'>semalam aku bermimpi indah, ceritanya suatu hari semua orang men-deactivate dirinya dari seluruh situs jejaring sosial dan me-reactivate dirinya di dunia nyata. utopis? sangat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMZDENm-LwI/AAAAAAAAAI8/3172-f3aN4I/s1600/Roll1_B002036-R1-10-27.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 413px; height: 276px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMZDENm-LwI/AAAAAAAAAI8/3172-f3aN4I/s320/Roll1_B002036-R1-10-27.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532182931922890498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-137784084442910499?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/137784084442910499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/semalam-aku-bermimpi-indah-ceritanya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/137784084442910499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/137784084442910499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/semalam-aku-bermimpi-indah-ceritanya.html' title='nice dream'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMZDENm-LwI/AAAAAAAAAI8/3172-f3aN4I/s72-c/Roll1_B002036-R1-10-27.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6326197137423397350</id><published>2010-10-09T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T01:16:15.992-07:00</updated><title type='text'>distribusi opini #4 : relationships</title><content type='html'>&lt;blockquote style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ini adalah tulisan seseorang yang (katanya) sangat benci nulis, yang baru masuk tadi sore ke e-mail saya.. tapi tulisan sebagus ini sayang banget kan kalo cuma mendekam di ruangan bernama inbox? ;)&lt;br /&gt;maka akan saya bagi disini. oke selamat menikmati..&lt;/blockquote&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"&lt;i&gt;you can never replace anyone because everyone is made up of such beautiful specific details"&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (&lt;/span&gt;before sunset)  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;hmmm, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what a quote&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;but somehow i dont believe it&lt;/span&gt;,hhe..xp&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;saya lebih percaya dengan sebuah artikel yang saya baca di yahoo.com, entah itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hoax&lt;/span&gt; atau bukan. intinya artikel itu bilang saat kita menjalin suatu hubungan dengan kekasih ataupun suami, kita menukarkannya dengan 2 teman baik kita. maksudnya saat kita punya pacar atau udah menikah, hubungan kita dengan 2 teman baik kita akan merenggang. hal ini udah diteliti sama para ahli di luar negeri sana, karena kalo kita udah menjalin hubungan romantis dengan orang lain, kita cenderung lebih senang menghabiskan waktu dengan mereka dibanding teman baik kita. masuk akal kan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;entah disadari atau tidak, tapi ini sering terjadi di sekitar saya. saat teman saya udah mulai pacaran, ya mereka lebih seneng buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt; sama pacar mereka, makan sama dia, belanja lagi lagi sama dia pokoknya ga bisa terpisahkanlah. baru nanti kalau mereka lagi marahan atau udah putus, balik lagi ke "sahabat"nya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuckkk&lt;/span&gt; lahh!!! ini salah satu alasan saya (sekarang) kenapa saya skeptis sama cinta cintaan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;replacing&lt;/span&gt; tu menurut saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unconscius&lt;/span&gt; banget, mungkin karena akal sehat kita udah terbutakan dengan cinta kali ya?!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;actually replacing anyone could be so easy. just find another guy/gurl, and you'll be automatically replaced...&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;hmmm, mungkin kita udah ga punya waktu lagi (atau ga mau) mengidentifikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;another's beautiful specific details&lt;/span&gt;. jadi waktu kita kenalan atau menjalin pertemanan, ya udah gitu aja, tau nama, rumah, hobi, kata kata mutiara mungkin. tapi kita ga pernah menyadari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;specific details&lt;/span&gt;-nya yang bisa buat kita selalu kangen kalo dia ga ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kalo kaya gitu, ya jelas aja gampang banget buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;replacing someone&lt;/span&gt; karena di otak kita ga tersimpan memori yang cukup kuat untuk mengingatnya. di indonesia mungkin ada ribuan orang yang namanya budi, di jogja mungkin ada ratusan, tapi budi yang tinggal di jogja, yang suka nulis, bisa diajak diskusi tentang film film aneh dan punya pandangan yang sama tentang cinta mungkin cuma ada satu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;and u cant replace him with another&lt;/span&gt; budi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kenapa saya ga percaya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt; di atas, mungkin karena saya udah terlalu sering ngerasa ter-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;replace&lt;/span&gt; kali ya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;damn, poor me,&lt;/span&gt; hha..). udah sering ngalamin tu, yang biasanya nonton sama temen sekarang mereka lebih memilih buat nonton ama pacar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;etc.&lt;/span&gt; mungkin mereka ngelakuin itu di bawah kesadaran kali ya (ini yang ngebedain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;replacing&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;forgetting&lt;/span&gt;, kalo &lt;span style="font-style: italic;"&gt;forgetting&lt;/span&gt; kita lakuin secara sadar bahkan ada unsur kesengajaan) tanpa sadar kehadiran kita dapat tergantikan oleh orang baru, fungsi kita pun mulai digantikan, yang tersisa hanyalah kita yang merasa "kehilangan" dan terbakar rasa iri dan cemburu karena kita telah tergantikan. wuihhh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so pathetic...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;so if you dont wanna be replaced, dont replace someone from your mind...:)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.jeremyville.com/new_work3/dreamscapes/remembr2forget_sml.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 402px; height: 318px;" src="http://www.jeremyville.com/new_work3/dreamscapes/remembr2forget_sml.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6326197137423397350?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6326197137423397350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/distribusi-opini-4-relationships.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6326197137423397350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6326197137423397350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/10/distribusi-opini-4-relationships.html' title='distribusi opini #4 : relationships'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2622791638692628639</id><published>2010-09-25T19:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T21:45:53.495-07:00</updated><title type='text'>hujan itu seperti orang Indonesia, senang berkolektif</title><content type='html'>&lt;p&gt;"menurutku jumlah air di seluruh dunia itu tidak pernah berubah,  selalu tetap dari waktu ke waktu" kataku sambil memainkan air hujan  menggunakan piring bergambar bunga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"menurutku tidak, air itu H2O,  berarti dia bisa diurai kapan saja menjadi H dan O, pada saat itu air  tidak lagi menjadi air" jawab si pemain harmonika&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"apa yang akan terjadi pada hidupmu 10 tahun lagi?" tanya sang oracle&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"hah?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"ini baru 3 tahun kita berada disini, sudah banyak yang terjadi, kira-kira apa yang akan terjadi 10 tahun lagi?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(ini  bukan jenis pertanyaan yang bisa dijawab dengan spontan ketika saya  sedang membiarkan kendali atas tubuh saya diambil oleh suara musik dari  depan)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"bagi kami jarak itu tidak eksis, yang eksis hanyalah waktu" begitu kata orang-orang Gipsi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebab mereka selalu berpindah-pindah, mereka selalu melakukan perjalanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mungkin  jika digambarkan hidup mereka seperti sedang melakukan perjalanan  dengan kereta, ketika melihat keluar jendela, semuanya terlihat &lt;em&gt;blur&lt;/em&gt; saking cepatnya, dan orang biasanya tidak menaruh perhatian pada sesuatu yang &lt;em&gt;blu&lt;/em&gt;&lt;em&gt;r.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;entahlah, saya belum pernah bertemu orang Gipsi sungguhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hey, tapi bukankah kita semua adalah Gipsi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukankah kita semua adalah air?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukankah  kita semua melakukan perjalanan setiap saat --entah secara harfiah  maupun ungkapan-- yang membuat sebuah koloni air raksasa yang tentu saja  sebenarnya terdiri dari butir-butir kecil embun, berubah bentuk?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita semua akan menjadi gelas ketika masuk gelas, akan menjadi piring ketika dituang ke atas piring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita akan mengembun, menguap, menyublim, berubah jd H, O, atau apapun itu, kapanpun bisa terjadi dalam perjalanan kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"apa yang akan terjadi pada hidupmu 10 tahun lagi?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"yang  jelas aku bukanlah air yang sama lagi, walaupun mungkin aku akan berada  di tempat yang sama. aku akan mengalami segala bentuk penguapan,  pembekuan, pengembunan, penyubliman. aku akan berada dalam segala jenis  wadah. aku akan mengurai dalam perjalananku. seperti hujan yang datang  semalam, mungkin mereka pernah datang kesini sebelumnya, tapi aku yakin  mereka sudah menjadi lebih dewasa dibanding terakhir kali mereka datang"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;*terinspirasi dari musik 3 orang bergitar di tengah semangat kolektivitas  hujan dan pemandangan seseorang yang menarik diri dari kerumunan sedang  duduk di jendela dan bermain harmonika dibawah lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TKv-3QQ0WRI/AAAAAAAAAIE/jKWl5lWchLM/s1600/img-wallpapers-candle-light_water-priyadarsh-sarwade-77691.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 332px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TKv-3QQ0WRI/AAAAAAAAAIE/jKWl5lWchLM/s320/img-wallpapers-candle-light_water-priyadarsh-sarwade-77691.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524789593111812370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://skepticdetective.files.wordpress.com/2008/10/img-wallpapers-candle-light_water-priyadarsh-sarwade-77691.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2622791638692628639?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2622791638692628639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/09/hujan-itu-seperti-orang-indonesia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2622791638692628639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2622791638692628639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/09/hujan-itu-seperti-orang-indonesia.html' title='hujan itu seperti orang Indonesia, senang berkolektif'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TKv-3QQ0WRI/AAAAAAAAAIE/jKWl5lWchLM/s72-c/img-wallpapers-candle-light_water-priyadarsh-sarwade-77691.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1379682049857973922</id><published>2010-09-04T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T02:35:10.422-07:00</updated><title type='text'>tidak selamanya sebuah tulisan membutuhkan judul</title><content type='html'>"sedih ya kalo liat ibu kita nangis"&lt;br /&gt;"well, hug her :)"&lt;br /&gt;"gak, kami perempuan kuat, gak butuh pelukan"&lt;br /&gt;"oke, ibumu ajak adu panco aja kalo gitu.."&lt;br /&gt;"hahaha bodoh!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1379682049857973922?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1379682049857973922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/09/gak-usah-dikasih-judul.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1379682049857973922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1379682049857973922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/09/gak-usah-dikasih-judul.html' title='tidak selamanya sebuah tulisan membutuhkan judul'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3636577805238798953</id><published>2010-08-14T03:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T04:04:01.322-07:00</updated><title type='text'>jauh didalam setiap goresan tintanya, terdapat ruh yang menjaganya dari jamur dan rayap</title><content type='html'>bulan sabit;&lt;br /&gt;adalah perahu yang terombang-ambing di danau pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia sengaja menggantungnya disana agar manusia mengerti bahwa huruf 'ba' adalah sebuah perahu dengan seekor ikan dibawahnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3636577805238798953?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3636577805238798953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/jauh-didalam-setiap-goresan-tintanya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3636577805238798953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3636577805238798953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/jauh-didalam-setiap-goresan-tintanya.html' title='jauh didalam setiap goresan tintanya, terdapat ruh yang menjaganya dari jamur dan rayap'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3318684803915782248</id><published>2010-08-10T17:55:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T01:00:25.415-07:00</updated><title type='text'>puasa=merasakan penderitaan sesama? yakin?</title><content type='html'>ramadhan: ketika nabi, ayat suci, tuhan, dan setan menjadi komoditas di layar tivi;&lt;br /&gt;ketika iklan sirup, rokok, dan provider ponsel menyuruhmu bertobat di saat yang sama agar produk mereka semakin laku;&lt;br /&gt;ketika dunia berubah menjadi sebuah pesta topeng raksasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah dunia yang kau harapkan wahai Nabi Terakhir? subhanallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.costumesinc.com/costumesinc/SKUimages/large/57997-lg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 324px; height: 430px;" src="http://media.costumesinc.com/costumesinc/SKUimages/large/57997-lg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://wb4.itrademarket.com/pdimage/82/378882_carn-stickred129.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3318684803915782248?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3318684803915782248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/puasamerasakan-penderitaan-sesama-yakin.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3318684803915782248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3318684803915782248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/puasamerasakan-penderitaan-sesama-yakin.html' title='puasa=merasakan penderitaan sesama? yakin?'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7873422717116935619</id><published>2010-08-06T09:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T09:52:20.818-07:00</updated><title type='text'>kemudian jika kisah penciptaan manusia dijadikan sinetron, pasti akan menghasilkan season lebih banyak daripada tersanjung</title><content type='html'>jika pada malam hari tuhan adalah sosok yang melankolis dan energik di saat yang sama,&lt;br /&gt;maka di pagi hari dia berubah menjadi pribadi yang ekstrovert dan romantis dengan sangat berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa tidak?&lt;br /&gt;lihatlah mentari pagi contohnya,&lt;br /&gt;sesuatu apa yang tidak berlebihan romantisnya sehingga memberi hadiah semacam itu setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah sepertinya tuhan jatuh cinta setiap pagi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TFw9ig5fNoI/AAAAAAAAAHs/QENPRNfQj5w/s1600/100_4560a.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 401px; height: 302px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TFw9ig5fNoI/AAAAAAAAAHs/QENPRNfQj5w/s320/100_4560a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502340507895805570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7873422717116935619?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7873422717116935619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/kemudian-jika-kisah-penciptaan-manusia.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7873422717116935619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7873422717116935619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/08/kemudian-jika-kisah-penciptaan-manusia.html' title='kemudian jika kisah penciptaan manusia dijadikan sinetron, pasti akan menghasilkan season lebih banyak daripada tersanjung'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TFw9ig5fNoI/AAAAAAAAAHs/QENPRNfQj5w/s72-c/100_4560a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-139776076565224639</id><published>2010-07-29T10:14:00.002-07:00</published><updated>2010-07-29T10:15:02.293-07:00</updated><title type='text'>udara segar untuk otak yang tak berventilasi</title><content type='html'>suatu hari pensilmu patah,&lt;br /&gt;atau pulpenmu mengering tintanya,&lt;br /&gt;atau listrik mati sehingga kamu tidak bisa menyalakan komputer,&lt;br /&gt;padahal kamu sedang ingin membuat puisi terindah sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka keluarlah!&lt;br /&gt;dirimu adalah puisi itu sendiri,&lt;br /&gt;bahkan sesungguhnya jagad raya adalah puisi maha besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada puisi dalam setiap tetes hujan,&lt;br /&gt;ada prosa dalam seekor kepik,&lt;br /&gt;ada rima diantara planet merkurius dan matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang perlu kamu lakukan adalah menyatu dengan alam semesta,&lt;br /&gt;dan kamu telah membuat puisi terindah sepanjang masa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-139776076565224639?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/139776076565224639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/udara-segar-untuk-otak-yang-tak_29.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/139776076565224639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/139776076565224639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/udara-segar-untuk-otak-yang-tak_29.html' title='udara segar untuk otak yang tak berventilasi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3284259386001115698</id><published>2010-07-29T10:14:00.001-07:00</published><updated>2010-07-29T10:14:25.051-07:00</updated><title type='text'>alam semesta terbentuk dari atom-atom aksara yang berkoloni dengan begitu rapi</title><content type='html'>pada malam hari tuhan menjadi pribadi yang melankolis dan energik di saat yang sama,&lt;br /&gt;dia begitu bersemangat menulis puisi sehingga semua aksara yang dia goreskan bertaburan menutupi dan menghitamkan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian datang matahari,&lt;br /&gt;perannya seperti CTRL+N dalam microsoft word,&lt;br /&gt;tuhan mempunyai kertas baru,&lt;br /&gt;kemudian dia menulis lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3284259386001115698?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3284259386001115698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/alam-semesta-terbentuk-dari-atom-atom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3284259386001115698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3284259386001115698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/alam-semesta-terbentuk-dari-atom-atom.html' title='alam semesta terbentuk dari atom-atom aksara yang berkoloni dengan begitu rapi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3172479145653897231</id><published>2010-07-29T10:13:00.001-07:00</published><updated>2010-07-29T10:13:32.816-07:00</updated><title type='text'>"wahai langit, kenapa kau tidak membiarkan makhluk bernama aksara punah dilupakan sejarah?" tanyanya</title><content type='html'>"karena dalam setiap aksara tersimpan gugusan galaksi beserta segala hiruk pikuk didalamnya yang bisa membuatmu menjelma menjadi setan, malaikat, maupun gabungan keduanya kapanpun kamu mau tanpa harus berdesakan dalam ruang dan waktu artifisial yang kerap membuat paru-parumu sesak dipenuhi oleh asap rokok dan udara kotor bernama rutinitas yang dengan kejamnya memaksamu berhenti berimajinasi"&lt;br /&gt;jawab pulpen, kertas, dan keyboard bersamaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3172479145653897231?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3172479145653897231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/wahai-langit-kenapa-kau-tidak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3172479145653897231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3172479145653897231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/wahai-langit-kenapa-kau-tidak.html' title='&quot;wahai langit, kenapa kau tidak membiarkan makhluk bernama aksara punah dilupakan sejarah?&quot; tanyanya'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6609159891035644091</id><published>2010-07-17T10:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T11:02:10.875-07:00</updated><title type='text'>satu dari beberapa yang bisa saya ambil dari bilangan fu</title><content type='html'>Dan kalian, wahai kaum beragama yang suka melecehkan takhayul dan dongeng lokal sama seperti kaum modernis, kurang isapan jempol apa kitab kalian jika kepadanya dipaksakan kacamata rasional?&lt;br /&gt;Kurang akronistik apa tokoh-tokoh kalian jika kepadanya diterapkan tarikh sejarah?&lt;br /&gt;Kurang takhayul apa kisah Taman Firdaus itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hal 370)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.maryshelleyfolkart.com/userfiles/image/portfolio/mAdamEve-GreenBIG.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 341px; height: 457px;" src="http://www.maryshelleyfolkart.com/userfiles/image/portfolio/mAdamEve-GreenBIG.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6609159891035644091?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6609159891035644091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/satu-dari-beberapa-yang-bisa-saya-ambil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6609159891035644091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6609159891035644091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/satu-dari-beberapa-yang-bisa-saya-ambil.html' title='satu dari beberapa yang bisa saya ambil dari bilangan fu'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2740280425906992182</id><published>2010-07-07T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T03:19:53.411-07:00</updated><title type='text'>suatu hari kita semua akan menyatu dengan rumput, air, udara, dan cacing tanah</title><content type='html'>tuhan, &lt;br /&gt;jangan biarkan jantungku berhenti berdetak hari ini,&lt;br /&gt;jangan biarkan darahku berhenti mengaliri seluruh semesta tubuhku hari ini,&lt;br /&gt;jangan biarkan tubuhku berhenti merespon semua stimulus dari tanah dan langit hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan,&lt;br /&gt;jangan biarkan aku mati hari ini&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TDRTZeITRYI/AAAAAAAAAHk/p6Zr6TKV0OE/s1600/Roll1_B004290-R1-02-2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 272px; height: 402px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TDRTZeITRYI/AAAAAAAAAHk/p6Zr6TKV0OE/s320/Roll1_B004290-R1-02-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491105542721193346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2740280425906992182?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2740280425906992182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/suatu-hari-kita-semua-akan-menyatu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2740280425906992182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2740280425906992182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/07/suatu-hari-kita-semua-akan-menyatu.html' title='suatu hari kita semua akan menyatu dengan rumput, air, udara, dan cacing tanah'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TDRTZeITRYI/AAAAAAAAAHk/p6Zr6TKV0OE/s72-c/Roll1_B004290-R1-02-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3629799528712957206</id><published>2010-06-23T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T01:36:26.904-07:00</updated><title type='text'>nasib ada di tangan siapa?</title><content type='html'>melihat dari balik jendela mereka yang mendesah kecewa setelah melihat namanya tidak ada di papan pengumuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu cepat seleksi nasib bekerja.&lt;br /&gt;dari 85 orang,&lt;br /&gt;menjadi 54 setelah tes CFIT,&lt;br /&gt;menjadi 41 setelah tes Pauli,&lt;br /&gt;dan sekarang mereka sedang mengerjakan tes DISC,&lt;br /&gt;entah tinggal berapa yg tersisa setelah wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*menjabat skorer di gedung ecc yogyakarta, tes masuk telkomsel&lt;br /&gt;**disaat yang sama kelompok PKM saya ga lolos pimnas, gagal deh ke bali gratis..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3629799528712957206?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3629799528712957206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/nasib-ada-di-tangan-siapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3629799528712957206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3629799528712957206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/nasib-ada-di-tangan-siapa.html' title='nasib ada di tangan siapa?'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-8441173826648143710</id><published>2010-06-19T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:34:01.247-07:00</updated><title type='text'>sekarang aku paham: malam tak akan pernah membunuh matahari karena mereka satu kesatuan</title><content type='html'>terimakasih bandung:&lt;br /&gt;untuk sepotong waktu berada di tengah keluarga,&lt;br /&gt;untuk memori masa kecilku yang tiba-tiba berhamburan,&lt;br /&gt;untuk rahasia di tengah malam dan segelas kopi krim dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kehampaan itu memang bernyawa maka manusia seharusnya mempunyai energi dua kali lipat lebih banyak untuk mengalahkannya,&lt;br /&gt;atau tiga kali lipat untuk merangkulnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari aku akan kehilangan ini semua,&lt;br /&gt;tetapi perasaan itu tak lagi berarti karena teringat sebuah janji yang pernah kuucapkan beberapa tahun yang lalu disini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hidupku harus bermakna, jika tidak untuk diriku, maka untuk orang lain."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-8441173826648143710?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/8441173826648143710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/sekarang-aku-paham-malam-tak-akan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8441173826648143710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8441173826648143710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/sekarang-aku-paham-malam-tak-akan.html' title='sekarang aku paham: malam tak akan pernah membunuh matahari karena mereka satu kesatuan'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6364148250750157051</id><published>2010-06-19T09:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:31:04.587-07:00</updated><title type='text'>weird+</title><content type='html'>"saya tau kamu aneh, tp bahkan kata 'aneh' udah ga pas lagi. you're beyond weird"&lt;br /&gt;"kalo gitu saya weird+"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6364148250750157051?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6364148250750157051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/weird.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6364148250750157051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6364148250750157051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/weird.html' title='weird+'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-8799748680426807136</id><published>2010-06-18T06:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T06:40:01.900-07:00</updated><title type='text'>puisi ini kubuat khusus untukmu wahai dewa neptunus dan (mantan) planet pluto</title><content type='html'>ini adalah sebuah puisi tentang laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika puisi tentang laut biasanya meributkan pasir yang membangkitkan sepi,&lt;br /&gt;tentang ombak yang membakar amarah,&lt;br /&gt;ataupun tentang matahari tenggelam yang membuatmu menjadi melankolis dan mendadak memikirkan kematian,&lt;br /&gt;maka puisi ini akan membicarakan tentang timun laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh timun laut,&lt;br /&gt;bentukmu seperti timun,&lt;br /&gt;dan tinggal di laut,&lt;br /&gt;tapi kau tidak bisa dibuat rujak seperti timun&lt;br /&gt;sama seperti kuda laut yang tidak bisa berlari seperti kuda,&lt;br /&gt;dan singa laut yang tidak punya rambut seperti singa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apakah mabuk laut juga tidak bisa membunuh seperti mabuk minuman oplosan?&lt;br /&gt;oh entahlah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-8799748680426807136?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/8799748680426807136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/puisi-ini-kubuat-khusus-untukmu-wahai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8799748680426807136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/8799748680426807136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/puisi-ini-kubuat-khusus-untukmu-wahai.html' title='puisi ini kubuat khusus untukmu wahai dewa neptunus dan (mantan) planet pluto'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7064265813092632011</id><published>2010-06-12T10:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T11:23:55.559-07:00</updated><title type='text'>kehampaan ini bernyawa</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"where do you want to go, my heart?"&lt;br /&gt;"anywhere, anywhere..out of this world"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari ini saya ngerasa kosong..gabungan antara perasaan hampa, kesepian, sendirian, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;useless&lt;/span&gt; disaat yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 malam berturut-turut saya pulang hampir pagi ke kosan karena sebelumnya nongkrong di warung kopi sama beberapa teman. diantara tawa teman-teman saya, obrolan-obrolan ga jelas, dan bergelas-gelas kopi dan teh, saya tetep ngerasa hampa, ngerasa sendirian. di edisi kedua asimetris saya pernah nulis tentang kesepian makro, rasa kesepian yang sangat akut, dan baru kali ini saya benar-benar merasakannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini menjadi semakin rumit ketika entah kenapa saya merasa muak dengan semua hal. saya muak dengan dunia maya, dengan facebook, dengan konflik sebuah negara yang menjadi seolah konflik antar agama dan membuat banyak orang melupakan masalah di negerinya sendiri, saya muak dengan beredarnya video mesum beberapa artis yang membuat semua orang membicarakannya dimana-mana, saya muak dengan dibukanya hoka-hoka bento di jogja yang bikin banyak orang euforia. oh tuhan, itu cuma hoka-hoka bento!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya semakin tenggelam dalam perasaan ini ketika akhir-akhir ini saya mempertanyakan banyak hal. apakah makna hidup itu ada? ataukah manusia yang menciptakannya? apakah jiwa itu ada? ataukah hanya produk dari otak manusia yang pintar? sama seperti cinta dan hal-hal lain yang sebenarnya cuma konsep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah untunglah ada hal yang bisa saya nikmatin dari keadaan ini, saya menjadi tidak peduli dengan apapun. sama seperti saya tidak peduli jika tulisan ini terlihat seperti curhat murahan seorang remaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7064265813092632011?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7064265813092632011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/kehampaan-ini-bernyawa.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7064265813092632011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7064265813092632011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/kehampaan-ini-bernyawa.html' title='kehampaan ini bernyawa'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5061164460912648076</id><published>2010-06-11T11:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T12:18:23.671-07:00</updated><title type='text'>never give up humanity</title><content type='html'>beberapa waktu yang lalu, ketika isu tentang israel-palestina sedang panas-panasnya di blowup oleh media (yang tentu saja sekarang kalah pamor oleh video ariel dan euforia piala dunia), saya yang biasanya ga pernah naruh perhatian sama masalah itu, terprovokasi oleh salah satu koran yang bikin saya pengen melakukan 'sesuatu'. apapun itu lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu seorang kawan menyarankan saya untuk ikut aksi di depan Kantor Pos Yogya. hmm boleh juga kata saya. kebetulan si FM10 juga udah lama ga saya bawa jalan-jalan. maka jadilah saya dokumentator dadakan yang datang untuk foto-foto sekaligus menyerap energi yang begitu besar dari massa yang hadir disana&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_41ICIxI/AAAAAAAAAHM/eE_Yme7h6x0/s1600/Roll1_B002036-R1-21-16.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_4ZElFsI/AAAAAAAAAHE/hrRsce-qEdk/s1600/Roll1_B002036-R1-24-13.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 244px; height: 361px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_4ZElFsI/AAAAAAAAAHE/hrRsce-qEdk/s320/Roll1_B002036-R1-24-13.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481584303242811074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;acara semacam ini ternyata bermanfaat juga buat rakyat sendiri :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_34YcbwI/AAAAAAAAAG8/2Dqqfw75seM/s1600/Roll1_B002036-R1-25-12.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 361px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_34YcbwI/AAAAAAAAAG8/2Dqqfw75seM/s320/Roll1_B002036-R1-25-12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481584294467759874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya nemu bendera ini tergeletak begitu saja di jalan. semoga suatu hari bisa berkibar dengan tenang seperti merah putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_3n3lJHI/AAAAAAAAAG0/Vwq8EatOalM/s1600/Roll1_B002036-R1-26-11.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 361px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_3n3lJHI/AAAAAAAAAG0/Vwq8EatOalM/s320/Roll1_B002036-R1-26-11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481584290034951282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya ngebayangin kira-kira kalo rusuh bapak-bapak ini bakal ngapain ya? lha massanya banyak banget kok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_2njFBfI/AAAAAAAAAGs/RTpArAbliP8/s1600/Roll1_B002036-R1-27-10.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 361px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_2njFBfI/AAAAAAAAAGs/RTpArAbliP8/s320/Roll1_B002036-R1-27-10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481584272769091058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anak itu semangat banget ngangkat payung setiap kali orator teriak "Allahuakbar!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8h3KttzI/AAAAAAAAAGc/eMiBAkV9nd0/s1600/Roll1_B002036-R1-31-6.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 359px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8h3KttzI/AAAAAAAAAGc/eMiBAkV9nd0/s320/Roll1_B002036-R1-31-6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481580617649731378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saya sempet bingung saya lagi di jogja apa di palestina, benderanya gede banget hehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8iUVln4I/AAAAAAAAAGk/mi0K5eavBiM/s1600/Roll1_B002036-R1-29-8.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 359px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8iUVln4I/AAAAAAAAAGk/mi0K5eavBiM/s320/Roll1_B002036-R1-29-8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481580625479966594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mereka bertiga bawa senapan mainan lho. semoga kalo gede ga jadi perampok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8hVoI3OI/AAAAAAAAAGU/lgdbb9lyiwM/s1600/Roll1_B002036-R1-32-5.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 361px; height: 244px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8hVoI3OI/AAAAAAAAAGU/lgdbb9lyiwM/s320/Roll1_B002036-R1-32-5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481580608646339810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walaupun mendung dan sempet hujan, tapi semangat mereka tetap luar biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8hH9Q8mI/AAAAAAAAAGM/A9pmtyALK1A/s1600/Roll1_B002036-R1-33-4.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 360px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8hH9Q8mI/AAAAAAAAAGM/A9pmtyALK1A/s320/Roll1_B002036-R1-33-4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481580604976853602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semoga poster-poster dan orasi yang tanpa henti waktu itu betul-betul memberikan manfaat untuk mereka disana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8gSs8VqI/AAAAAAAAAGE/7u1NUppozJ4/s1600/Roll1_B002036-R1-34-3.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ8gSs8VqI/AAAAAAAAAGE/7u1NUppozJ4/s320/Roll1_B002036-R1-34-3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481580590681314978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;acara seperti ini memang momen yang tepat untuk para fotografer dadakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;*setelah sekian lama akhirnya saya kembali ke warnet karena modem saya akhir-akhir ini koneksinya sangat menghawatirkan. ini jam setengah 3 pagi dan saya ngantuk setengah mati&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5061164460912648076?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5061164460912648076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/never-give-up-humanity.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5061164460912648076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5061164460912648076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/never-give-up-humanity.html' title='never give up humanity'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TBJ_4ZElFsI/AAAAAAAAAHE/hrRsce-qEdk/s72-c/Roll1_B002036-R1-24-13.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6268685448187171973</id><published>2010-06-04T09:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T09:42:06.315-07:00</updated><title type='text'>mungkin ini jawabannya</title><content type='html'>"coba kamu sekali2 melihat dunia dari satu sudut pandang bi. kamu tu mandang dunia terlalu luas, makanya kadang kamu bingung kayak sekarang"&lt;br /&gt;-kata seorang teman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6268685448187171973?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6268685448187171973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/mungkin-ini-jawabannya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6268685448187171973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6268685448187171973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/mungkin-ini-jawabannya.html' title='mungkin ini jawabannya'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4977925230899718668</id><published>2010-06-04T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T09:21:28.323-07:00</updated><title type='text'>skizotipal</title><content type='html'>iseng-iseng liat &lt;a href="http://dinisihebat.wordpress.com/"&gt;blog kakak saya&lt;/a&gt; yang udah lama ga diurus, karena sekarang lebih seneng ngurus anak. ada satu tulisan yang dia buat sekitar 2 taun yang lalu karena saya pernah nyebut dia skizotipal, padahal waktu itu saya asal aja ngomong gitu, ga begitu ngerti jg skizotipal itu apa. tapi kayaknya dia serius nanggepinnya haha. ini tulisannya saya kopi:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" class="snap_preview"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;barusan chatting sm adik sy si calon  psikolog (huh..menyebalkan..pencuri mimpi-awalnya sy yg pgn bgt jadi  psikolog-) yg aneh  itu. terus tiba2 dia bilang kalo sy skizotipal..tapi  ga mau jelasin skizotipal itu apa.karena penasaran, akhirnya sy  bertanya ke mbah google, dan ini jawabannya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Gangguan Kepribadian Skizotipal adalah gangguan kepribadian  ganjil atau eksentrik yang melibatkan pola defisit antar perseorangan  yang sangat kuat yang &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ditandai dengan perasaan tidak nyaman  akut dengan hubungan dekat dan berkurangnya kapasitas untuk menjalin  hubungan dekat dan bias kognitif atau persepsi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ciri ciri gangguan kepribadian Skizotipal meliputi :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Pola defisit sosial dan interpersonal yang sangat kuat, ditandai  oleh perasaan tidak nyaman akut dengan hubungan dekat, bias kognitif  atau persepsi dan perilaku yang eksentrik, mulai muncul pada masa dewasa  awal&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Menterjemahkan secara tidak tepat bahwa penyebab kejadian dan  kejadian kejadian eksternal memiliki makna tertentu atau ketidak laziman  spesifik bagi orang tersebut&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Keyakinan yang ganjil atau magical thingking yang mempengaruhi  perilakunya dan tidak konsisten dengan norma norma budaya&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;wuaaaa….emang sih saya aneh, tapi masa iya sampai segitunya???????&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tapi memang sedikit mirip sih sama apa yg terjadi sm sy akhir2  ini..kata kuncinya: ‘tidak nyaman’, ‘hubungan dekat’, dan ‘bias kognitif  dan persepsi’..huhuhu..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dasar..aku ga mau lagi curhat sm kmu, bi.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4977925230899718668?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4977925230899718668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/skizotipal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4977925230899718668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4977925230899718668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/skizotipal.html' title='skizotipal'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3464818390559506436</id><published>2010-06-04T08:49:00.001-07:00</published><updated>2010-06-04T09:00:22.345-07:00</updated><title type='text'>tiba-tiba simetris</title><content type='html'>menunggu menunggu&lt;br /&gt;menunggu menunggu&lt;br /&gt;menunggu menunggu&lt;br /&gt;dalam kadar kesendirian yang tinggi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3464818390559506436?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3464818390559506436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/tiba-tiba-simetris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3464818390559506436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3464818390559506436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/tiba-tiba-simetris.html' title='tiba-tiba simetris'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1858366989697951638</id><published>2010-06-02T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T00:41:10.227-07:00</updated><title type='text'>8 buku yang berhasil meracuni pikiranku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdU4YOlDSI/AAAAAAAAAFE/9oLRkHlXhSk/s1600/the_alchemist2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 72px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdU4YOlDSI/AAAAAAAAAFE/9oLRkHlXhSk/s200/the_alchemist2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478440799272504610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; The Alchemist (Paulo Coelho/1988)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jauh sebelum The Secret muncul dan menghebohkan dunia dengan teori &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;law of attraction&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-nya, paulo coelho memaparkannya dengan sangat indah dalam buku ini. ceritanya sederhana: tentang seorang anak gembala yang bermimpi menemukan harta karun di dekat piramida, tetapi Coelho menyisipkan banyak sekali pelajaran hidup didalamnya. kalimat favorit saya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ketika seseorang menginginkan sesuatu, alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Dunia Sophie (Jostein Gaarder/1991)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdWhR5R4VI/AAAAAAAAAFM/4qkbGESihmk/s1600/Dunia+Sophie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 75px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdWhR5R4VI/AAAAAAAAAFM/4qkbGESihmk/s200/Dunia+Sophie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478442601458819410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini adalah sebuah perayaan besar-besaran teori filsafat yang dikemas dalam satu buku! bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Sophie yang mendapat surat-surat misterius dari orang misterius yang kemudian membawanya ke dalam sebuah petualangan super keren. dengan alur yang amat sangat mengagetkan, ditambah kuliah gratis tentang hampir semua teori filsafat, buku ini pernah membuat badai di otak saya. buku yang berbahaya, tapi penting dibaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Days of War, Nights of Love (Crimethinc./2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdXNFI8M_I/AAAAAAAAAFU/63aVNl3uVz4/s1600/daysgallery1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 91px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdXNFI8M_I/AAAAAAAAAFU/63aVNl3uVz4/s200/daysgallery1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478443353949090802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;suatu hari seorang teman menunjukkan buku ini dalam bentuk fotokopian, saya membacanya sekilas, langsung jatuh cinta, kemudian memfotopinya saat itu juga. ditulis oleh sebuah kolektif anarkis bernama Crimethinc., buku ini sudah seperti kitab suci buat saya. membahas semua hal yang perlu kamu tahu sebelum bergerak melawan rutinitas dan mempertanyakan sejarah sebelum kemudian merebut kembali hidupmu yang tanpa sadar telah dicuri darimu. hal-hal seperti anarki, kapitalisme, gender, sampai isu domestikasi dibahas dengan sangat menarik disini, ditambah ilustrasi gambar yang provokatif. wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Lelaki Tua dan Laut (Ernest Hemingway/1952)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdXjldjcXI/AAAAAAAAAFc/YnzjlmbkGEg/s1600/lelaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 78px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdXjldjcXI/AAAAAAAAAFc/YnzjlmbkGEg/s200/lelaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478443740582605170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini adalah buku yang membuat Hemingway mendapat nobel sastra pada tahun 1954. seorang nelayan tua bernama Santiago telah melewati 84 hari tanpa berhasil menangkap ikan seekor pun. kemudian di hari ke-85 dia memutuskan untuk berlayar lebih ke tengah laut. seekor ikan besar menggigit umpannya, dan cerita sebenarnya baru saja dimulai! buku ini mengajarkan saya tentang perjuangan dan optimisme, sesuatu yang sangat klise hari ini tapi Hemingway menuturkannya dengan sangat apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. One Piece (Eichiro Oda/1997-sekarang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYMtin1yI/AAAAAAAAAFk/94vZtttQ24U/s1600/one-piece.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 73px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYMtin1yI/AAAAAAAAAFk/94vZtttQ24U/s200/one-piece.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478444447125985058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ah, sepertinya tidak perlu banyak saya jelaskan kenapa saya suka komik ini. yang jelas, hanya 3 komik Jepang yang benar-benar saya suka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dragon Ball, 20th Century Boys&lt;/span&gt;, lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;One Pi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ece&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pippi Hendak Berlayar (Astrid Lindgren/1945)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYM-hmbOI/AAAAAAAAAFs/8olZ4O0PFy4/s1600/berlayar.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYM-hmbOI/AAAAAAAAAFs/8olZ4O0PFy4/s200/berlayar.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478444451685100770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;waktu saya kecil, kakak saya punya sebuah buku berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pippi si Kaus Kaki Panjang&lt;/span&gt;, dia sangat suka buku itu. kemudian 12 tahun kemudian, saya menemukan buku ini di sebuah pameran buku. dan ya, ternyata buku ini sangat keren! bercerita tentang Pippi Langstrump (Pippi Longstocking/Pippi si Kaus Kaki Panjang), seorang anak perempuan yang tinggal di rumah bernama serbaneka, ditemani kuda dan monyetnya, ia menjalani hari dengan penuh imajinasi. katanya ini adalah sebuah cerita untuk anak, tapi saya tidak setuju, semua orang dewasa harus membaca ini mulai sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Salamatahari (Sundea/2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYNE5N4QI/AAAAAAAAAF0/aY3ULo-RoL8/s1600/salam-711608.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 83px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYNE5N4QI/AAAAAAAAAF0/aY3ULo-RoL8/s200/salam-711608.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478444453394768130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini adalah buku yang amat sangat sederhana, berisi kumpulan cerita penulisnya tentang apa saja. dari mulai rice cooker, gitar, plastik, langit, laron, dan tentu saja matahari. seperti yang tertulis di awal buku, "tak jelas ini buku apa, kudu dinilai bagaimana dan mesti dibaca siapa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Orang Asing (Albert Camus/1942)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYu_OrGLI/AAAAAAAAAF8/o4HbT-nDXs4/s1600/3304204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 82px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdYu_OrGLI/AAAAAAAAAF8/o4HbT-nDXs4/s200/3304204.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478445035989702834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;saya beli buku ini di acara reuni akbar SMA saya tempo hari. ada satu stand yang jual buku-buku bekas, saya dapet yang edisi cetakan tahun 1985. kemarin saya liat di toko buku sudah ada cetakan terbarunya, judulnya bukan Orang Asing lagi, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Outsider&lt;/span&gt;. Meursault, sang tokoh utama, adalah sosok yang menjalani hidup dengan sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;let it flow&lt;/span&gt;. saya beli buku ini karena tertarik dengan nama penulisnya, dia pernah disebut dalam salah satu lirik Homicide, dan ternyata buku ini menunjukkan kalau Camus memang penulis yang hebat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1858366989697951638?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1858366989697951638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/8-buku-yang-berhasil-meracuni-pikiranku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1858366989697951638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1858366989697951638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/06/8-buku-yang-berhasil-meracuni-pikiranku.html' title='8 buku yang berhasil meracuni pikiranku'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TAdU4YOlDSI/AAAAAAAAAFE/9oLRkHlXhSk/s72-c/the_alchemist2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-37277402283802516</id><published>2010-05-28T02:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T08:40:36.233-07:00</updated><title type='text'>distribusi opini#3 : tentang tuhan, agama, dan beberapa hal diantaranya</title><content type='html'>ini adalah percakapan antara saya dan seorang teman berinisial &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt; dalam sebuah situs jejaring sosial. dia adalah seorang kristiani yang taat dan tahu banyak tentang agamanya (setidaknya menurut saya). memang agak panjang dialognya, butuh sedikit kesabaran untuk membacanya sampai habis. selamat membaca :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;: Mas Abi, aku bertanya-tanya, apakah kita sedang melebih-lebihkan kesalehan kita dan meremehkan kesucian Allah dengan berkata bisa masuk surga dengan menganggap kita mampu hidup cukup baik dalam memenuhi hukum-hukum-Nya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="text_expose_id_4bff8a68446322d24d07e" class="comment_actual_text"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: dan apakah 'masuk surga' itu sangat penting bagimu z?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Mas Abi, tanpa Tuhan, di surga tidak ada keindahan apa pun. Memangnya, Mas Abi, apa yang penting bagi Mas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="text_expose_id_4bff8a684639d3f09282c" class="comment_actual_text text_exposed"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: lah memang z, tapi knp banyak sekali org yg menghabiskan hidupnya hanya utk surga surga dan surga, seolah-olah hidup ini sendiri tdk penting. kalo aku sih, yg penting adalah kehidupan itu sendiri, saya bukan org yg sibuk nyari2 pahala dimana2 hanya gara2 pgn masuk surga dan rusuh tiap hari karena ngitung dosa yg semakin numpuk terus takut masuk &lt;span class="text_exposed_show"&gt;neraka.&lt;br /&gt;dan yang paling penting bagiku adalah, sebelum mati, aku tau apa maksud kehadiranku disini, aku tau siapa yg menulis ini semua. setelah itu sih, mau dimasukkin kemana pun aku ga begitu peduli lg ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Hmm... Mas Abi benar juga... Kadang-kadang terlalu mikirin akhirat malah lupa hidup di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Siapa yang menulis ini semua?" Maksud Mas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: Dia Yang Maha Menulis z :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Mm, jadi Mas Abi ingin tahu seperti apa Dia Yang Maha Menulis itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mas Abi, aku penasaran, kalau kekekalan begitu panjang dibandingkan dengan hidup kita yang sementara, apa makna hidup bagi Mas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="text_expose_id_4bff8a684952b4011d278" class="comment_actual_text"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: knp km jd ngintrogasi saya z? hahaha&lt;br /&gt;hmm menurutku jika dibandingkan dgn hidup ini, justru kekekalan itu sesuatu yg membosankan hehe ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Trus apa makna hidup ini sebenarnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: nah itu yg sdg aku cari tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="text_expose_id_4bff8a684b6da59e3c241" class="comment_actual_text"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Lho, bukannya Al-Qur'an pasti membicarakannya, Mas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: ya, dan semua kitab suci lain pun membicarakannya. tapi bukankah pengalaman mendatangi suatu tempat jauh lebih berharga daripada membaca seratus peta utk mendatangi tempat tersebut z? ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Wah, menarik sekali... Selanjutnya kunomorin, yah, biar enak disimpan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Kalau Mas Abi bicara tentang mendatangi akhirat, saya sih sependapat. Dan saya lebih percaya kepada orang yang pernah pergi ke seberang sana dan kembali untuk memberitahu kita jalan ke sana daripada yang sekadar memberitahu jalannya namun tidak pernah kembali untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memberitahukan keberhasilannya. Mas pernah dengar orang yang seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Mendatangi suatu tempat memang penting, apalagi kalau bicara tentang akhirat. Tapi, Mas, seperti kata Mas tadi, kalau memang hidup di dunia sama pentingnya dengan hidup di akhirat, bukankah mengetahui makna hidup di dunia itu amat sangat penting? Dari siapa selama ini Mas mencarinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: wah salah paham z, masksudku 'pengalaman mendatangi suatu tempat' tu bukan pergi ke akhirat, tapi pengalaman memahami makna dari hidup itu sendiri. karena kayak yg tadi kita bahas, al-quran dan semua kitab suci pun ngasihtau apa itu makna hidup manusia. tapi aku bakalan ngerasa lebih seneng kl aku berhasil menemukan makna hidupku sendiri z, ga secara mentah2 mengamini apa yg tertulis di kitab suci tanpa memahami artinya. ya kira2 gt lah z hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Oh, gitu... benar juga. Trus apa ada orang yang bisa menemukannya tanpa tuntunan? Maksud saya, menurut saya mata kita semua sudah rusak dan pemikiran kita hanya bisa menampung sebagian kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: kalo yg kamu maksud dgn 'tuntunan' adalah kitab suci, percayalah, banyak sekali org yg sudah menemukannya tanpa itu. agama dgn segala perangkatnya (termasuk kitab suci) adalah salah satu media utk menemukan kebenaran z, dan aku percaya ada media2 lain utk itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Mm... kalau begitu, semua kitab suci, agama, dan penemuan kebenaran sendiri mencapai satu kesepakatan tertentu? Maksudku, jika Tuhan itu satu dan ketika Dia berbicara selalu konsisten, tentu semua pendapat yang berasal dari Tuhan harusnya menyepakati satu kebenaran yang asli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;: yes! saya setuju. tuhan itu cuma ada satu tapi dia menyukai dipanggil dgn banyak nama, sama seperti dia cuma menyiptakan satu kebenaran tapi menghendaki manusia memaknai dan memahaminya dgn banyak cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="text_expose_id_4bff8a68511dc4c3f756f" class="comment_actual_text"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Mm... Tapi, Mas, saya lagi mikir: Tuhan tentu tidak mungkin berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Kalau memang semua jalan menuju kebenaran, tidakkah Mas perhatikan mereka semua saling berkontradiksi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: emm ga tuh hehe. itu mah manusianya aja yg sering keterlaluan ngerasa cinta sm jalannya, sampe2 sering muncul pikiran kyk "pokoknya gw sm temen2 gw yg bener, yg laennya masuk neraka!". mungkin itu ya yg ngebuat mereka kemudian nyiptain pembenaran2 (bukan kebenaran) yg ngejago2in jalan mereka masing2, sehingga muncullah kontradiksi2 itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Mas, apa Mas pernah membandingkan kitab-kitab suci agama-agama? Manusia memang bisa menciptakan pembenaran, tapi perkataan Tuhan memang benar. Bagaimna dengan kitab suci, apa semuanya tidak saling berkontradiksi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: hmm sebentar, sekarang giliranku nanya. menurutmu gmn z dgn semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Seumur hidup saya, saya sering sekali bertemu dengan orang-orang yang ngaku-ngaku diri paling benar, bahkan teriak-teriak mengutuk orang lain masuk neraka. Mereka ingin lebih kelihatan sebagai Tuhan daripada Tuhan itu sendiri. Waktu melihat mereka, bukannya saya tobat dan sembah Tuhan mereka, justru saya makin ga &lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;suka dengan "jalan" yang mereka tawarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makanya saya lebih suka menyeldiki langsung tokoh agama terbesar &amp;amp; kitabnya daripada mendengar apa kata mereka yang ngaku-ngaku itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: nah itu poinnya. mendukung atau menolak sesuatu seharusnya didahului dgn memahaminya. tp sialnya kita sering sekali dgn gagahnya menghina 'jalan' org lain&lt;br /&gt;org hindu dibilang tolol karena menyembah berhala berupa patung yg mereka ciptakan sendiri, org kristen dibilang sinting karena menuhankan manusia, dan saya yakin banyak jg diantara kita yg &lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;menganggap org islam itu idiot karena setiap hari melakukan gerakan aneh bernama shalat menghadap sebuah bangunan persegi bernama ka'bah.&lt;br /&gt;tp apakah kita bnr sudah mengerti bahwa patung2 yg dibuat oleh org hindu hanyalah simbol dari 'sesuatu' yg lebih besar? apakah kita sudah mempelajari secara mendalam ttg konsep trinitas dalam kristen? dan apakah kita sudah memahami esensi dari shalat?&lt;br /&gt;saya yakin jika dari kecil setiap manusia diajari utk 'memahami', dunia akan menjadi tempat yg 10 kali lebih baik dari hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs255.snc1/10224_1174139710038_1124418029_30546583_3889348_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 307px; height: 433px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs255.snc1/10224_1174139710038_1124418029_30546583_3889348_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-37277402283802516?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/37277402283802516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/distribusi-opini3-tentang-tuhan-agama.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/37277402283802516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/37277402283802516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/distribusi-opini3-tentang-tuhan-agama.html' title='distribusi opini#3 : tentang tuhan, agama, dan beberapa hal diantaranya'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-1936298282511558455</id><published>2010-05-13T10:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T03:57:31.291-07:00</updated><title type='text'>sumbangan dadakan untuk peace fest</title><content type='html'>berikut ini adalah beberapa sumbangan dadakan saya utk sebuah acara bernama peace fest#1 beberapa bulan lalu. semoga suatu hari ada yg berminat bikin peace fest#2 hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnS3KmUfI/AAAAAAAAAE0/IfTKyxT_vws/s1600/waham+kebesaran.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnS3KmUfI/AAAAAAAAAE0/IfTKyxT_vws/s400/waham+kebesaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477757358021431794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waham kebesaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATmy1RRAmI/AAAAAAAAAEc/uD1tdvPEp-w/s1600/i%27d+rather+die+than+be+famous.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 293px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATmy1RRAmI/AAAAAAAAAEc/uD1tdvPEp-w/s400/i%27d+rather+die+than+be+famous.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477756807756710498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'd rather die than be famous&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnSfVH5TI/AAAAAAAAAEs/jgUWIUUpsnU/s1600/hail+to+the+chief.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 272px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnSfVH5TI/AAAAAAAAAEs/jgUWIUUpsnU/s400/hail+to+the+chief.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477757351623124274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hail to the chief&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnR-sOPuI/AAAAAAAAAEk/qK3IBthGclU/s1600/analog+menyapa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnR-sOPuI/AAAAAAAAAEk/qK3IBthGclU/s400/analog+menyapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477757342861639394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;analog menyapa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-1936298282511558455?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/1936298282511558455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/berikut-adalah-beberapa-sumbangan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1936298282511558455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/1936298282511558455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/berikut-adalah-beberapa-sumbangan.html' title='sumbangan dadakan untuk peace fest'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TATnS3KmUfI/AAAAAAAAAE0/IfTKyxT_vws/s72-c/waham+kebesaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-3341007003916840864</id><published>2010-05-03T07:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T07:32:15.368-07:00</updated><title type='text'>surat terbuka untuk semua anak di seluruh dunia</title><content type='html'>halo teman-teman kecil, apa kabar kalian malam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menulis surat ini karena aku merasa kalian perlu tahu sesuatu, sesuatu yang selama ini kami sembunyikan dengan amat rapi dari kalian. serapi barisan tentara, bukan seperti barisan kalian ketika sedang upacara bendera ataupun karnaval, karena aku tahu kalian amat susah diatur dan tak pernah rapi ketika disuruh berbaris. benar kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin jika orang dewasa lain membaca surat ini, aku akan dimusuhi seumur hidup karena membocorkan rahasia besar ini kepada kalian. dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena mengkhianati mereka.&lt;br /&gt;tapi aku tahu kalian penjaga rahasia yang baik, jadi jangan bilang siapa-siapa ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian siap mendengar ceritanya?&lt;br /&gt;oke jadi begini teman-teman kecil. kami semua merasa keberadaan kalian mengancam kehidupan kami yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami sangat terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu yang sering kalian ajukan;&lt;br /&gt;kami merasa kesal jika setiap kali hendak bermain bersama teman-teman sesama orang dewasa, kalian selalu ingin ikut;&lt;br /&gt;para orangtua merasa frustasi karena setelah melahirkan kalian hidup mereka tidak sebebas dulu lagi karena harus mencari uang untuk membeli susu kalian dan mengantarkan kalian ke sekolah;&lt;br /&gt;para penjual makanan sebal jika kalian datang ke toko mereka, karena mereka tahu kalian tidak punya uang tapi selalu ingin macam-macam;&lt;br /&gt;orang-orang dari industri televisi bosan jika setiap hari harus membuat acara untuk kalian, membuat acara yang aman ditonton untuk kalian. padahal itu sangat membosankan, mereka lebih memilih bekerja untuk membuat sinetron selama seminggu penuh daripada mengisi suara pada boneka yang kalian idolakan selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu muncullah ide itu. semua pemimpin di seluruh dunia atas persetujuan dari semua orang dewasa dari negara masing-masing sepakat untuk membuat sebuah program maha jenius: memusnahkan seluruh anak kecil dari muka bumi.&lt;br /&gt;orang dewasa akan dilarang untuk melahirkan kalian, sebagai gantinya kami akan dikloning agar manusia tidak punah. ide yang jenius bukan? kami berteman dengan kloning kami sendiri.&lt;br /&gt;aku dengar program ini akan dilaksanakan pada tahun 2015, jadi kalian hanya punya waktu 5 tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tahukah kalian kenapa kami melakukan ini?&lt;br /&gt;alasan utamanya adalah kami iri dengan kalian!&lt;br /&gt;ya, kami iri.&lt;br /&gt;kalian punya dunia sendiri sementara kami harus berdesakan hidup dalam dunia yang penuh dengan rutinitas.&lt;br /&gt;kalian adalah makhluk-makhluk bebas sementara kami terbelenggu oleh tuntutan-tuntutan yang kami ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;kalian selalu bersemangat untuk bertanya tentang semua hal dan kami akan memarahi kalian lalu menyuruh kalian untuk menjalani hidup dengan tidak banyak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jadi ingat waktu masih seumur kalian aku pernah berhari-hari bertanya kenapa telur mata sapi disebut telur mata sapi padahal mata sapi tidak sebesar itu. tapi pertanyaan itu lama-lama terkubur oleh jawaban-jawaban konyol yang dilontarkan orang dewasa, dan sejak itu aku malas bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi begitulah teman-teman kecil, kami iri dengan kalian. sebenarnya kami semua sangat ingin bisa kembali menjadi anak-anak seperti kalian, bermain sepuas-puasnya tanpa disibukkan dengan hal-hal yang kami anggap penting yang aku yakin kalian menganggapnya amat sangat tidak penting.&lt;br /&gt;maka jangan heran jika kami gemar menempelkan tulisan "jauhkan dari jangkauan anak-anak" di semua produk kami karena kami tidak mau berbagi mainan dengan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah teman-teman kecil, aku ulangi, waktu kalian tinggal 5 tahun lagi. rencanakanlah pemberontakan sebaik-baiknya. jika kalian menyatukan kekuatan aku yakin kalian tidak akan bisa dikalahkan walaupun seluruh orang dewasa bersatu melawan kalian.&lt;br /&gt;kuasailah dunia, dengan bersenjatakan imajinasi dan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;lulabi (orang dewasa)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S972tCYO0TI/AAAAAAAAADE/1Vpk1D2DXZg/s1600/jendela.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S972tCYO0TI/AAAAAAAAADE/1Vpk1D2DXZg/s320/jendela.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467078251267412274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-3341007003916840864?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/3341007003916840864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/surat-terbuka-untuk-semua-anak-di.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3341007003916840864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/3341007003916840864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/surat-terbuka-untuk-semua-anak-di.html' title='surat terbuka untuk semua anak di seluruh dunia'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S972tCYO0TI/AAAAAAAAADE/1Vpk1D2DXZg/s72-c/jendela.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5345134767697913886</id><published>2010-05-02T07:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T09:26:33.616-07:00</updated><title type='text'>artefak imajinasi</title><content type='html'>tiba-tiba keinget buku catetan yang dulu selalu saya bawa kemana-mana. dia meringkuk kedinginan di rak bareng barang-barang lain yang sudah lama tidak saya sapa. maka beberapa halamannya saya scan, biar hangat lagi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92mbdzRLVI/AAAAAAAAAC8/ARQeSmH3Dyc/s1600/Picture.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92mbdzRLVI/AAAAAAAAAC8/ARQeSmH3Dyc/s320/Picture.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466708513483992402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92mbDWN8gI/AAAAAAAAAC0/pZf-4-BYxIo/s1600/Picture+006.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92mbDWN8gI/AAAAAAAAAC0/pZf-4-BYxIo/s320/Picture+006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466708506382823938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92ma4n65yI/AAAAAAAAACs/Sq5mK8r51cM/s1600/Picture+004.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92ma4n65yI/AAAAAAAAACs/Sq5mK8r51cM/s320/Picture+004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466708503504283426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lFsvafMI/AAAAAAAAACk/4-q1xzz8qf4/s1600/Picture+005.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lFsvafMI/AAAAAAAAACk/4-q1xzz8qf4/s320/Picture+005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466707040025607362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lFTQUj8I/AAAAAAAAACc/0tbIdMrQiTA/s1600/Picture+003l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lFTQUj8I/AAAAAAAAACc/0tbIdMrQiTA/s320/Picture+003l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466707033184309186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lEx5cGQI/AAAAAAAAACU/52p9XoXFPho/s1600/Picture+002.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lEx5cGQI/AAAAAAAAACU/52p9XoXFPho/s320/Picture+002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466707024229964034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lEgeAuoI/AAAAAAAAACM/Dv6EtVDLyoU/s1600/Picture+001.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92lEgeAuoI/AAAAAAAAACM/Dv6EtVDLyoU/s320/Picture+001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466707019551521410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5345134767697913886?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5345134767697913886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/artefak-imajinasi.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5345134767697913886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5345134767697913886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/05/artefak-imajinasi.html' title='artefak imajinasi'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S92mbdzRLVI/AAAAAAAAAC8/ARQeSmH3Dyc/s72-c/Picture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6956970884341790320</id><published>2010-04-30T17:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T18:58:01.991-07:00</updated><title type='text'>wake up my friend, wake up!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"advertising has got us working jobs we hate, so we can buy shit we don't need."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-tyler durden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://distorsiimaji.files.wordpress.com/2009/01/img_1221_resizeedit_resize.jpg?w=440&amp;h=306"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 440px; height: 293px;" src="http://distorsiimaji.files.wordpress.com/2009/01/img_1221_resizeedit_resize.jpg?w=440&amp;h=306" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(foto oleh &lt;a href="http://distorsiimaji.wordpress.com/"&gt;snedix&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6956970884341790320?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6956970884341790320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/wake-up-wake-up-my-friend.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6956970884341790320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6956970884341790320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/wake-up-wake-up-my-friend.html' title='wake up my friend, wake up!'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-7402935829936841758</id><published>2010-04-24T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T20:30:29.009-07:00</updated><title type='text'>dua cara memandang manusia: kita semua gila atau kita semua waras, itu saja.</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"orang yang tidak waras seringkali mempunyai rasa humor yang tinggi, apa yang menolongnya adalah mereka dapat menertawakan diri mereka sendiri"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-nadya olyanova&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alkisah, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang baik dan adil. penduduknya sangat harmonis dan mereka hidup dalam kedamaian. kemudian datanglah seorang tukang sihir yang muak dengan semua ketentraman kedamaian itu. lalu dia memasukkan ramuan ajaib ke dalam sebuah sumur, semua orang yang minum dari sumur tersebut akan menjadi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keesokan harinya, semua orang minum dari sumur tersebut dan menjadi gila, kecuali raja dan istrinya yang minum dari sumur yang lain. raja sangat cemas dan berusaha mengendalikan masyarakat dengan mengeluarkan aturan yang menyangkut keamanan dan kesehatan umum. namun polisi sudah minum dari sumur beracun itu, sehingga mereka menganggap peraturan yang dibuat raja itu aneh, dan mereka mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika mendengar tentang aturan tersebut, rakyat kerajaan itu merasa raja sudah gila, sehingga memberi perintah yang tak masuk akal. mereka mendatangi istana dan meminta raja turun tahta. merasa putusasa, raja pun siap turun tahta, namun ratu mencegahnya dan berkata &lt;br /&gt;"ayo kita minum dari sumur beracun itu. dengan demikian kita akan berlaku sama seperti mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka pun melakukannya: raja dan ratu minum dari sumur beracun, dan seketika mereka pun menjadi gila dan melantur. rakyat berubah pikiran: sekarang raja menjadi bijak, mengapa ia tidak dibiarkan saja memimpin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;negeri itu pun hidup dengan damai, meskipun rakyatnya berperilaku berbeda dengan rakyat negeri tetangga. dan raja memimpin sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dikutip dari sepenggal dialog dalam Veronika Memutuskan Mati, karya Paulo Coelho)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya adalah orang yang akan sangat gembira bukan main jika dibilang tidak normal, gila, aneh, atau bermacam istilah yang menggambarkan 'ketidaknormalan' lainnya oleh orang lain. karena jujur saja, saya tidak suka jika harus disamakan dengan orang lain. sama dengan orang lain=normal, maka dengan menjadi abnormal berarti saya berbeda dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;celakanya, seperti manusia lain, saya juga dikaruniai otak yang terbiasa berpikir praktis. tidak perlu repot-repot lagi menganalisis secara mendalam sesuatu untuk bisa memahaminya. maka karena saya suka disebut tidak normal, saya mengira semua orang juga merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sering mencari keabnormalan-keabnormalan dalam diri seseorang (bahkan walau orang itu amat sangat normal) kemudian memberitahunya tentang keabnormalan yang dia miliki supaya dia bisa merasa bangga karena dia juga berbeda dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ternyata saya salah, semalam seseorang berkata begini "tolong jangan bilang saya aneh, abnormal, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;psycho&lt;/span&gt; atau apapun itu lagi dong. itu mengganggu saya tau, saya jadi ngerasa sakit jiwa beneran"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya langsung kaget loh, saya merasa bingung, kenapa ada orang yang tidak suka dibilang berbeda dengan orang lain? tapi di satu sisi saya mengutuk diri saya sendiri dengan sesuatu yang ternyata selama ini sering saya lupakan: sebuah istilah psikologi bernama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;individual differences&lt;/span&gt;. maaf saya benar-benar lupa. sama seperti saya yang juga pasti akan terganggu jika terus-menerus dibilang normal, lurus-lurus aja, sama dengan orang kebanyakan atau semua istilah yang menunjukkan 'kenormalan' lain :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi jika berefleksi dari dongeng diatas, sesungguhnya tidak ada orang yang lebih gila atau lebih waras dari orang lain. kita semua sama-sama gila, atau sama-sama waras, terserah kamu mau menyebutnya apa. di dunia ini sumur beracun yang bisa membuat orang gila karena meminum airnya tidak cuma ada satu, tetapi amat sangat banyak, dan kita semua pernah meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gampangnya begini, seyakin-yakinnya kamu merasa dirimu normal, kamu akan menjadi tidak normal jika keluar dari kerumunan dimana kamu tinggal selama ini. pergilah ke 100 tahun yang lalu, kamu akan dianggap orang gila jika memakai pakaian yang biasa kamu pakai hari ini. atau tidak perlu jauh-jauh, pergilah ke sebuah desa terpencil, kamu akan dianggap aneh dengan semua kebiasaan-kebiasaan kotamu. lihat? jadi 'normal' ataupun 'tidak normal' hanyalah tentang persepsi orang banyak, sama seperti benar dan salah. dan lagipula dari kuliah psikologi abnormal, saya tau kalo setiap orang sesungguhnya menyimpan keabnormalan dalam dirinya, entah dia sadar apa enggak. bahkan dosen filsafat saya pernah berkata:&lt;br /&gt;"satu-satunya perbedaan antara orang gila dan orang waras adalah orang gila tinggal di rumah sakit jiwa sementara orang waras tidak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, ayo rayakan dirimu yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar normal :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9zxR30MuJI/AAAAAAAAACE/9XPmqRxev4E/s1600/bagaimana+aku+bisa+membaca+jika+kacamataku+retak.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9zxR30MuJI/AAAAAAAAACE/9XPmqRxev4E/s320/bagaimana+aku+bisa+membaca+jika+kacamataku+retak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466509337063897234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-7402935829936841758?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/7402935829936841758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/dua-cara-memandang-manusia-kita-semua.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7402935829936841758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/7402935829936841758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/dua-cara-memandang-manusia-kita-semua.html' title='dua cara memandang manusia: kita semua gila atau kita semua waras, itu saja.'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9zxR30MuJI/AAAAAAAAACE/9XPmqRxev4E/s72-c/bagaimana+aku+bisa+membaca+jika+kacamataku+retak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-5035544761532993838</id><published>2010-04-22T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T04:47:58.730-07:00</updated><title type='text'>dan ikarus pun tersenyum walau tubuhnya hancur menghantam laut aegea</title><content type='html'>Ikarus adalah anak dari Daedalus, seorang seniman dari Athena. mereka berdua dipenjara oleh Raja Minos didalam labirin yang dibuat sendiri oleh Daedalus yang tadinya akan dipakai untuk mengurung Minotaur. saking rumitnya labirin tersebut, bahkan Daedalus sang pembuat pun tidak tahu dimana jalan keluarnya. akhirnya tinggallah mereka berdua disana selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari, entah karena bosan setengah mati atau karena jiwa mudanya yang terus bergejolak, Ikarus mengajak ayahnya untuk kabur dari labirin itu dan memintanya membuat sesuatu yang revolusioner. karena Daedalus adalah seorang seniman sekaligus penemu yang hebat dari Athena, muncullah ide yang sangat inovatif dalam kepalanya..membuat sayap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya mereka berdua mulai merakit sayap dari bulu-bulu angsa dan direkatkan dengan lem. maka jadilah dua pasang sayap paling keren yang pernah diciptakan manusia. sebelum terbang, Daedalus menasehati anaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"oh Ikarus, janganlah terbang terlalu rendah, karena sayapmu bisa basah oleh air laut. dan janganlah terbang terlalu tinggi, karena sayapmu bisa terbakar oleh matahari"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi demi jiwa mudanya yang lagi-lagi bergejolak, Ikarus berkali-kali membuat ayahnya mengelus dada dengan terbang terlalu rendah amat dekat dengan laut. kemudian puncaknya Ikarus terbang sangat tinggi, terlalu tinggi. lilin yang merekatkan sayapnya meleleh terbakar matahari. akhirnya Ikarus jatuh dan mati tenggelam di laut Aegea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebanyakan orang memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah yang berakhir tragis dan menyedihkan, yakni seorang manusia yang jatuh dan mati tenggelam sebelum mencapai tujuannya. atau lain lagi menurut Brueghel, seorang pelukis Belanda dari abad-16 yang dalam lukisannya yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Landscape with the Fall of Icarus&lt;/span&gt;, dia menggambarkan Ikarus, yang dengan tragisnya jatuh dari langit menghantam laut, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kehidupan orang-orang yang melihatnya; seorang penggembala tetap berjalan dengan tenang bersama anjingnya, bahkan seseorang yang sedang duduk menghadap teluk tidak menunjukkan respon apapun padahal tubuh Ikarus yang malang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbeda dengan kebanyakan orang, saya memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah tentang tingkatan tertinggi dalam kematian manusia: mati dengan penuh kebanggaan karena telah mencapai sesuatu yang sangat dirindukannya. Ikarus tidak bodoh untuk tidak mengetahui sayapnya akan terbakar jika dia terbang terlalu tinggi. justru menurut saya dia sengaja terbang menantang mentari, terbang lebih tinggi dari ayahnya, dari semua manusia yang ada dibawahnya. Ikarus bisa saja bermain aman dengan terbang sejajar dengan ayahnya; tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi, kemudian dia akan sampai ke kota lain, menjalankan hidup seperti orang-orang normal lain. mungkin dia berpikir begini "hey bukankah itu sangat membosankan? bekerja, menikah, membesarkan anak kemudian mati perlahan-lahan dimakan umur. sementara tidak semua orang bisa terbang menantang mentari, dan aku akan melakukannya." yah siapa tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya selalu membayangkan Ikarus tersenyum lebar saat sayapnya terbakar, atau bahkan mungkin dia tertawa tak hentinya sampai tubuhnya menghantam laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang kawan pernah cerita, cerita yang dia dengar dari gurunya. ketika manusia lahir, mereka terlahir dengan tangan terkepal, karena sesungguhnya mereka terlahir dengan menggenggam 'sesuatu'. kemudian perlahan-lahan genggamannya terbuka dan 'sesuatu' itu terbang entah kemana, nah itulah tugas mereka untuk mencari 'sesuatu' itu dan kembali menggenggamnya sebelum mati. ada orang-orang yang berhasil mendapatkannya lagi dan ada orang-orang yang mati tanpa pernah tahu apa 'sesuatu' itu. Ikarus telah sangat mantap meraih kembali 'sesuatu' itu saat matanya memicing oleh sinar mentari, saat dia mencium bau sayapnya yang terbakar, dan kemudian saat dia jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah kawan, jika engkau menjadi Ikarus, apa yang akan kau lakukan? menghabiskan hidup didalam labirin, terbang dengan aman ke kota lain dan memulai kehidupan yang normal disana, atau terbang menantang mentari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9EZFcR2teI/AAAAAAAAABk/slIjEADgMBI/s1600/Icarus.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9EZFcR2teI/AAAAAAAAABk/slIjEADgMBI/s400/Icarus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463175404258244066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-5035544761532993838?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/5035544761532993838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/dan-ikarus-pun-tersenyum-walau-tubuhnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5035544761532993838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/5035544761532993838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/dan-ikarus-pun-tersenyum-walau-tubuhnya.html' title='dan ikarus pun tersenyum walau tubuhnya hancur menghantam laut aegea'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S9EZFcR2teI/AAAAAAAAABk/slIjEADgMBI/s72-c/Icarus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-6858056824181290016</id><published>2010-04-19T09:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T10:36:48.912-07:00</updated><title type='text'>distribusi opini#2 : cermin</title><content type='html'>korban saya kali ini sungguh spesial, bukan karena dia menganggap tulisannya ga bagus, atau karena dia males nulis, tapi mungkin karena dia menganggap menuliskan apa yg dia pikirkan itu tidak terlalu penting. dia lebih memilih bermain bola bersama teman-temannya atau bermain playstation di rumah setelah pulang sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya dia masih kelas 5 sd, tapi kata-katanya tadi sore terus terngiang-ngiang dlm kepala saya. ceritanya tadi saya ketemu dia dan adiknya yg masih tk. sebut saja si anak kelas 5 sd itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kakak&lt;/span&gt; dan adiknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;adik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; : dik, menurutmu adik cantik ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;adik&lt;/span&gt; : ga tau, kan belum pernah liat mukaku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; : lah kan ada kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;adik&lt;/span&gt; : oh iya ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tiba-tiba kakaknya memotong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kakak&lt;/span&gt; : kalo kaca kan bukan wajahnya aslinya, itu cuma bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; : maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kakak&lt;/span&gt; : iya kalo di kaca tu cuma bayangan, palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; : oke, kan ada kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kakak&lt;/span&gt; : tetep aja, itu kan cuma kertas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;saya&lt;/span&gt; : kan ada handycam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kakak&lt;/span&gt; : tetep aja itu bukan aslinya, cuma bayangan. kita tu ga bisa liat diri kita sendiri, makanya kita ga akan pernah tau kalo kita tu cakep apa jelek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;saya&lt;/span&gt; : hmm hehe iya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah bagaimana km memaknainya, tp saya betul2 kaget dgn kata-kata anak itu, tentang bayangan, tentang palsu, tentang ga bisa liat diri sendiri. hmm silakan maknai sendiri, teman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-6858056824181290016?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/6858056824181290016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/distribusi-opini2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6858056824181290016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/6858056824181290016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/distribusi-opini2.html' title='distribusi opini#2 : cermin'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-4203405132251494627</id><published>2010-04-18T18:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T08:46:25.342-07:00</updated><title type='text'>kita semua meninggalkan jejak berupa rangkaian aksara</title><content type='html'>sudah cukup lama sejak saya bergabung dengan situs jejaring sosial bernama facebook. seperti kebanyakan penggunanya, saya juga telah banyak meninggalkan "jejak" disana, jejak berupa beberapa kata yg dituliskan dalam sesuatu bernama status. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah beberapa jejak yang saya sukai yg saya tulis di tahun kemarin. saat membacanya lagi, ada beberapa yg saya kaget pernah menulisnya. beberapa saya tulis begitu saja, beberapa saya tulis utk merespon keadaan, seperti waktu menjelang pemilu, idul adha, meninggalnya seorang dosen saya, menjamurnya bahasa dgn tulisan besar-kecil yg mereka sebut 'alay', muaknya saya dgn dunia maya dll. ternyata membaca kembali tulisan2 saya adalah metode yg cukup bagus utk mengamati perubahan2 yang terjadi pada dinamika psikologis saya. mungkin km jg bisa mencobanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo ikut pemilu supaya g masuk neraka"&lt;br /&gt;23 maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita semua adalah manifestasi dari mimpi-mimpi tuhan"&lt;br /&gt;12 april 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kau sungguh imajinatif tuhan!"&lt;br /&gt;27 april 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kalian semua pergi dan melupakan friendster?"&lt;br /&gt;8 mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya makin yakin saya sebenarnya tdk ada,tuhan hanya sdg bermimpi panjang"&lt;br /&gt;18 mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"facebook tak lama lagi akan bernasib sama seperti friendster, dan manusia akan kembali kesepian"&lt;br /&gt;22 mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf pak firin,sy sering bolos psikologi kelompok.nanti di surga sy mw ngulang kelas bpk ya"&lt;br /&gt;1 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sepertinya aku keturunan ikarus"&lt;br /&gt;2 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maybe i'll fall, who knows? i dont care either"&lt;br /&gt;11 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yang kau butuhkan untuk bertahan hidup ketika berada dalam goa adalah cahaya, begitu pula di dunia luar"&lt;br /&gt;15 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya tuhan saya bernazar akan nraktir smw org yang saya kenal kl ip semester ini 4"&lt;br /&gt;16 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"alam semesta terlalu besar untuk otak manusia"&lt;br /&gt;30 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh tuhan,masukkanlah aku ke surga walo jarang solat"&lt;br /&gt;7 juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangunlah! dunia nyata jauh lebih seru dari one piece dan lebih keren dari 20th century boy"&lt;br /&gt;12 juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika tuhan itu maha segalanya, berarti dia juga mahasiswa"&lt;br /&gt;25 juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wahai manusia,andai kalian rajin solat serajin febukan,pasti tuhan akan senang"&lt;br /&gt;29 juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mata adalah kamera terbaik dan tuhan adalah pembuat kamera terkeren"&lt;br /&gt;6 agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mahasiswa kok mandi, kapan mau lulus, mending waktunya dipake buat belajar"&lt;br /&gt;6 agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi pahlawan itu tidak asik, aku akan mati sebagai penjahat super"&lt;br /&gt;13 agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ketika tuhan dan nabi beradu popularitas dengan manohara dan grup lawak"&lt;br /&gt;22 agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kata nabi, musafir seperti saya tdk wajib puasa"&lt;br /&gt;26 agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"plastic friend, plastic love, plastic life, plastic me"&lt;br /&gt;2 september 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"walau aku tak pernah menulismu dengan huruf t besar, tp ak selalu mengagumimu tuhan"&lt;br /&gt;9 september 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kUnavAH s1Ch pAda bL9 aQu aLay ...???!!! TseRah aQoo d0Nkz Mo N9upsTat aVah ...???!!!"&lt;br /&gt;3 oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"karena hidup itu keren, kau harus mati dengan cara yg keren juga"&lt;br /&gt;4 november 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bayangkan jika dulu Ismail jd dipotong lehernya sama Ibrahim, pasti hari ini byk sekali anak laki2 yg deg2an bsk mau dikurbanin. Tuhan emg suka bercanda.."&lt;br /&gt;25 november 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita adalah saudara dari jupiter dan uranus,kita semua adalah anak2 bintang!"&lt;br /&gt;10 desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini adalah perang yang akan kita menangkan kawan-kawan!"&lt;br /&gt;16 desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kalian senang sekali berkeliaran di dunia maya kawan-kawan? diluar sana ada dunia asli, teman-teman asli, kehidupan asli, dan Tuhan yang asli"&lt;br /&gt;21 desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika mengupdate status di facebook itu berpahala, bisa dipastikan surga akan penuh sesak"&lt;br /&gt;29 desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-4203405132251494627?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/4203405132251494627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/kita-semua-meninggalkan-jejak-berupa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4203405132251494627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/4203405132251494627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/kita-semua-meninggalkan-jejak-berupa.html' title='kita semua meninggalkan jejak berupa rangkaian aksara'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-524024317439184865</id><published>2010-04-17T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T17:03:29.551-07:00</updated><title type='text'>biarkan angin merangkulmu, kawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;another sleepless night&lt;br /&gt;thinkin' about this things anymore&lt;br /&gt;can you see i try to forget&lt;br /&gt;then feel the world is peace in war&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but it seems impossible&lt;br /&gt;to stop the world spinning round&lt;br /&gt;problems come and go so fast&lt;br /&gt;no chance to us to think about&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;another nuclear fight&lt;br /&gt;flying and trying to kill everymore&lt;br /&gt;will you see the truth&lt;br /&gt;thru' that stuff don't you think so sure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;they got nothing on their hand&lt;br /&gt;they just got sinkin' in the sand&lt;br /&gt;try so hard to move their body&lt;br /&gt;but it doesn't work at all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's had enough, it's had enough&lt;br /&gt;the war will break this world to pieces&lt;br /&gt;do you realised?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;don't you wish a miracle&lt;br /&gt;it won't comes to you anymore&lt;br /&gt;if you don't change your point of view&lt;br /&gt;and clean all messed up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;everyone get lost in dark&lt;br /&gt;dreaming and learn to steer by the stars&lt;br /&gt;everyone has to die&lt;br /&gt;but not like this, believe me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the war will break this world to pieces&lt;br /&gt;the war will break this world to pieces&lt;br /&gt;the war will break this world to pieces&lt;br /&gt;the war will break this world to pieces &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-enough, pure saturday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i191.photobucket.com/albums/z301/ipoyipoy/kerusuhan_mei_1988.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 278px;" src="http://i191.photobucket.com/albums/z301/ipoyipoy/kerusuhan_mei_1988.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-524024317439184865?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/524024317439184865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/another-sleepless-night-thinkin-about.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/524024317439184865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/524024317439184865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/another-sleepless-night-thinkin-about.html' title='biarkan angin merangkulmu, kawan'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732949055596815306.post-2014140971309579574</id><published>2010-04-16T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T09:06:47.394-07:00</updated><title type='text'>karena sesungguhnya segala sesuatu itu mengalir begitu saja</title><content type='html'>wahai bianglala,&lt;br /&gt;teruslah berputar,&lt;br /&gt;setidaknya sampai suatu hari&lt;br /&gt;dimana anak itu bisa menjabatmu lagi,&lt;br /&gt;bersama seseorang yang begitu dia rindukan setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah itu&lt;br /&gt;kau mau berhenti berputar pun,&lt;br /&gt;aku tidak begitu peduli lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S8iJWcv9Q_I/AAAAAAAAABc/5uMGjDw2V-Y/s1600/DSC_6731.jpga.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S8iJWcv9Q_I/AAAAAAAAABc/5uMGjDw2V-Y/s320/DSC_6731.jpga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460765566954193906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732949055596815306-2014140971309579574?l=lulabipenghitamlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/feeds/2014140971309579574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/wahai-bianglala-teruslah-berputar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2014140971309579574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732949055596815306/posts/default/2014140971309579574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulabipenghitamlangit.blogspot.com/2010/04/wahai-bianglala-teruslah-berputar.html' title='karena sesungguhnya segala sesuatu itu mengalir begitu saja'/><author><name>lulabi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12780675971189905556</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/TMvxyl8uSrI/AAAAAAAAAJM/STzMzWlG5Fc/S220/38934_1420916959315_1124418029_31137488_4647083_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2FVfcjgJxH8/S8iJWcv9Q_I/AAAAAAAAABc/5uMGjDw2V-Y/s72-c/DSC_6731.jpga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
